MOM'S LIFE

Ingin Sempurna dan Perkasa Sering Jadi Penyebab Ibu-ibu Stres

Nurvita Indarini 13 Des 2017
Ingin Sempurna dan Perkasa Sering Jadi Penyebab Ibu-ibu Stres (Foto: Thinkstock) Ingin Sempurna dan Perkasa Sering Jadi Penyebab Ibu-ibu Stres (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kadang nih karena khawatir beberapa hal nggak sesuai dengan yang kita mau, kita pun berupaya melakukan semua sendiri. Tanpa sadar kita pun 'memaksa' diri menjadi perkasa. Lalu tanpa disadari stres pun melanda.

Dulu saya merasa bisa melakukan semua sendiri juga, Bun. Setelah seharian bekerja, di rumah mengerjakan pekerjaan rumah, plus bermain sama si kecil. Suami juga berkontribusi sih, tapi porsi lebih banyak masih saya yang pegang. Soalnya kadang yang suami saya lakukan nggak seperti yang saya inginkan. Jadi mendingan saya saja yang kerjakan sendiri deh, daripada saya ngomel-ngomel.


Tapi saya nggak memperhitungkan energi yang saya punya nih. Alhasil saya pun kecapekan dan ujung-ujungnya stres sendiri.

Psikolog Vera Itabiliana beberapa waktu bilang seseorang cenderung stres ketika harapan nggak sesuai realita. Nah, karena itu ekspektasi nggak boleh berlebihan alias nggak realistis dan nggak fleksibel.

"Tanpa target di luar diri kita, diri kita sudah berubah. Jangan diperberat dengan hal lain," kata Vera.

Vera pun menyarankan agar kita lebih rileks, sehingga nggak gampang tertekan. Kadang kita nggak perlu jadi perkasa jika energi yang kita punya nggak sebesar orang lain atau yang kita harapkan.

"Tiap orang beda-beda. Coba lebih rileks dengan jalan pagi, yoga, komunikasi dengan pasangan dan berbagi peran dengan suami," saran Vera.

Oh iya, kita sering juga ya menganggap suami harusnya tahu semua tanpa harus kita beri tahu. Tapi nyatanya mereka nggak secanggih itu sehingga harus tahu sendiri semua hal. Nggak apa-apa kalau kita harus kasih tahu atau minta tolong suami untuk melakukan sesuatu, meski cara atau hasilnya nggak sesuai ekspektasi kita.

"Bisa aja wanita jadi perkasa, tapi ada kejadian dulu baru terima kondisi itu. Nggak apa-apa kok dari awal menyiapkan support system. Jadi bilang, 'Aku mau melakukan semua sendiri, tapi nanti kalau nggak bisa sendiri, bantuin ya'," papar Vera.

Realistis itu kita nggak perlu memaksakan segala sesuatu harus sempurna, Bun. Soalnya balik lagi, kadang kesempurnaan itu bikin kita tertekan sendiri.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi