Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Tragis! Bayi 2 Minggu Meninggal setelah Disusui Ibundanya, Polisi Selidiki Penyebabnya

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2026 08:55 WIB

Ilustrasi Benarkah Petasan Sebabkan Bayi Meninggal
Tragis! Bayi 2 Minggu Meninggal setelah Disusui Ibundanya, Polisi Selidiki Penyebabnya/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Bayi meninggal setelah disusui menjadi peristiwa memilukan yang terjadi di Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India. Seorang bayi laki-laki yang baru berusia dua minggu dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami tersedak saat sedang menyusu dari ibundanya di rumah.

Peristiwa tersebut membuat keluarga bergegas membawa sang bayi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit pemerintah, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Pihak kepolisian setempat kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut kejadian tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi peristiwa ini? Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kronologi bayi meninggal setelah tersedak saat disusui

Mengutip laman DT Next, peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore di kediaman keluarga yang tinggal di Desa Tirunilai, dekat Ponneri, Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India.

Bayi laki-laki tersebut merupakan anak ketiga sekaligus anak bungsu dari pasangan Senthil Kumar (25) dan Madumitha (23). Sang ayah diketahui bekerja sebagai sopir truk.

Menurut keterangan kepolisian, Madumitha sedang menyusui bayinya ketika sang anak tiba-tiba mengalami tersedak dan kemudian mengalami komplikasi. Khawatir dengan kondisi buah hatinya, Madumitha segera membawa bayi tersebut ke pusat layanan kesehatan primer yang berada tidak jauh dari desa tempat tinggal mereka.

Setelah mendapatkan penanganan awal, bayi tersebut kemudian dirujuk ke rumah sakit pemerintah di Ponneri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, dokter yang memeriksanya menyatakan bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, polisi mencatat kasus ini dan menyerahkan jenazah bayi kepada pihak keluarga.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, kepolisian Periyapalayam masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kejadian tersebut. 

Pertolongan pertama jika bayi tersedak saat menyusui

Tersedak pada anak-anak umumnya terjadi ketika mereka sedang makan atau bermain. Anak berusia 1–5 tahun memiliki kecenderungan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses mengenal lingkungan di sekitarnya.

Benda berukuran kecil, seperti kelereng, manik-manik, dan baterai berbentuk kancing, berisiko masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan penyumbatan. Oleh sebab itu, orang tua perlu menyimpan benda-benda tersebut di tempat yang aman dan tidak dapat dijangkau oleh anak.

Selain memperhatikan lingkungan bermain, orang tua juga perlu memastikan makanan yang diberikan kepada anak memiliki ukuran, bentuk, dan tekstur yang sesuai untuk mengurangi risiko tersedak.

Meskipun berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, kejadian tersedak tetap dapat terjadi. Biasanya, orang di sekitar anak dapat melihat secara langsung ketika anak menelan benda yang berpotensi menyumbat saluran pernapasan.

Namun, apabila anak mendadak batuk setelah makan atau setelah bermain dengan benda-benda kecil, terutama jika anak sebelumnya tampak sehat, kondisi tersebut perlu dicurigai sebagai tanda tersedak.

Langkah-langkah membantu anak yang tersedak

  • Periksa benda yang menyumbat: Jika benda terlihat jelas dan mudah dijangkau, keluarkan dengan hati-hati. Jangan memasukkan jari secara sembarangan karena dapat mendorong benda semakin dalam.
  • Anjurkan anak untuk batuk: Jika anak masih bisa batuk dengan kuat, biarkan anak terus batuk dan awasi kondisinya.
  • Segera minta pertolongan: Jika batuk melemah, anak tidak bisa bersuara, atau kesulitan bernapas, segera minta bantuan darurat.
  • Sesuaikan pertolongan dengan usia: Pada bayi di bawah satu tahun, lakukan tepukan punggung dan dorongan dada. Pada anak di atas satu tahun, pertolongan dapat berupa tepukan punggung dan dorongan perut.
  • Pantau kondisi anak: Jika sumbatan belum teratasi, lanjutkan pertolongan pertama sesuai prosedur sambil menunggu bantuan medis.
  • Penting, Bunda: Jangan melakukan sapuan jari secara membabi buta di dalam mulut anak. Jika anak tidak mampu bernapas, batuk, atau bersuara, segera hubungi layanan darurat dan ikuti instruksi petugas.

Cara melakukan tepukan punggung, dorongan dada, dan dorongan perut

Berikut beberapa cara melakukan tepukan punggung, dorongan dada, dan dorongan perut dengan benar.

1. Tepukan punggung pada bayi berusia di bawah satu tahun

  • Duduklah dengan posisi stabil, kemudian letakkan bayi dalam posisi tengkurap di sepanjang lengan bawah atau paha. Sangga kepala dan leher bayi dengan baik.
  • Berikan maksimal lima tepukan tegas menggunakan pangkal telapak tangan pada bagian tengah punggung, tepat di antara kedua tulang belikat.
  • Setelah setiap tepukan, periksa apakah benda yang menyumbat telah keluar. Hentikan tindakan apabila sumbatan sudah teratasi.

2. Tepukan punggung pada anak berusia di atas satu tahun

  • Jika memungkinkan, posisikan anak dalam keadaan tengkurap di atas pangkuan dengan kepala mendapat dukungan yang memadai.
  • Apabila posisi tersebut tidak dapat dilakukan, bantu anak membungkuk ke depan, lalu berikan hingga lima tepukan tegas pada bagian punggung.
  • Periksa kondisi anak setelah setiap tepukan untuk mengetahui apakah benda penyebab tersedak telah keluar.
  • Jika tepukan punggung belum berhasil mengatasi sumbatan dan anak masih sadar, pertolongan dapat dilanjutkan dengan dorongan dada untuk bayi di bawah satu tahun atau dorongan perut untuk anak berusia di atas satu tahun. 

Teknik tersebut bertujuan menghasilkan tekanan yang membantu mendorong benda keluar dari saluran pernapasan.

3. Dorongan dada pada bayi berusia di bawah satu tahun

  • Baringkan bayi dalam posisi telentang pada permukaan yang stabil, dengan kepala berada lebih rendah daripada bagian tubuh lainnya sesuai prosedur pertolongan pertama.
  • Letakkan dua jari pada bagian tengah dada bayi, tepat di bawah garis yang menghubungkan kedua puting.
  • Lakukan hingga lima dorongan dada sesuai teknik pertolongan pertama bayi. Periksa setelah setiap dorongan untuk memastikan apakah benda penyumbat sudah keluar.

4. Dorongan perut pada anak berusia di atas satu tahun

  • Berdirilah atau berlutut di belakang anak, kemudian lingkarkan kedua lengan pada bagian tubuh atasnya.
  • Kepalkan salah satu tangan dan tempatkan di bagian perut atas, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
  • Pegang kepalan tersebut menggunakan tangan lainnya, lalu berikan dorongan cepat ke arah dalam dan atas.
  • Lakukan hingga lima dorongan sambil memeriksa kondisi anak setelah setiap tindakan.
  • Hindari memberikan tekanan langsung pada tulang rusuk bagian bawah karena dapat menyebabkan cedera.

Catatan keselamatan: Teknik pertolongan pertama harus mengikuti panduan resmi sesuai usia anak. Pada bayi, hindari dorongan perut. Jika anak masih mampu batuk kuat, utamakan agar anak terus batuk sambil diawasi.

Cara mencegah bayi tersedak saat menyusui

Bayi dapat tersedak saat menyusu jika aliran ASI terlalu deras sehingga sulit menyesuaikan isapan, menelan, dan pernapasan.

Untuk membantu mencegahnya, Bunda dapat memberi bayi jeda saat menyusu dan melepaskannya sementara dari payudara ketika ASI mengalir deras. Setelah aliran melambat, bayi bisa kembali disusui.

Bunda juga dapat mencoba posisi menyusui bersandar (laid-back position) atau posisi sepak bola (football hold) agar bayi lebih nyaman dan mampu mengatur aliran ASI. Pastikan kepala dan leher bayi tertopang dengan baik selama menyusu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda