Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Gejala Diabetes yang Sering Muncul saat Tidur

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Selasa, 06 Jan 2026 16:40 WIB

asian woman in bed late trying to sleep suffering insomnia, sleepless or scared in a nightmare, looking sad worried and stressed. Tired and headache or migraine waking up in the middle of the night.
Ilustrasi gejala diabetes yang sering muncul saat tidur / Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan
Daftar Isi

Bunda pasti setuju bahwa kesehatan keluarga selalu menjadi prioritas utama, termasuk hal-hal kecil yang sering terlewat saat beristirahat. Salah satunya adalah gejala diabetes saat tidur yang kerap muncul tanpa disadari.

Banyak orang mengira tidur adalah waktu tubuh benar-benar pulih sepenuhnya. Namun, tubuh justru bisa memberi sinyal awal penyakit melalui perubahan yang terjadi saat tidur.

Sebagai Bunda yang peduli pada keluarga, penting bagi Bunda untuk lebih peka terhadap tanda-tanda tidak biasa di malam hari. Terutama jika gejala tersebut muncul berulang dan mengganggu kualitas istirahat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


9 Gejala diabetes yang sering muncul saat tidur

Dalam artikel ini, Bubun akan membahas sembilan gejala diabetes saat tidur yang sering kali muncul. Informasi ini telah Bubun dapatkan dari berbagai sumber terpercaya. 

Memahami gejala diabetes saat tidur sejak awal dapat membantu langkah pencegahan lebih cepat. Dengan begitu, Bunda bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang tercinta dengan lebih optimal.

1. Sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari

Bunda, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil bisa terlihat biasa saja. Namun, kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala diabetes saat tidur yang perlu lebih diperhatikan.

Pada penderita diabetes, gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras. Akibatnya, tubuh menarik lebih banyak cairan untuk membuang kelebihan gula melalui urine sehingga Bunda jadi lebih sering terbangun.

Jika keluhan ini terjadi berulang dan mengganggu kualitas istirahat, sebaiknya jangan diabaikan. Mengenali gejala diabetes sejak awal bisa membantu Bunda mengambil langkah tepat demi menjaga kesehatan jangka panjang.

2. Rasa haus berlebihan hingga tidur terganggu

Rasa haus berlebihan yang muncul di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur tanpa disadari. Kondisi ini termasuk gejala diabetes saat tidur yang kerap terjadi ketika kadar gula darah berada dalam kondisi tinggi.

Kadar gula darah yang meningkat menarik cairan dari jaringan tubuh sehingga tubuh mengalami dehidrasi. Akibatnya, rasa haus terus muncul dan membuat seseorang terbangun berkali-kali di tengah malam untuk minum.

Gangguan tidur pun sulit dihindari karena setelah bangun, tubuh kerap sulit kembali terlelap. Jika terjadi berulang, kondisi ini patut diwaspadai sebagai salah satu gejala diabetes saat tidur yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

3. Tidur gelisah, tidak nyaman, atau sering terbangun

Bunda, tidur yang gelisah dan sering terbangun di malam hari tentu terasa melelahkan. Jika terjadi terus-menerus, gangguan tidur seperti ini bisa berkaitan dengan gejala diabetes saat tidur.

Fluktuasi gula darah yang naik turun membuat tubuh sulit benar-benar beristirahat. Akibatnya, Bunda bisa mengalami kesulitan untuk terlelap atau terbangun di tengah malam tanpa sebab yang jelas.

Perubahan kadar gula darah yang cepat juga memicu tidur tidak nyenyak dan terasa terputus-putus. Tubuh bereaksi terhadap ketidakstabilan tersebut, sehingga kualitas tidur menurun dan Bunda merasa kurang segar saat bangun di pagi hari. 

4. Keringat dingin atau berkeringat berat saat tidur

Bunda, keringat dingin atau berkeringat berat saat tidur juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala diabetes saat tidur, terutama saat kadar gula darah menurun drastis di malam hari.

Hipoglikemia merupakan kondisi ketika terjadinya gula darah berada di bawah kisaran sehat sehingga tubuh dan otak tidak mendapat cukup energi. Saat hal ini terjadi ketika tidur, tubuh bereaksi dengan mengeluarkan keringat deras, mimpi buruk, hingga terbangun dalam kondisi gelisah atau bingung.

Sangat penting bagi Bunda semua untuk tidak mengabaikan tanda-tanda tersebut. Mengenali gejala diabetes saat tidur seperti ini membantu Bunda mengambil langkah cepat agar kondisi tidak semakin memburuk.

5. Mengantuk berat atau tidur lebih cepat setelah makan

Bunda, rasa kantuk yang berat atau tertidur lebih cepat setelah makan juga patut diperhatikan, terutama bila sering terjadi. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala diabetes saat tidur akibat perubahan kadar gula darah yang cukup drastis setelah makan.

Hal ini bisa terjadi karet tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau tidak memproduksinya dalam jumlah cukup. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah dan membuat tubuh kekurangan energi, sehingga Bunda merasa cepat mengantuk saat malam tiba.

Dalam beberapa kasus, rasa kantuk ini juga berkaitan dengan hipoglikemia atau hiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Meski demikian, Bunda tetap perlu bijak karena tertidur setelah makan tidak selalu menandakan diabetes, tetapi bila disertai gejala diabetes lainnya, sebaiknya segera diperiksa ya, Bunda! 

6. Mengalami gangguan tidur seperti Sleep Apnea

Bunda, penting memahami bahwa diabetes dapat memengaruhi kualitas tidur secara serius. Salah satu gejala diabetes saat tidur adalah munculnya gangguan tidur yang sangat kompleks seperti sleep apnea.

Pada penderita diabetes, risiko sleep apnea meningkat, yaitu gangguan bernapas saat tidur yang menyebabkan napas berhenti sesaat. Akibatnya, tidur menjadi tidak nyenyak dan tubuh terasa lelah meski durasi tidur sudah cukup.

Jika dibiarkan, gangguan ini dapat menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari dan menurunkan aktivitas harian Bunda dan keluarga. Oleh karena itu, Bunda perlu waspada dan segera periksa jika gejala diabetes tersebut sering muncul saat tidur. 

7. Rasa tidak nyaman di kaki saat tidur (Restless Legs Syndrome) 

Adanya rasa tidak nyaman di kaki saat Bunda hendak tidur juga patut diperhatikan karena bisa menjadi salah satu gejala diabetes saat tidur. Sensasinya bisa berupa rasa geli, kesemutan, atau dorongan untuk terus menggerakkan kaki meski tubuh sudah terasa lelah.

Kondisi ini dikenal sebagai Restless Legs Syndrome dan cukup sering dialami oleh penderita diabetes. Penyebabnya diduga berkaitan dengan gangguan saraf akibat gula darah tinggi atau kekurangan mineral tertentu.

Dampaknya, Bunda bisa kesulitan untuk cepat terlelap atau terbangun berulang kali di malam hari. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu kualitas istirahat dan membuat tubuh terasa kurang segar keesokan harinya.

8. Insomnia (Kesulitan tidur atau tetap tertidur)

Bunda, insomnia juga bisa menjadi gejala yang tidak boleh diabaikan, terutama jika sering terjadi di malam hari. Kondisi ini termasuk gejala diabetes saat tidur yang kerap dialami tanpa disadari oleh banyak orang.

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang naik turun dapat membuat tubuh sulit relaks saat malam. Ditambah lagi, stres dan rasa tidak nyaman sering memperparah kesulitan untuk memulai tidur.

Jika Bunda merasa susah tidur atau sering terjaga meski tubuh lelah, sebaiknya lebih waspada. Diharapkan agar Bunda segera cek kondisi lebih lanjut di dokter agar tidak terjadi kejadian yang berlebihan. 

9. Sensasi gelisah, sakit kepala, atau dada berdebar di malam hari

Sensasi gelisah yang muncul tiba-tiba di malam hari tentu membuat tidur terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala diabetes saat tidur karena berkaitan dengan penurunan gula darah.

Sakit kepala atau rasa pusing sebelum terlelap juga harus diperhatikan. Pada penderita diabetes, gejala tersebut kerap berkaitan dengan hipoglikemia yang muncul menjelang atau saat tidur.

Selain itu, dada berdebar dan rasa cemas tanpa sebab jelas sering membuat Bunda terbangun di malam hari. Gangguan ini termasuk gejala diabetes saat tidur yang dapat menurunkan kualitas istirahat jika terjadi secara berulang-ulang.

Bunda, memahami gejala diabetes saat tidur menjadi langkah awal untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh yang kerap muncul di malam hari. Dengan mengenalinya sejak awal, Bunda dapat segera mengambil langkah tepat demi menjaga kualitas tidur dan kesehatan jangka panjang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda