Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Ketahui Jenis Alat Kontrasepsi yang Bisa Picu Risiko Kanker Payudara

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Rabu, 30 Sep 2026 08:55 WIB

ilustrasi kanker payudara
Ketahui Jenis Alat Kontrasepsi yang Bisa Picu Risiko Kanker Payudara/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Penggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu cara yang banyak dipilih pasangan untuk mengatur jarak kehamilan maupun merencanakan keluarga. Namun, jenis kontrasepsi yang digunakan juga perlu diperhatikan karena kandungan hormon di dalamnya dapat memberikan efek yang berbeda pada tubuh.

Mengutip laman Medical, sebuah penelitian terbaru dari Uppsala University, Swedia, menemukan bahwa risiko kanker payudara dapat berbeda-beda tergantung jenis hormon yang terdapat dalam alat kontrasepsi hormonal. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 2 juta perempuan dan remaja perempuan di Swedia.

Penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada pil kontrasepsi kombinasi yang dahulu menjadi pilihan paling umum. Saat ini, metode kontrasepsi berbasis progestin semakin banyak digunakan sehingga penting untuk mempelajari dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan secara lebih mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Studi temukan risiko kanker payudara berbeda berdasarkan kandungan hormon

Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Oncology ini mengamati 2.095.130 remaja perempuan dan perempuan usia 13-49 tahun di Swedia. Mereka diikuti menggunakan data registrasi nasional selama periode 2006-2019.

Selama penelitian, tercatat 16.385 kasus kanker payudara. Peneliti kemudian membandingkan risiko berdasarkan jenis dan kandungan hormon dalam alat kontrasepsi yang digunakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi hormonal secara keseluruhan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 24 persen secara relatif. Namun, peningkatan risiko absolutnya tetap kecil, yakni sekitar satu kasus tambahan per 7.752 pengguna per tahun.

Artinya, angka tersebut tidak berarti satu dari setiap beberapa ribu perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal pasti mengalami kanker payudara. Penelitian tersebut menunjukkan adanya asosiasi statistik, bukan kepastian bahwa kontrasepsi menyebabkan kanker pada seseorang.

Desogestrel meningkatkan risiko kanker payudara 

Salah satu temuan penting penelitian adalah adanya perbedaan risiko berdasarkan jenis progestin. Desogestrel menjadi salah satu kandungan yang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi. Pada pengguna kontrasepsi oral yang hanya mengandung desogestrel, risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan kelompok pembanding yang menggunakan pil kombinasi berbasis levonorgestrel.

Kontrasepsi kombinasi yang mengandung desogestrel juga menunjukkan peningkatan risiko. Selain itu, implan yang mengandung etonogestrel, metabolit aktif dari desogestrel, juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dalam penelitian tersebut.

"Tidak semua kontrasepsi hormonal memberikan efek yang sama terhadap risiko kanker payudara. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa beberapa jenis progestin khususnya desogestrel dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi, sementara jenis lainnya, seperti suntikan depot medroxyprogesterone acetate, tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko," ujar Profesor Ã…sa Johansson, pemimpin kelompok penelitian di Uppsala University dan SciLifeLab sekaligus penulis senior studi dikutip dari laman Medical.

Apakah Bunda harus berhenti menggunakan alat kontrasepsi?

Temuan penelitian ini tidak berarti semua perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal harus langsung menghentikan penggunaannya.

Fatemeh Hadizadeh, penulis utama menyebut bahwa manfaat kontrasepsi hormonal tetap perlu diperhitungkan. Selain mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, kontrasepsi hormonal diketahui memiliki manfaat kesehatan tertentu, termasuk menurunkan risiko kanker ovarium dan kanker endometrium serta membantu mengatasi nyeri haid dan perdarahan menstruasi yang berat.

Karena itu, pemilihan alat kontrasepsi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setiap perempuan, termasuk usia, riwayat kesehatan, faktor risiko kanker payudara, jenis kontrasepsi, serta kebutuhan dalam mengatur kehamilan.

"Kontrasepsi hormonal sangat efektif dan memberikan manfaat penting bagi kesehatan. Kami tidak menganjurkan perempuan untuk berhenti menggunakannya. Selain membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, kontrasepsi hormonal juga dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan kanker endometrium, meredakan nyeri menstruasi serta perdarahan menstruasi yang berlebihan, membantu mengatasi jerawat, dan memberikan perempuan kendali yang lebih besar terhadap kesehatan reproduksinya," tuturnya.

Hari Kontrasepsi Sedunia, tingkatkan kesadaran penggunaan alat kontrasepsi

Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) menyebut Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) diperingati setiap 26 September. Tujuan peringatan Hari Kontrasepsi Internasional ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan penggunaan kontrasepsi dan memberikan pilihan untuk pasangan muda terkait kesehatan seksual dan reproduksi mereka.

Kampanye WCD ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang metode pengendalian kelahiran (birth control) yang tersedia bagi perempuan dan pasangannya, yang memungkinkan mereka membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi mereka. Kampanye global ini juga mendorong pendidikan yang lebih baik terkait seks yang aman dan terlindungi sehingga tidak ada kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan.

YKP juga menjelaskan bahwa terdapat berbagai metode kontrasepsi, termasuk metode barier, hormonal, dan nonhormonal. Kondom menjadi salah satu metode yang selain membantu mencegah kehamilan juga dapat membantu melindungi dari infeksi menular seksual.

Penyakit seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan bisa memicu masalah kesehatan fisik maupun psikis. Pembicaraan tentang seks dan kontrasepsi sebaiknya tidak menjadi tabu, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi termasuk kontrasepsi adalah satu hal yang perlu menjadi bagian penting bagi remaja.

Oleh karena itu, informasi mengenai kesehatan seksual, termasuk penggunaan alat kontrasepsi, menjadi sangat penting. Seperti penelitian yang diungkapkan oleh Journal of Sociological Research, kehamilan dan infeksi penyakit menular seksual sangat rentan dialami oleh remaja. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda