Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

3 Gejala Awal Gagal Hati yang Muncul di Malam Hari

Aisyah Khoirunnisa   |   HaiBunda

Minggu, 30 Nov 2025 18:30 WIB

Young Asian woman feeling sick and suffering from a headache, lying on bed and taking a rest at home
Ilustrasi gejala awal gagal hati yang muncul di malam hari/ Foto: Getty Images/AsiaVision
Daftar Isi

Hati atau yang sering disebut liver adalah salah satu organ tubuh yang fungsinya sangat penting sebagai detoksifikasi bawaan tubuh. Sayangnya, gejala kerusakan hati di tahap awal seringkali ringan dan menyerupai kondisi lain, sehingga sulit terdeteksi. Gejalanya akan semakin terlihat seiring dengan memburuknya kondisi hati.

Dilansir dari Indiatimes, mari kita kenali tiga gejala awal kerusakan hati yang perlu diwaspadai karena seringkali muncul atau memburuk di malam hari.

Gejala awal gagal hati yang muncul di malam hari

Beberapa gejala gangguan fungsi hati memang cenderung muncul atau bertambah parah saat malam hari. Mengapa? Karena hati tidak dapat bekerja dengan baik untuk menyaring racun atau memproses zat tertentu saat fungsinya mulai menurun.

Inilah 3 tanda utama yang dikaitkan dengan gangguan hati yang dapat mengacaukan istirahat malam Bunda.

Baca Juga : Hepatitis D

1. Insomnia dan kelelahan di siang hari

Kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur (insomnia) adalah masalah umum bagi penderita gagal hati. Pola tidur yang terganggu ini seringkali disertai dengan rasa kantuk yang ekstrem atau kelelahan berlebihan di siang hari.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan ensefalopati hepatik. Ensefalopati hepatik sendiri adalah kondisi di mana racun menumpuk dalam tubuh karena hati tidak dapat menyaringnya secara efektif.

Racun-racun ini dapat memengaruhi fungsi otak, menyebabkan kesulitan tidur di malam hari dan kelelahan ekstrem di siang hari. Oleh karena itu, Bunda perlu berhati-hati dengan gejala insomnia pada malam hari dan kelelahan pada siang hari. 

2. Perubahan kognitif dan kebingungan

Ensefalopati hepatik (penumpukan racun) tidak hanya memengaruhi tidur, tetapi juga kejernihan mental Bunda. Ketika racun menumpuk, penderita mungkin mengalami kebingungan, rasa mudah marah, dan kesulitan berkonsentrasi.

Perubahan kondisi mental ini bisa berkisar dari kecenderungan lupa yang ringan hingga masalah kognitif yang lebih serius. Gejala-gejala gagal hati ini mungkin lebih terasa di malam hari, dan ini tentunya akan berkontribusi pada malam yang gelisah atau tidak tenang.

Untuk mengatasi gejala gagal hati satu ini, Bunda perlu mendapatkan pengobatan tertentu agar waktu istirahat di malam hari tidak lagi terganggu. Selain pengobatan, perubahan gaya hidup juga akan sangat membantu. 

3. Gangguan hormon dan siklus tidur-bangun

Kerusakan hati juga dapat mengganggu tidur karena memengaruhi produksi hormon, terutama melatonin. Melatonin sendiri adalah hormon yang berfungsi mengatur siklus tidur-bangun alami tubuh (circadian rhythm).

Hati yang rusak tidak dapat memproses melatonin secara efisien, yang menyebabkan kebingungan dalam ritme sirkadian alami. Faktor lain seperti fluktuasi gula darah, perubahan suhu tubuh, dan ketidakseimbangan hormon secara umum semakin memperburuk kualitas istirahat di malam hari.

Gangguan-gangguan ini dapat menyebabkan penderita merasa lelah, mudah tersinggung, dan kurang mampu mengelola tugas sehari-hari. Gejala-gejala gagal hati nomor tiga ini dapat sedikit dikurangi intensitas keparahannya dengan menerapkan jadwal tidur yang konsisten, menghindari makanan berat sebelum tidur, dan mencoba teknik relaksasi di malam hari. 

Langkah penting untuk mengelola gejala gagal hari yang muncul di malam hari

Bunda, jika Bunda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala gagal hati di atas, langkah pertama adalah mengobati kondisi hati yang mendasarinya. Perawatan medis untuk ensefalopati hepatik sangat penting untuk mengurangi gangguan tidur dan meningkatkan fungsi kognitif. 

Selain intervensi medis, Bunda juga bisa menerapkan kebiasaan sederhana yang mendukung tidur, seperti pola tidur teratur, lingkungan tidur yang sunyi, dan meditasi lembut. Meskipun terkadang obat tidur membantu, pengawasan dari pihak medis sangat diperlukan. 

Bunda, itulah tiga gejala tahap awal gagal hati yang kerap muncul di malam hari dan mengganggu tidur. Jika gejala tersebut muncul, Bunda perlu waspada dan mencari pertolongan medis untuk memastikan ada atau tidaknya kondisi gagal hati. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda