Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Benarkah Ibu Menyusui Makan Pedas Bikin Bayi Sering Gumoh?

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Rabu, 16 Sep 2026 08:55 WIB

bayi gumoh
Benarkah Ibu Menyusui Makan Pedas Bikin Bayi Sering Gumoh?/Foto: Getty Images/iStockphoto/Ольга Симонова
Daftar Isi
Jakarta -

Menyantap makanan pedas memang selalu menggugah selera ya, Bunda. Namun, saat sedang dalam masa menyusui, tak sedikit Bunda yang merasa ragu dan khawatir. Banyak mitos beredar bahwa kebiasaan ibu menyusui makan pedas bisa menyebabkan pencernaan si Kecil bermasalah, seperti perut kembung, diare, hingga sering gumoh. 

Lantas, bagaimana fakta medis yang sebenarnya tentang  ibu menyusui makan pedas? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apakah makanan pedas bisa memengaruhi ASI?

Mengutip laman Babycenter, makanan pedas mengandung capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan sensasi panas atau pedas pada cabai. Beberapa komponen dari makanan yang dikonsumsi ibu memang dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah tertentu. Namun, jumlah dan jenis senyawa yang masuk ke ASI tidak selalu sama dengan makanan yang dikonsumsi ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jika ibu menyusui makan pedas bahkan menyukai makanan pedas tetapi khawatir dengan dampaknya terhadap bayi, perlu diketahui bahwa proses memasak capsaicin dengan suhu panas. Misalnya saat mengolah cabai dalam saus kari atau gulai dapat mengurangi konsentrasinya secara drastis. Dengan begitu, hanya sedikit capsaicin yang diserap oleh tubuh dan dialirkan ke ASI.

Selain dari makanan, capsaicin juga kerap digunakan dalam beberapa krim kulit (obat topikal) untuk membantu meredakan nyeri akibat radang sendi dan herpes zoster, serta tersedia dalam bentuk suplemen bebas. 

Karena capsaicin diserap ke dalam tubuh melalui lambung, bukan melalui kulit, sangat kecil kemungkinannya capsaicin masuk ke dalam ASI jika Bunda menggunakan krim capsaicin. Jika Bunda sedang menyusui dan menggunakan capsaicin untuk mengatasi kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.

Benarkah ibu menyusui makan pedas bikin bayi sering gumoh?

Jawabannya adalah tidak benar. Belum ada bukti kuat bahwa ibu menyusui makan pedas menjadi penyebab langsung bayi sering gumoh.

Mengutip laman Very Well Family, Bayi yang baru lahir, sistem pencernaannya masih berkembang sehingga terjadi lebih banyak gumoh dalam beberapa bulan pertama dibandingkan ketika ia makin besar. 

Dan, ketika bayi menyusu, ASI akan turun dari tenggorokan ke kerongkongan dan kemudian ke perut. Akibatnya, susu yang sudah diminum dapat lebih mudah kembali naik ke kerongkongan dan keluar melalui mulut.

Gumoh juga dapat terjadi ketika bayi minum ASI terlalu banyak dalam satu waktu, menelan banyak udara saat menyusu. Menyusu dengan posisi yang kurang tepat, bergerak atau langsung dibaringkan setelah menyusu sampai mengalami refluks bayi yang memang umum terjadi pada usia dini.

Senyawa kimia yang memberi rasa pedas pada cabai yaitu capsaicin memang bisa masuk ke dalam ASI, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak merusak sistem pencernaan bayi apalagi menyebabkan gumoh secara langsung.

Jadi, apabila bayi gumoh setelah Bunda makan makanan pedas, belum tentu makanan pedas tersebut merupakan penyebabnya.

Bolehkah tetap makan makanan pedas saat menyusui?

Ya, ibu menyusui makan pedas tetap diperbolehkan. Bahkan, hal ini mungkin memberikan manfaat bagi Si Kecil. Salah satu hal menarik dari mengonsumsi beragam makanan selama menyusui, termasuk makanan pedas, adalah Bunda secara tidak langsung memperkenalkan berbagai rasa kepada bayi.

Rasa ASI terus berubah, berbeda dengan susu formula yang cenderung memiliki rasa yang sama setiap kali diberikan. Bayi bahkan mungkin menyukai rasa ASI yang lebih kuat setelah Bunda mengonsumsi makanan pedas.

Faktanya, masa awal kehidupan merupakan masa penting dalam membentuk preferensi rasa bayi di masa depan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung menyukai makanan yang sering dikonsumsi ibunya selama masa menyusui, bahkan hingga bertahun-tahun kemudian. 

Bayi yang terbiasa mengenal aneka rasa melalui ASI cenderung tidak picky eater dan memiliki pola makan yang lebih sehat saat tumbuh dewasa.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa zat yang masuk ke dalam ASI dapat berbahaya bagi bayi jika jumlahnya cukup tinggi, termasuk alkohol, kafein, ikan tinggi merkuri, ganja, dan jenis herbal tertentu.

Makanan dan reaksi pada bayi menyusu yang perlu diperhatikan

Meski makanan pedas aman, Bunda tetap perlu waspada terhadap zat atau bahan makanan lain yang berpotensi masuk ke dalam ASI dan memengaruhi kesehatan bayi. 

Sebagian kecil bayi memiliki sensitivitas atau alergi terhadap protein susu sapi maupun bahan pemicu alergi lain yang dikonsumsi ibu, seperti telur, gandum, ikan, dan kacang-kacangan.

Gejala alergi makanan pada bayi biasanya muncul segera setelah menyusu, ditandai dengan kolik parah, ruam kulit (seperti eksim atau biduran), muntah, diare, hingga kesulitan bernapas. Jika Si Kecil menunjukkan gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter anak ya, Bunda.

Beberapa jenis makanan yang sempat dilarang saat hamil seperti sushi, daging setengah matang, dan madu umumnya sudah aman dikonsumsi kembali saat menyusui. Sistem kekebalan tubuh Bunda setelah melahirkan sudah kembali optimal untuk menetralkan patogen, sehingga tidak akan membahayakan Si Kecil melalui ASI.

Semoga informasinya bermanfaat, ya Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda