Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

ASI Seret di Salah Satu Payudara? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Rabu, 02 Sep 2026 08:55 WIB

Ilustrasi Ibu Menyusui Mengalami De Quervain Syndrome
ASI Seret di Salah Satu Payudara? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/Stefan Tomic
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda merasa ASI yang keluar dari salah satu payudara lebih sedikit saat menyusui atau memompa? Jangan buru-buru khawatir. Kondisi ketika ASI seret di salah satu payudara ternyata cukup umum terjadi pada ibu menyusui.

Kondisi ini kerap disebut sebagai slacker boob atau lazy boob, yakni salah satu payudara memproduksi ASI lebih sedikit dibandingkan sisi lainnya. Lantas, apa penyebab ASI seret di salah satu payudara? Apakah kondisi ini bisa diatasi? Simak penjelasannya berikut, Bunda.

Apakah normal jika ASI seret di salah satu payudara?

Produksi ASI yang berbeda antara payudara kanan dan kiri merupakan hal yang umum. Setelah beberapa minggu pertama, produksi ASI dikendalikan secara lokal di masing-masing payudara. Karena itu, kedua payudara memang dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebagai contoh, satu payudara mungkin dapat menghasilkan sekitar 4 ons ASI dalam satu sesi memompa, sedangkan sisi lainnya hanya menghasilkan 1–2 ons.

Perbedaan ini tidak selalu berarti ada masalah dengan proses menyusui. Dalam beberapa kondisi, salah satu payudara memang memiliki lebih banyak saluran ASI yang berfungsi dibandingkan payudara lainnya.

Jadi, jika Bunda mengalami ASI seret di salah satu payudara, kondisi tersebut belum tentu menandakan produksi ASI secara keseluruhan rendah.

Penyebab ASI seret di salah satu payudara

Mengutip laman Exclusivepumping, ada beberapa hal yang dapat membuat produksi ASI dari satu payudara lebih sedikit dibandingkan sisi lainnya.

1. Perbedaan jumlah ASI

Setiap payudara dapat memiliki kondisi anatomi yang berbeda. Salah satu payudara mungkin memiliki lebih banyak saluran ASI yang berfungsi dibandingkan sisi lainnya.

Hal tersebut dapat membuat kemampuan kedua payudara dalam menghasilkan atau mengeluarkan ASI tidak sama.

2. Posisi menyusui Si Kecil

Preferensi bayi saat menyusu juga dapat memengaruhi produksi ASI. Jika Si Kecil lebih sering menyusu di salah satu payudara, sisi tersebut akan mendapatkan lebih banyak stimulasi.

Seiring waktu, produksi ASI pada payudara yang lebih sering digunakan dapat meningkat dibandingkan sisi lainnya yang jarang digunakan.

3. Lebih sering memompa salah satu sisi

Kemudian yang ketiga penyebab ASI seret disalah satu payudara karena Bunda lebih sering melakukan kompresi payudara atau memompa hanya pada salah satu sisi.

Payudara yang mendapatkan lebih banyak stimulasi dapat menghasilkan lebih banyak ASI dibandingkan sisi yang jarang mendapatkan stimulasi.

Bisakah ASI seret di salah satu payudara ditingkatkan?

ASI diproduksi berdasarkan prinsip dasar supply and demand (penawaran dan permintaan). Semakin sering dan bersih suatu payudara dikosongkan, semakin kuat sinyal bagi tubuh untuk memproduksi ASI di sisi tersebut.

Karena itu, Bunda perlu memberikan lebih banyak rangsangan pada payudara yang produksinya rendah, yang berarti memompanya lebih sering. Pompa tambahan dapat memicu lebih banyak produksi ASI, sehingga lebih banyak ASI dikeluarkan dari payudara tersebut. Hal ini kemudian dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak ASI pada payudara tersebut.

Kunci utama menyeimbangkan produksi ASI adalah mempertahankan ritme pemompaan di sisi yang lancar, sambil meningkatkan stimulasi pada sisi yang kurang.

Cara mengatasi ASI seret di salah satu payudara

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba untuk memberikan stimulasi lebih banyak pada payudara yang menghasilkan ASI lebih sedikit.

1. Tambahkan durasi pompa ekstra pada sisi payudara yang seret

Setelah selesai memompa kedua payudara sesuai durasi rutin, ubah mode menjadi single pump khusus pada payudara yang hasilnya sedikit. Pompa kembali selama 5–10 menit atau hingga let-down reflex berikutnya terjadi. Pastikan Bunda menutup atau memasang penampung ASI (milk catcher) pada sisi yang lancar agar ASI tidak terbuang saat refleks pengeluaran ASI terjadi.

2.  Lakukan sebagian besar kompresi payudara pada sisi yang menghasilkan lebih sedikit ASI

Jika Bunda tidak ingin menambah durasi atau frekuensi memompa, Bunda bisa berfokus untuk mengeluarkan lebih banyak ASI dari payudara yang produksinya rendah selama sesi pompa yang sudah dilakukan. Kompresi payudara dapat menjadi salah satu cara untuk melakukannya.

Saat melakukan kompresi payudara, pijat sisi yang produksinya lebih rendah sambil memompa. Gerakkan tangan di sekitar payudara sambil memberikan tekanan untuk membantu mengeluarkan sebanyak mungkin ASI dari saluran ASI.

Beristirahatlah setiap beberapa menit agar tangan tidak lelah, kemudian lanjutkan kembali. Cara ini akan lebih mudah dilakukan dengan bra pompa hands-free.

3. Tambahkan satu sesi memompa khusus untuk payudara yang produksinya rendah

Bunda juga dapat mencoba menambahkan satu sesi memompa per hari yang hanya dilakukan pada payudara dengan produksi ASI lebih rendah. Caranya, pompa hanya payudara tersebut selama 10–15 menit.

Bunda mungkin ingin menggunakan penampung ASI atau breast pad pada payudara lainnya untuk mencegah kebocoran. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ASI dapat mengalami let-down pada kedua sisi secara bersamaan. Pada sesi memompa berikutnya, Bunda dapat kembali memompa kedua payudara seperti biasa.

4. Lakukan power pumping pada payudara yang produksinya rendah

Power pumping merupakan upaya untuk meniru pola menyusu berulang atau cluster feeding. Cluster feeding adalah kondisi ketika bayi menyusu secara berulang dengan jeda singkat untuk mendapatkan lebih banyak ASI. Pola tersebut dapat membantu meningkatkan produksi ASI karena adanya peningkatan permintaan.

Untuk melakukan power pumping, pompa ASI secara bergantian selama sekitar satu jam. Umumnya dilakukan dengan pola 20 menit memompa, 10 menit berhenti, 10 menit memompa, 10 menit berhenti, dan seterusnya. Namun, durasi setiap interval sebenarnya tidak terlalu menentukan.

Begitulah penyebab dan cara mengatasi ASI seret di salah satu payudara ya, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda