menyusui
Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara
HaiBunda
Rabu, 28 Oct 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Penyebab kanker payudara masih terus diteliti. Selain faktor genetik, hormon, dan gaya hidup, para ilmuwan juga mempelajari kemungkinan pengaruh paparan bahan kimia di lingkungan terhadap risiko kanker ini.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Health Perspectives pada September 2026 menemukan 485 bahan kimia yang berpotensi berkaitan dengan kanker payudara dalam formulasi pestisida. Temuan ini menyoroti pentingnya mengevaluasi keamanan pestisida secara menyeluruh, bukan hanya bahan aktif yang tercantum pada label produk.
Penelitian tersebut dilakukan tim dari Silent Spring Institute, Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa sejumlah bahan kimia yang masuk dalam daftar penelitian dapat ditemukan pada berbagai sumber paparan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian temukan 485 bahan kimia dalam formulasi pestisida
Studi ini berjudul Guiding Risk Reduction for Breast Cancer-Relevant Chemicals (BC-Chems): Chemical Production Volumes, Sources, Intake Levels, Emissions, and Regulations, yang diterbitkan pada 23 September 2026 dalam jurnal Environmental Health Perspectives.
Penelitian ini melibatkan Jennifer E. Kay dan rekan-rekannya dari Silent Spring Institute serta sejumlah institusi akademik di Amerika Serikat.
Sebelumnya, tim peneliti telah mengidentifikasi sekitar 920 bahan kimia yang berkarakteristik biologis yang relevan dengan risiko kanker payudara. Bahan-bahan tersebut masuk dalam daftar karena sebagian ditemukan dapat memicu tumor pada kelenjar susu hewan percobaan, sedangkan sebagian lainnya dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron dalam pengujian laboratorium
Dalam penelitian terbaru, para peneliti mencocokkan daftar tersebut dengan lebih dari selusin basis data pemerintah Amerika Serikat untuk memetakan sumber penggunaan dan potensi paparan bahan kimia.
Hasilnya, peneliti menemukan 485 bahan kimia yang masuk dalam daftar tersebut terdapat dalam formulasi pestisida. Sebanyak 145 di antaranya tercatat sebagai bahan aktif pestisida oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA).
Temuan ini menunjukkan bahwa formulasi pestisida dapat mengandung berbagai bahan kimia yang perlu dikaji lebih lanjut terkait potensi dampaknya terhadap kesehatan payudara.
Mengapa bahan kimia dalam pestisida perlu diperhatikan?
Menurut penulis utama penelitian, Dr. Jennifer Kay, ilmuwan peneliti di Silent Spring Institute, penilaian keamanan pestisida cenderung berfokus pada bahan aktifnya.Â
"Saat memikirkan keamanan pestisida, kita cenderung berfokus pada bahan aktifnya. Namun, manusia terpapar pada keseluruhan formulasi tersebut, dan temuan kami menunjukkan bahwa banyak bahan kimia lainnya juga dapat menimbulkan risiko," kata Dr Kay melansir Scitechdaily.
Dalam pestisida, istilah inert bukan berarti bahan tersebut pasti aman. Istilah ini merujuk pada perannya dalam formulasi produk, bukan jaminan bahwa bahan tersebut tidak memiliki dampak terhadap tubuh.
Dr Kay menyoroti adanya celah dalam pengujian keamanan bahan-bahan tersebut, terutama terkait potensi pengaruhnya terhadap kesehatan payudara.
Temuan ini menjadi alasan para peneliti untuk mendorong evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap formulasi pestisida.
Meski demikian, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh bahan kimia yang teridentifikasi menyebabkan kanker payudara pada manusia. Temuan dari pengujian laboratorium ini menjadi petunjuk peneliti untuk menentukan bahan kimia mana yang perlu diteliti lebih lanjut. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan risiko kanker payudara pada manusia.
Bahan kimia yang berpotensi berkaitan dengan kanker payudara ditemukan di mana saja?
Penelitian ini tidak hanya memetakan bahan kimia dalam pestisida. Para peneliti juga mengidentifikasi keberadaan bahan kimia yang relevan dengan kanker payudara pada berbagai kategori produk dan sumber paparan.
Berikut beberapa temuan yang dilaporkan dalam penelitian tersebut:
- Produk konsumen: sekitar 500 bahan kimia dalam daftar penelitian teridentifikasi berkaitan dengan kategori produk konsumen.
- Makanan: sebanyak 462 bahan kimia tercatat berkaitan dengan sumber pangan.
- Air minum: sebanyak 162 bahan kimia teridentifikasi berkaitan dengan sumber air minum.
- Produk farmasi: sebanyak 142 bahan kimia masuk dalam kategori ini.
- Bahan bangunan: sebanyak 106 bahan kimia teridentifikasi dalam kategori bahan konstruksi.
- Formulasi pestisida: sebanyak 485 bahan kimia ditemukan dalam kategori ini.
Angka tersebut merupakan jumlah bahan kimia yang teridentifikasi pada setiap kategori, bukan jumlah orang yang terpapar. Kategori-kategori itu juga tidak berarti seluruh produk makanan, air minum, atau produk konsumen mengandung semua bahan kimia tersebut.
Para peneliti juga mengacu pada data biomonitoring federal Amerika Serikat. Data tersebut menunjukkan bahwa 84 bahan kimia dalam daftar penelitian telah terdeteksi di dalam tubuh manusia.
Beberapa contoh yang disebutkan dalam laporan adalah pestisida organofosfat, termasuk malathion, serta DDT yang penggunaannya telah dilarang di Amerika Serikat sejak beberapa dekade lalu.
Data ini menunjukkan bahwa sejumlah bahan kimia tersebut memang pernah terdeteksi dalam tubuh manusia. Namun, keberadaan bahan kimia dalam tubuh tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang akan mengalami kanker payudara.
Apakah paparan pestisida bisa menyebabkan kanker payudara?
Sejumlah bahan kimia diteliti karena dapat memengaruhi jalur hormon yang berkaitan dengan perkembangan payudara atau memicu tumor pada kelenjar susu hewan percobaan. Mekanisme tersebut membuat para ilmuwan perlu menyelidiki lebih lanjut apakah paparan tertentu juga berkontribusi terhadap risiko kanker payudara pada manusia.
Namun, hasil pengujian pada hewan atau sel tidak selalu dapat diterapkan secara langsung pada manusia. Risiko juga dapat dipengaruhi oleh jenis bahan kimia, dosis, lama paparan, jalur masuk ke tubuh, serta faktor biologis individu.
National Cancer Institute (NCI), lembaga penelitian kanker di Amerika Serikat, juga menjelaskan bahwa para ilmuwan masih mempelajari kemungkinan hubungan antara paparan bahan kimia lingkungan dan kanker payudara. Penelitian ini memiliki tantangan karena sulit memisahkan pengaruh paparan tertentu dari berbagai faktor risiko lain.
Jadi, temuan ini bukan berarti orang yang menggunakan pestisida atau mengonsumsi makanan yang terpapar pestisida pasti akan mengalami kanker payudara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Ada 900 Lebih Zat Kimia di Sekitar Kita yang Berpotensi Picu Kanker Payudara, Apa Saja?
Menyusui
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Menyusui
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
Menyusui
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Menyusui
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bikin Khawatir, PFAS Ditemukan di Semua Sampel ASI di Negara Ini
Studi Ungkap Partikel Kecil dalam ASI Bisa Bawa Sinyal Stres Ibu ke Otak Bayi
ASI dan Air Liur Bayi Ternyata Punya Reaksi Unik, Punya Manfaat Tak Terduga