Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Larangan Bawa Tumbler di Restoran Jadi Sorotan, Etika atau Demi Keamanan?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 06 Jan 2026 17:50 WIB

Ilustrasi tumbler
Ilustrasi Larangan Bawa Tumbler di Restoran Jadi Sorotan, Etika atau Food Safety?/Foto: Getty Images/Jatuporn Tansirimas
Jakarta -

Bunda, kebijakan larangan membawa tumbler di sejumlah restoran atau rumah makan tengah menjadi sorotan di media sosial. Belum lama ini, sebuah unggahan tentang pelanggan yang dilarang membawa botol minum pribadi itu pun viral.

Unggahan tersebut tentu memicu beragam reaksi pro dan kontra. Sebagian konsumen mendukung kebijakan itu, sementara yang lainnya tidak.

Lantas, apakah larangan membawa tumbler di restoran lebih berkaitan dengan etika atau justru menyangkut food safety atau keamanan makanan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tumbler dan food safety

Dwi, yang merupakan karyawan swasta di Jakarta Timur, setiap hari tak pernah absen membawa tumbler. Ia mengatakan ini bisa menjadi cara dari pihak industri food and beverage (F&B) untuk menjaga keamanan pangan atau food safety mereka.

“Tumbler kan lebih higienis bagi mereka yang ‘bersih’. Tapi kan enggak semua orang bawa tumbler dicuci bersih. Takutnya ada yang pas kena kontaminasi terus diare misalnya. Nah, kan bisa resto juga yang kena imas,” ungkap Dwi, dikutip dari laman detikcom, Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini banyak juga restoran yang menerapkan SOP ketat terkait peralatan makan dan minum yang digunakan oleh pelanggan.

Semua gelas, piring, hingga alat makan biasanya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi sesuai standar keamanan pangan, sedangkan tumbler berada di luar kontrol tersebut.

Butuh win-win solution

Dari sisi etika, membawa minum sendiri ke restoran sering dianggap kurang pantas, Bunda. Terlebih lagi, jika restoran menjual minuman sebagai bagian dari layanannya.

Dalam dunia hospitality, hal ini mirip dengan membawa makanan dari luar (outside food and beverage) yang memang umumnya dilarang.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda