menyusui
Benarkah Radiasi di Ketinggian Berisiko Picu Kanker Payudara pada Pramugari?
HaiBunda
Kamis, 17 Sep 2026 08:55 WIB
Di balik tugasnya di udara yang terkesan prestise, ternyata cabin crew juga harus berhadapan dengan risiko, salah satunya paparan radiasi. Tak banyak disadari, radiasi di ketinggian disebut bisa picu kanker payudara pada pramugari.
Perjalanan dengan pesawat seharusnya berjalan nyaman terutama bagi cabin crew yang setiap hari harus bertugas. Namun kenyataannya, saat terbang di udara, paparan radiasi tak ditampik menjadi risiko yang sulit dihindari.Â
Risiko radiasi di ketinggian saat berada di pesawat
Hal ini pun menjadi sebuah kewaspadaan baru yang perlu disadari para cabin crew. Seperti diketahui bahwa untuk pertama kalinya, sebuah pengadilan di Prancis mengakui adanya radiasi kosmik sebagai faktor penyebab kanker payudara pada seorang pramugari senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sophie Lainault, mantan pramugari Air France berusia 59 tahun, berupaya agar kankernya diakui sebagai penyakit akibat kerja yang dipicu oleh kondisi pekerjaannya, seperti dikutip dari laman Bbc.
Hal itu pun kini telah dikukuhkan dalam putusan pengadilan di Kota Bayonne, Prancis Barat Daya, yang menyatakan bahwa radiasi kosmik merupakan salah satu dari tiga bahaya karsinogenik yang timbul dari profesinya. Dua bahaya lainnya adalah paparan asap rokok (perokok pasif) dan pekerjaan malam hari dalam jangka waktu lama.
Dengan adanya keputusan tersebut, artinya Lainault, yang saat ini sedang dalam masa pemulihan (remisi) dari kankernya, dapat mengambil pensiun dini dengan seluruh biaya pengobatan lanjutan ditanggung sepenuhnya oleh sistem kesehatan Prancis.
Menurut para pengacara, dengan ditetapkannya kanker payudara sebagai risiko yang diakui secara resmi bagi awak pesawat, pengadilan juga telah membuka jalan bagi banyak klaim serupa lainnya.Â
"Harapan terbesar saya adalah keputusan ini dapat mendorong perempuan lain yang selama ini belum berani mengambil langkah serupa," ujar Lainault.
Selama bekerja sebagai pramugari dan kemudian kepala awak kabin di maskapai Air France, Lainault mencatatkan total 12.600 jam terbang antara 1989 hingga 2019. Lebih dari separuh jam terbang tersebut dilakukan pada malam hari.
Selama menjalani profesinya, Lainault banyak melewati penerbangan jarak jauh di ketinggian tinggi dari Paris mengharuskannya terbang melintasi wilayah dekat Kutub Utara, tempat paparan radiasi dari luar angkasa, tepatnya partikel dari matahari dan bintang-bintang lain, berada pada tingkat paling intens.
Dalam sebuah studi di Harvard Medical School, AS, menemukan bahwa awak kabin dan pilot memiliki tingkat kematian akibat kanker yang terkait dengan radiasi tertinggi di antara lebih dari 500 profesi berbeda.
Secara keseluruhan, sekira 6,9 persen kematian di kalangan awak kabin dan 6.7 persen kematian di kalangan pilot disebabkan oleh kanker yang terkait dengan radiasi, menurut analisis tersebut.
Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan profesi lain, termasuk teknolog nuklir, yang secara rutin terpapar radiasi dari sumber non-kosmik namun menempati peringkat ke-12 dalam daftar tersebut, demikian ungkap para penulis studi.
Cerita bahwa perjalanan udara di ketinggian tinggi memaparkan orang pada radiasi kosmik memang sudah lama diketahui. Namun, dosis bagi sebagian besar orang dianggap tidak signifikan secara statistik. Paparan di wilayah kutub lebih intens karena di wilayah lain, medan magnet bumi bertindak sebagai pelindung.
Jim Smith, profesor ilmu lingkungan di Universitas Portsmouth, mengatakan bahwa mustahil untuk menentukan apakah suatu kasus kanker tertentu disebabkan oleh radiasi atau bukan.
"Pedoman perlindungan radiasi saat ini mengasumsikan bahwa dosis kecil apa pun berpotensi menyebabkan kanker, namun semakin rendah dosisnya, semakin rendah pula risikonya," kata Prof Smith.Â
Dipaparkannya lebih lanjut bahwa berdasarkan dosis sinar kosmik yang diketahui diterima awak pesawat, dan berdasarkan hipotesis ini, kita dapat memperkirakan bahwa awak pesawat yang secara rutin terbang di ketinggian tinggi akan memiliki sedikit risiko tambahan terkena kanker.
"Di Prancis, hubungan antara kanker payudara dan bahaya tertentu telah ditetapkan untuk sejumlah profesi, seperti perawat salah satunya. Namun, ini adalah kasus pertama yang melibatkan awak kabin," kata Elisabeth Leroux, pengacara Lainault.
Air France menyatakan tidak terlibat dalam kasus hukum Lainault dan belum melihat dasar pertimbangan di balik keputusan pengadilan tersebut. "Kesehatan dan keselamatan staf kami adalah prioritas mutlak. Setiap karyawan mendapatkan pendampingan medis yang jauh melampaui standar minimum yang ditetapkan peraturan."
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Deteksi Dini Kanker Payudara Ditanggung BPJS, Ini Cara & Syaratnya
Menyusui
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Menyusui
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
Menyusui
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Menyusui
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kabar Baik, AS Setujui Obat Baru Kanker Payudara Berpotensi Perlambat Perkembangan Penyakit
Diagnosis Kanker Payudara Pasca Melahirkan Disebut Lebih Berisiko, Ini Alasannya
Ramai Obat Penurun Berat Badan Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara, Simak Faktanya