Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Pesan Penting IDAI soal 'Super Flu' saat Anak Kembali Sekolah, Wajib Disimak!

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 05 Jan 2026 12:00 WIB

Ternyata Jumlah Teman Anak di Sekolah Bisa Mengungkap Kepribadiannya
Pesan Penting IDAI soal 'Super Flu' saat Anak Kembali Sekolah, Wajib Disimak!/Foto: Getty Images/Edwin Tan
Jakarta -

Penyebaran varian baru Influenza A H3N2, atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'Super Flu' Subclade K, kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Menanggapi temuan virus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, meminta warga untuk tidak lengah terhadap penyakit ini.

Untuk menangkal virus tersebut, warga sangat disarankan menjalankan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian. Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat merasa kurang sehat, menjaga asupan makanan bergizi, minum air putih yang cukup, serta memastikan tubuh mendapat istirahat dan olahraga yang teratur.

"Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," kata Ani, dikutip dari laman detikcom, Senin (05/01/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga akhir Desember 2025, bahwa varian Subclade K ini sebenarnya sudah terdeteksi masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025, Bunda.

Situasi terkini kasus Influenza A di sejumlah wilayah

Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 62 kasus varian Subclade K telah ditemukan dan tersebar di delapan provinsi berbeda di Indonesia. Dari jumlah tersebut, penyebaran kasus paling tinggi berada di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, serta Jawa Barat.

"Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan (dibandingkan influenza lainnya)," tutur Ani.

Meskipun varian baru ini muncul, laporan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan adanya kabar baik mengenai penyakit pernapasan di Jakarta. Sejak mencapai titik tertingginya pada bulan Oktober 2025 lalu, angka penderita influenza A di Jakarta terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Demikian juga untuk kasus ISPA dan pneumonia secara umum berdasarkan data yang ada di Dinkes terus turun sejak puncak kasus yang terjadi pada bulan Oktober (2025)," ungkapnya.

Jika kita tarik ke belakang, sempat terjadi lonjakan mengenai kasus penyakit mirip influenza yang mencapai angka 74 persen pada Agustus 2025. Pada masa itu, jenis Influenza A memang menjadi tipe yang paling banyak mendominasi di berbagai daerah, termasuk di Jakarta, Bunda.

Pesan penting IDAI soal super flu saat anak kembali sekolah

Kasus super flu didominasi oleh kelompok anak-anak usia 1-10 tahun sebanyak 35 persen. Sementara itu, kelompok perempuan menyumbang sekitar 64 persen dari seluruh temuan.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), memberikan imbauan penting bagi orang tua untuk memperkuat perlindungan anak dari dalam dan luar.

"Intinya di penerapan kembali PHBS, imunisasi influenza dan nutrisi bergizi tinggi serta mengurangi asupan makanan tak sehat yang tinggi gula dan UPF," ucap dr Piprim saat dihubungi detikcom, Senin (5/1/2026).

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika anak merasa kurang fit, dan etika batuk harus kembali didisiplinkan di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan terpisah, Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) mengatakan meski varian super flu subclade K baru ini disinyalir memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi, vaksin yang tersedia masih efektif untuk mencegah penularan dan tingkat keparahan gejala apabila terinfeksi.

Vaksin influenza telah terbukti menurunkan angka kematian dan rawat inap sebesar 70-75 persen pada anak-anak dan 30-40 persen pada orang dewasa.

"Rekomendasi vaksin influenza untuk bayi mulai dari usia 6 bulan, bisa diberikan untuk dosis pertama 2 kali (selang 4 minggu), untuk selanjutnya 1 dosis tiap tahun," ucap dr Nastiti.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda