Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Berkat Hidung Tajam Sang Anjing, Bunda Ini Selamat dari Kanker Payudara

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 16 Oct 2026 08:55 WIB

Ilustrasi anjing peliharaan
Berkat Hidung Tajam Sang Anjing, Bunda Ini Selamat dari Kanker Payudara/Foto: Getty Images/Kiwis
Daftar Isi
Jakarta -

Ikatan antara manusia dan hewan peliharaan terkadang menghadirkan kisah yang tak terduga. Seperti yang dialami seorang Bunda asal Inggris, Trisha Allison, yang merasa anjing kesayangannya telah membantu menyelamatkan nyawanya setelah menunjukkan perilaku tidak biasa di area payudaranya.

Kisah Trisha menjadi perhatian setelah ia menceritakan bagaimana anjingnya, Luna, membantunya menyadari adanya masalah kesehatan yang sebelumnya tidak ia ketahui. Pemeriksaan medis yang dilakukan setelah kejadian tersebut mengungkap dua benjolan kanker payudara.

Dilansir dari StudyFinds, kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil pada tubuh perlu diperhatikan. Terlebih, kanker payudara dapat berkembang tanpa gejala yang langsung disadari oleh penderitanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kisah Bunda Trisha Allison dan anjing kesayangannya

Trisha Allison, seorang ibu dua anak berusia 50 tahun asal Wilford, Nottinghamshire, Inggris, sedang bersantai di sofa sambil menonton televisi ketika kejadian tersebut berlangsung.

Saat itu, Luna, anjing berusia dua tahun yang merupakan campuran ras collie dan greyhound, tiba-tiba melompat ke arahnya. Anjing tersebut kemudian terus mengendus dan menyenggol area payudara kanan Trisha sebelum memilih berbaring di dekatnya.

Perilaku Luna terasa tidak biasa bagi Trisha. Pasalnya, anjing kesayangannya itu bukanlah hewan yang biasanya menunjukkan sikap manja secara berlebihan. Sekitar 45 menit kemudian, Trisha mulai merasakan ketidaknyamanan. Ia kemudian memeriksa payudaranya sendiri dan menyadari adanya sesuatu yang membuatnya khawatir.

Trisha pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Ia kemudian dirujuk ke Nottingham City Hospital untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan MRI mengungkap adanya dua benjolan kanker payudara. Diagnosis tersebut membuat Trisha harus menjalani penanganan medis, termasuk dua kali operasi untuk mengangkat tumor.

Trisha mengaku sangat bersyukur atas perilaku Luna yang membuatnya lebih memperhatikan kondisi payudaranya.

"Jika bukan karena Luna, aku tidak akan menemukannya hari itu," ungkap Trisha, dikutip dari StudyFinds.

Ia juga meyakini bahwa kondisi payudaranya yang padat atau dense breasts mungkin membuat benjolan tersebut lebih sulit disadari jika ia tidak memeriksanya saat itu. Bagi Trisha, Luna bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan teman yang membantunya menyadari sesuatu yang penting tentang kesehatannya.

Benarkah anjing bisa mendeteksi kanker payudara?

Kisah Luna dan Trisha menimbulkan pertanyaan, apakah anjing memang memiliki kemampuan untuk mendeteksi kanker pada manusia?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anjing memiliki indra penciuman yang sangat sensitif. Kemampuan ini menarik perhatian para peneliti karena beberapa jenis kanker diduga menghasilkan pola senyawa kimia yang dapat dikenali melalui penciuman.

Senyawa tersebut dikenal sebagai volatile organic compounds (VOCs), yaitu senyawa organik yang mudah menguap dan dapat ditemukan dalam berbagai sampel biologis, seperti napas, urine, atau keringat.

Pada pasien kanker, perubahan proses metabolisme sel dapat menghasilkan pola senyawa yang berbeda. Anjing yang telah dilatih secara khusus berpotensi mengenali pola bau tersebut.

Meski demikian, kemampuan Luna dalam kisah Trisha tidak membuktikan bahwa anjing peliharaan dapat mendiagnosis kanker payudara secara akurat. Perilaku Luna mungkin menjadi pemicu bagi Trisha untuk memeriksakan diri, tetapi diagnosis kanker tetap ditegakkan melalui pemeriksaan medis.

Studi tentang kemampuan anjing mendeteksi kanker payudara

Penelitian mengenai kemampuan anjing mendeteksi kanker telah dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah studi yang diterbitkan dalam jurnal Biology pada 2021.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melatih seekor anjing jenis Labrador retriever untuk mengenali sampel urine dari pasien kanker payudara. Sampel yang digunakan mencakup urine dari 40 pasien kanker payudara, 142 pasien dengan penyakit ganas selain kanker payudara, serta 18 orang sehat.

Pada 40 pengujian buta yang dilaporkan, anjing tersebut berhasil mengidentifikasi sampel pasien kanker payudara. Hasil awal ini menunjukkan potensi penggunaan indra penciuman anjing untuk membantu penelitian pengembangan metode skrining kanker.

Namun, penelitian tersebut masih bersifat awal. Hasil yang diperoleh dari satu anjing dalam kondisi pengujian tertentu tidak dapat langsung diterapkan sebagai bukti bahwa metode ini akan memiliki tingkat akurasi yang sama pada populasi yang lebih luas.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications tahun 2025 juga mengevaluasi kemampuan anjing mengenali kanker payudara melalui sampel keringat. Studi yang melibatkan 181 pasien itu menemukan bahwa kemampuan anjing membedakan lesi jinak dan ganas masih terbatas. Ketika hasil positif dari salah satu dari dua anjing digunakan sebagai penanda, sensitivitas mencapai 80,4 persen, tetapi spesifisitasnya hanya 21,6 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun anjing dapat mengenali pola bau tertentu, kemampuan ini belum cukup akurat untuk digunakan sebagai metode diagnosis klinis. Para peneliti berharap pemahaman tentang senyawa yang dikenali anjing dapat membantu pengembangan teknologi pendeteksi kanker pada masa mendatang.

Pentingnya deteksi dini kanker payudara

Terlepas dari kisah Trisha dan Luna, Bunda tetap perlu memperhatikan kesehatan payudara dan tidak menunggu munculnya gejala yang mengganggu.

Kanker payudara dapat menunjukkan sejumlah tanda, tetapi gejalanya tidak selalu sama pada setiap orang. Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain:

Muncul benjolan baru pada payudara atau area ketiak.Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara.Perubahan pada kulit payudara, seperti kulit yang tampak berlesung atau menyerupai kulit jeruk.Puting tertarik ke dalam atau mengalami perubahan yang tidak biasa.Keluarnya cairan dari puting yang tidak berkaitan dengan menyusui, terutama jika bercampur darah.Nyeri atau perubahan lain pada payudara yang menetap.

Tidak semua benjolan atau perubahan pada payudara merupakan kanker. Namun, perubahan yang baru muncul atau tidak biasa sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui.

Bunda juga dapat mempelajari cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengenali perubahan pada payudara. Pemeriksaan ini membantu meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan klinis atau skrining yang dianjurkan sesuai usia dan faktor risiko.

Pemeriksaan lanjutan dapat mencakup pemeriksaan dokter, mammografi, USG, atau biopsi sesuai indikasi medis.

Kisah Trisha dan Luna menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap perubahan kecil dapat mendorong seseorang mengambil langkah penting bagi kesehatannya. Namun, untuk mendeteksi kanker payudara, Bunda tetap perlu mengandalkan pemeriksaan medis yang sesuai.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda