moms-life
Kisah Perempuan Ketemu Jodoh dari Google Review: Rating Bintang 5 Berujung Pernikahan
HaiBunda
Sabtu, 03 Jan 2026 16:40 WIB
Daftar Isi
Di zaman serba digital seperti sekarang, kisah cinta bisa datang dari arah yang tak terduga, bahkan dari kolom ulasan di Google, Bunda. Dalam artikel ini, Bubun akan menceritakan kisah seorang perempuan ketemu jodoh yang berawal dari Google review hingga berujung ke pelaminan.
Kisah ini telah Bubun lansir dari laman VN Express tentang seorang perempuan bernama Le Mai Anh yang tanpa sengaja menemukan pasangan hidupnya usai memberi rating bintang lima di Google. Ulasan sederhana itu menarik perhatian pemilik restoran Afrika, Cawood Matthew Blaze, hingga membuka percakapan yang berlanjut menjadi hubungan serius.
Apakah Bunda penasaran dengan awal Mula kisah ketemu jodoh ini? Bagaimana mereka bertemu dan apa yang terjadi setelah memberi ulasan tersebut? Simak cerita selengkapnya di bawah ini ya, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal mula kisah ketemu jodoh lewat Google review
Bunda, kisah ini bermula pada tahun 2022 ketika Anh kembali ke Kota Ho Chi Minh setelah bertahun-tahun berkarier di luar negeri. Suatu malam, Anh bersama seorang teman mengunjungi restoran Afrika Selatan yang baru dibuka. Ahn tak pernah terpikir bahwa momen sederhana itu akan menjadi awal kisah ketemu jodoh untuk dirinya.
Saat itu, pemilik restoran bernama Cawood Matthew Blaze sebenarnya sudah bersiap pulang, tetapi ia memilih tetap tinggal untuk menyambut para tamu. Melihat seorang perempuan duduk tepat di bawah AC restorannya, ia dengan penuh perhatian mengatur suhu ruangan agar lebih nyaman.
Perhatian kecil tersebut dan ditambah rasa makanan yang unik, meninggalkan kesan mendalam di hati Anh. Setibanya di rumah, Ahn menuliskan ulasan positif dan memberi rating bintang lima di Google Maps yang kemudian membuka jalan bagi kisah ketemu jodoh yang tak terduga.
Dari rating bintang 5 ke ajakan minum kopi yang tak terduga
Dua hari setelah menulis ulasan bintang lima, Anh menerima pesan terima kasih dari Blaze yang disertai ajakan minum kopi. Bunda, rasanya hal ini menjadi bagian manis dari kisah ketemu jodoh yang bermula secara sederhana itu ya.
Blaze pun mengingat betul kesan pertama yang begitu membekas. Dalam dirinya, ia sangat terkesan dengan sikap percaya diri Anh saat pertama kali bertemu dan merasa bahwa ulasan yang diberikan sangat tulus.
“Saya terkesan dengan sikap percaya dirinya saat pertama kali kami bertemu. Membaca ulasan tulusnya membuat saya semakin yakin tentang dirinya,” kenang Cawood, seperti dikutip dari VN Express.
Pertemuan tersebut awalnya hanya diniatkan sebagai pertemanan biasa tanpa ekspektasi apa pun. Namun, obrolan mereka mengalir panjang, dari cerita masa kecil hingga perjalanan hidup, membuat jarak antara mereka perlahan menghilang.
Obrolan santai yang berubah menjadi perasaan yang lebih dalam
Bunda, pertemuan itu awalnya hanya diniatkan sebagai obrolan santai antara dua orang yang sama-sama sedang menjalani hidup di tempat baru. Namun, mereka jadi lebih sering bertemu dan berlangsung lebih lama karena mereka menemukan banyak kesamaan cerita masa kecil dan perjalanan menuju kemandirian.
Blaze tumbuh dalam keluarga Katolik di Afrika Selatan dengan kondisi hidup yang menuntutnya cepat dewasa. Sejak usia 14 tahun ia sudah bekerja paruh waktu, hingga akhirnya berani pindah ke Vietnam untuk memulai usaha sendiri.
Di mata Anh, Blaze adalah sosok pekerja keras yang tahu arah hidupnya. Sementara Blaze melihat Anh sebagai perempuan modern yang tetap menjunjung nilai keluarga, setelah ia meninggalkan karier di Inggris demi dekat dengan orang tuanya.
Perasaan mereka makin tumbuh lewat kebiasaan olahraga bersama dan gaya hidup sehat yang dijalani berdua. Dari rutinitas sederhana itu, kedekatan emosional perlahan terbangun tanpa terasa.
Hal yang paling menyentuh hati Anh adalah kebaikan Blaze kepada orang-orang di sekitarnya. Dari situlah kisah ketemu jodoh ini bermula, yaitu saat obrolan ringan berubah menjadi perasaan yang jauh lebih dalam.
Tantangan perbedaan budaya dan komitmen keluarga
Seiring hubungan yang semakin serius, Mai Anh mulai diliputi kebimbangan tentang masa depan hubungannya. Ia sempat meninggalkan karier di Inggris demi dekat dengan orang tua, sehingga hubungan lintas negara membuat rencana hidupnya di Vietnam terasa tidak pasti.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh orang tua Anh. Mereka cemas jarak geografis dan perbedaan bahasa akan memengaruhi putri tunggal mereka, sehingga memilih mengenal Blaze lebih dulu lewat pertemuan online.
Blaze menyadari pentingnya momen tersebut dan mempersiapkan diri dengan sangat serius. Ia berlatih menjawab pertanyaan sulit, lalu memilih bersikap jujur dan menunjukkan komitmen nyata terhadap masa depan bersama Mai Anh.
Kepercayaan mulai tumbuh ketika kedua keluarga akhirnya saling berbicara melalui panggilan video. Dari pertemuan itulah, keyakinan perlahan terbangun bahwa hubungan ini dijalani dengan niat yang sungguh-sungguh.
“Melihat cara orang tua Blaze berbicara dan kebahagiaan dalam keluarga mereka, saya yakin menantu saya dibesarkan dengan kebaikan,” kata Bui Thi Tam, ibu Mai Anh.
Menjalani pernikahan multikultural dan proses saling memahami
Blaze dan Anh akhirnya resmi melangsungkan pernikahan pada tahun 2024. Namun, pernikahan multikultural ini langsung dihadapkan pada perbedaan kebiasaan yang tak mudah dipahami.
Tiga bulan setelah menikah, Anh sempat terkejut ketika suaminya mengatakan membutuhkan waktu sendiri. Bagi Anh yang terbiasa dengan kebersamaan yang erat, hal itu sempat memunculkan rasa cemas dalam dirinya.
Setelah percakapan yang jujur, Anh mulai memahami bahwa ruang pribadi bukan tanda menjauh bagi orang Barat. Ia pun belajar menghargai waktu tersebut dengan merawat diri dan menenangkan pikiran.
Tantangan lain muncul saat Anh hamil dan suaminya menepati janji untuk pindah ke Ha Long. Di sana, Blaze harus menyesuaikan diri dengan budaya komunal Vietnam yang penuh kebersamaan dan spontanitas keluarga.
Dalam proses itu, Anh berperan sebagai jembatan budaya bagi suaminya. Dukungan mertua dalam pengasuhan anak membuat mereka perlahan merasa nyaman dan diterima.
Setelah satu tahun menikah, Blaze justru mulai menikmati kehangatan keluarga Vietnam. Kedekatan dan perhatian antaranggota keluarga menjadi hal yang ia hargai.
Anh mengaku masih sering teringat makan malam sederhana yang mengubah hidupnya dan mengantarkannya pada pernikahan.
“Saya memberi lima bintang hanya untuk menyemangati orang asing, tanpa pernah menyangka itu akan membawa saya pada sebuah keluarga,” ucap Anh.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa ketulusan, komunikasi yang baik, dan keberanian membuka diri bisa mengantarkan pada hubungan yang serius.
Bunda, tentu kita bisa mengambil pelajaran bahwa niat baik dan sikap jujur sering kali menemukan jalannya sendiri. Kisah ketemu jodoh ini mengingatkan kita untuk tetap percaya seperti jodoh seseorang yang bisa hadir lewat cara apa pun ketika waktunya tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Bikin Heboh, Kisah Pengantin yang Minta Ganti Rugi dari Tamu yang Tak Hadir di Pernikahan
Mom's Life
Mengenal Orange Peel Theory yang Viral di TikTok untuk Menguji Rasa Cinta Pasangan
Mom's Life
Kisah Menyentuh Suami Setia Rawat Istri yang Hilang Ingatan, Tak Mau Menikah Lagi
Mom's Life
Kisah Pria Nikahi Wanita Kerdil yang Kerja di Pasar Malam, Cinta Tak Pandang Fisik
Mom's Life
3 Kisah Istri 'Bucin' ke Suami, Donor Ginjal hingga Jadi Pencuci Piring
4 Foto
Mom's Life
Potret Pasangan Artis Ikut Tren 'I Keep Her Picture In My Wallet', Seru Bikin Ngakak
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cinta Tak Pandang Fisik, Kisah Haru Pengantin Tanpa Kaki Temukan Jodoh
Viral Perempuan Malaysia Batal Nikah & Minta Vendor Kembalikan Uang DP, Endingnya Bikin Haru
Pengantin Ini Kecewa usai Pilih Sahabat 10 Tahun Jadi Bridesmaid, Terungkap Alasannya