moms-life
9 Gejala Kerusakan Ginjal yang Muncul di Malam Hari
HaiBunda
Sabtu, 29 Nov 2025 18:10 WIB
Daftar Isi
-
Gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari
- 1. Sering buang air kecil di malam hari (Noctuaria)
- 2. Rasa gatal berlebihan (Itching)
- 3. Pembengkakan pada kaki, pergelangan, atau kelopak mata
- 4. Kelelahan berlebihan menjelang tidur
- 5. Sesak napas saat bersiap tidur
- 6. Kram otot atau rasa tegang di malam hari
- 7. Perubahan warna dan kekentalan urine
- 8. Mual atau ketidaknyamanan perut menjelang tidur
- 9. Bau napas tidak sedap (Ammonia Breath)
Gangguan pada ginjal sering kali memunculkan tanda-tanda awal yang terlihat jelas di malam hari, terutama ketika tubuh memasuki fase istirahat. Berdasarkan laporan Only My Health, sejumlah gejala dapat menjadi petunjuk bahwa fungsi ginjal mulai menurun, meski sering disalahartikan sebagai efek lelah harian. Keluhan seperti peningkatan buang air kecil, rasa gatal yang muncul tanpa sebab, atau tubuh yang terasa lemah menjelang tidur bisa menjadi gejala kerusakan ginjal yang perlu bunda perhatikan.
Ginjal merupakan organ penting yang bekerja menyaring racun sepanjang hari. Terganggunya fungsi pada ginjal menandakan bahwa tubuh memberikan sinyal halus yang sering muncul pada malam hari, akan tetapi banyak Bunda yang baru sadar setelah gejalanya semakin mengganggu. Bunda dapat mendeteksi sedini mungkin untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih serius.
Gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari
Bunda, kerusakan pada ginjal dapat diketahui lebih cepat apabila Bunda mengenal tanda-tandanya sedini mungkin. Dalam artikel ini, Bubun akan membantu para Bunda di rumah agar lebih waspada. Berikut ini sembilan gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari. Simak informasi selengkapnya, Bunda.
1. Sering buang air kecil di malam hari (Noctuaria)
Buang air kecil dan bangun tengah malam mungkin terdengar biasa saja bagi banyak orang. Kondisi ini bisa terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring cairan dengan optimal sehingga volume urine meningkat. Namun, Bunda juga harus berhati-hati jika kejadian tersebut terjadi secara berulang-ulang. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak lagi menyaring cairan dengan efisien dan menjadi salah satu gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari.
Dilansir dari The Health Site, peningkatan kebutuhan buang air kecil bisa menjadi bagian dari gejala kerusakan ginjal di malam hari, terutama jika kondisi tersebut disertai perubahan warna atau bau urine. Bunda perlu waspada apabila frekuensinya terus bertambah tanpa sebab yang jelas.Â
Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur Bunda dan membuat tubuh menjadi cepat lelah apabila dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mencatat frekuensinya dan perubahan lainnya. Hal ini dapat membantu Bunda saat perlu berkonsultasi ke dokter mengenai adanya gejala kerusakan ginjal.
2. Rasa gatal berlebihan (Itching)
Gatal pada kulit memang bisa disebabkan banyak faktor. Namun, ketika kondisi tersebut terjadi berulang-ulang terutama pada malam hari, Bunda patut waspada. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala kerusakan ginjal di malam hari.
Menurut ahli kesehatan, yang dilansir dari Only My Health, Ginjal berfungsi untuk membuang limbah dari darah dan menyeimbangkan mineralnya. Akan tetapi, penumpukan racun dalam darah mengakibatkan ginjal tidak bekerja optimal dapat memicu iritasi pada kulit yang bisa menjadi gejala kerusakan ginjal.Â
Jika Bunda merasakan gatal yang semakin intens menjelang tidur, ada baiknya memperhatikan apakah disertai tanda lain, seperti kulit kering, atau perubahan warna. Kombinasi gejala kerusakan ginjal seperti ini menunjukkan adanya masalah yang lebih serius.
3. Pembengkakan pada kaki, pergelangan, atau kelopak mata
Cairan dapat menumpuk di jaringan tubuh dan memicu bengkak saat fungsi ginjal menurun. Pada malam hari, pembengkakan ini bisa semakin terasa, terutama pada bagian kaki karena aktivitas yang sudah dilakukan seharian.
Beberapa orang mengabaikan gejala ini karena mengira bengkak hanya disebabkan terlalu lama berdiri. Namun, kondisi ini bisa berhubungan dengan gejala kerusakan ginjal di malam hari, terutama jika pembengkakan tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
Bunda disarankan lebih memperhatikan apakah pembengkakan tersebut lebih berat dari biasanya atau muncul hampir setiap malam. Tanda-tanda kecil seperti ini bisa membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih awal. Dengan demikian, Bunda dapat lebih waspada terhadap gejala kerusakan ginjal, khususnya di malam hari.Â
4. Kelelahan berlebihan menjelang tidur
Tubuh yang terasa sangat lelah pada malam hari memang tampak wajar, apalagi setelah beraktivitas seharian. Namun apabila rasa lelahnya terasa berlebihan hingga membuat tubuh lemas, hal itu bisa menandakan pasokan oksigen ke otot menurun akibat ginjal tidak memproduksi cukup hormon. Kondisi ini tentunya bisa menjadi gejala kerusakan ginjal yang perlu diwaspadai oleh Bunda.Â
Dalam kondisi tertentu, rasa lelah terus-menerus bisa menjadi salah satu gejala kerusakan ginjal di malam hari, terutama jika disertai pusing, sulit berkonsentrasi, atau napas pendek. Hal ini bisa terjadi karena tubuh mulai mengalami anemia ringan.
Rasa kelelahan yang berlebihan ini bisa menjadi tanda dari tubuh sedang memberikan sinyal bahwa ada bagian yang tidak bekerja optimal. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya jangan mengabaikan gejala kerusakan ginjal berupa rasa lelah yang tidak wajar setiap malam.
5. Sesak napas saat bersiap tidur
Sesak napas berlebihan saat bersiap tidur bisa menjadi salah satu gejala kerusakan ginjal. Hal ini dikarenakan ginjal tidak dapat mengatur cairan di dalam tubuh dengan baik. Cairan yang tidak bisa diatur dengan baik oleh ginjal bisa naik ke paru-paru dan mengganggu pernapasan. Itulah mengapa beberapa orang merasakan sesak napas yang lebih kuat saat malam hari.
Sesak napas seperti ini dapat berkaitan dengan gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari. Kondisi ini bisa terasa lebih berat ketika Bunda berbaring. Penumpukan cairan tubuh dapat membuat paru-paru bekerja lebih keras.
Penting bagi Bunda untuk segera catat frekuensi ketika Bunda sering terbangun karena sulit bernapas. Bunda perlu periksa gejala kerusakan ginjal ini ke dokter dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
6. Kram otot atau rasa tegang di malam hari
Kram otot yang muncul mendadak saat tidur bisa membuat Bunda terbangun dan sulit tidur kembali. Kondisi ini terjadi ketika kadar mineral seperti kalsium dan fosfor dalam tubuh tidak seimbang akibat gangguan fungsi ginjal.
Rasa tegang dan kram otot dapat menjadi bagian dari gejala kerusakan ginjal yang muncul di malam hari dalam beberapa kasus. Kondisi ini disertai dengan adanya rasa kesemutan atau kelemahan pada kaki. Ketidakseimbangan elektrolit bisa memicu kontraksi otot secara tiba-tiba.
Bunda perlu waspada jika kram atau rasa tegang pada otot terus muncul di setiap malam. Bunda perlu mencatat kapan gejala kerusakan ginjal mulai muncul dan seberapa sering terjadi. Informasi seperti itu akan memudahkan dokter saat melakukan pengobatan.
7. Perubahan warna dan kekentalan urine
Perubahan pada urine yang mencakup perubahan warna, urine menjadi kental, dan berbusa bisa menjadi peringatan awal terhadap gejala kerusakan ginjal. Jika Bunda melihat urine berbusa, berbuih, atau warnanya berubah, ini bisa menunjukkan bahwa ginjal sedang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut berupa protein atau zat lain ikut terbuang lewat urine.
Pada umumnya, ginjal menahan komponen penting seperti protein agar tetap dalam darah. Namun, protein bisa ikut terbuang dan menyebabkan urine menjadi berbusa ketika filter ginjal terganggu. Gejala kerusakan ginjal yang lain, seperti bengkak atau lemas, dapat bermunculan jika kondisi tersebut terus terjadi. Ada baiknya jika Bunda segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Perubahan warna atau kejernihan urine juga perlu dicatat oleh Bunda. Bunda dapat melihat perubahan warna urine yang menjadi terlalu gelap, terlalu keruh, atau sangat berbeda dari biasanya. Hal tersebut bisa menjadi gejala kerusakan ginjal dan tanda bahwa ginjal tidak lagi bisa menjaga keseimbangan dengan baik.
8. Mual atau ketidaknyamanan perut menjelang tidur
Ginjal yang tidak berfungsi optimal bisa menyebabkan penumpukan zat-zat sisa dalam darah. Hal tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan serta indra pengecap. Bunda mungkin merasa mulut terasa pahit, tidak nafsu makan, atau mual. Kondisi ini menjadi salah satu bentuk gejala kerusakan ginjal di malam hari yang tidak selalu disadari.
Perubahan rasa atau nafsu makan sering dianggap akibat stres atau kelelahan. Namun jika terjadi terus-menerus, tanpa sebab jelas, dan disertai gejala fisik lain seperti perubahan warna urine atau pembengkakan, ini bisa menjadi gejala kerusakan ginjal dan tanda bahwa ginjal perlu diperiksa segera.
Bunda bisa mulai memerhatikan kebiasaan makan dan rasa mulut setiap selesai makan malam atau sebelum tidur. Apabila terasa berbeda dari biasanya, Bunda sebaiknya mencatat perbedaan tersebut. Kondisi ini bisa menjadi bagian dari peringatan dini tubuh.
9. Bau napas tidak sedap (Ammonia Breath)
Bau napas seperti logam atau amonia bisa muncul ketika kadar racun dalam darah meningkat, dan kondisi ini sering berkaitan dengan gejala kerusakan ginjal. Ginjal yang melemah membuat sisa metabolisme menumpuk dalam tubuh. Penumpukan inilah yang kemudian berdampak pada aroma napas Bunda.
Apabila bau tidak sedap ini semakin terasa pada malam hari, kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari gejala kerusakan ginjal yang penting untuk diperhatikan. Biasanya, perubahan aroma ini disertai rasa pahit di mulut. Beberapa Bunda juga mungkin merasakan penurunan nafsu makan secara perlahan.
Jika perubahan aroma napas terjadi terus-menerus, perhatikan apakah disertai gejala lain seperti mual atau mudah lelah, karena keduanya sering berhubungan dengan gejala kerusakan ginjal. Kombinasi keluhan ini bisa menjadi sinyal bahwa fungsi ginjal mulai menurun. Bila berlangsung berulang, ada baiknya Bunda mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bunda, mengenali perubahan kecil pada tubuh sangat penting agar masalah kesehatan bisa dicegah lebih cepat. Jika beberapa keluhan muncul berulang setiap malam, terutama yang berkaitan dengan gejala kerusakan ginjal, sebaiknya Bunda tidak menunda untuk memeriksakan diri. Langkah cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius, sekaligus menjaga tubuh tetap sehat dan kuat untuk beraktivitas setiap hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kenapa Manusia Punya Dua Ginjal? Ini Fungsi dan Penjelasannya
Mom's Life
5 Tanda Awal Kerusakan Ginjal yang Muncul Pagi Hari, Perhatikan Sinyal Tubuh Ini!
Mom's Life
Kenali Beragam Gejala Batu Ginjal pada Perempuan
Mom's Life
Hati-Hati, 5 Jenis Minuman Ini Bisa Merusak Ginjal Bun
Mom's Life
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Diabesity, Ancaman Baru bagi Kesehatan
5 Gejala Awal Diabetes yang Terlihat di Toilet
3 Kebiasaan yang Dikira Sehat Ternyata Berbahaya Merusak Jantung