menyusui
Tak cuma Beri Nutrisi, Menyusui Ternyata Bisa Tinggalkan Jejak pada Gen Bayi
HaiBunda
Selasa, 01 Sep 2026 08:55 WIB
Manfaat menyusui memang sangat luas baik untuk ibu dan khususnya bayi. Bahkan, tak haya beri nutrisi, menyusui ternyata bisa tinggalkan jejak pada gen bayi.
Menurut para ilmuwan, menyusui diketahui dapat meninggalkan jejak biologis yang bertahan lama pada bayi, Bunda. Hal tersebut disampaikan para ilmuwan yang kemudian mendapatkan sambutan hangat dari para ibu.
Dalam penelitiannya tersebut, para peneliti dari University of Exeter, di Devon, mengidentifikasi adanya jejak darah anak-anak yang hanya disusui yang tetap terdeteksi bertahun-tahun kemudian. Hal tersebut dirilis dalam sebuah studi global yang melibatkan ribuan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya temuan tersebut tentunya menangkap adanya jejak-jejak menyusui yang terkait dengan perubahan epigenetik, yang kemudian dapat memengaruhi perilaku gen tanpa mengubah gen itu sendiri seperti dikutip dari laman BBC.
Menyusui ternyata bisa tinggalkan jejak pada gen bayi
Hasil temuan itu tentunya menjadi bukti lebih lanjut bahwa menyusui ternyata dapat membantu perkembangan pada bayi yang sehat. Di luar temuan tersebut, studi yang dilakukan tersebut juga menyoroti bahwa menyusui hanyalah salah satu faktor yang meningkatkan hasil di masa kanak-kanak.
Studi yang dipimpin oleh Barcelona Institute for Global Health dan University of Bristol tersebut melibatkan hampir 3.500 anak dari lahir hingga usia 12 tahun di 11 negara termasuk AS, Afrika Selatan, dan Spanyol.
Ini adalah studi yang sangat signifikan, menurut Dr Doretta Caramaschi dari University of Exeter, yang merupakan penulis bersama penelitian ini.
"Kami berhasil mengidentifikasi perbedaan pada anak-anak yang hanya disusui secara eksklusif, bahkan bertahun-tahun setelah pengalaman menyusui," katanya.
Ditambahkan Dr Caramaschi bahwa sekarang ini, para peneliti memilki sedikit lebih banyak bukti bahwa memang ada beberapa proses biologis akibat menyusui yang membantu perkembangan sehat pada anak, khususnya terkait kekebalan dan proses perkembangan lainnya.
Terkait banyaknya manfaat menyusui, salah seorang ibu, Rebecca Bates dari Honiton yang memiliki tiga anak dan semuanya disusui mengatakan bahwa dirinya merasa beruntung bisa menyusui setiap anaknya. Karena sebenarnya banyak perempuan yang menginginkan hal tersebut, mengingat menyusui tidak memungkinkan bagi setiap ibu.
"Saya melihat teman-teman yang tidak mampu, atau pernah kesulitan, jadi saya sangat beruntung karena semuanya berhasil bagi saya. Memang, setiap perjalanan dari masing-masing anak akan berbeda," katanya.
Menyusui masih menjadi tantangan bagi sebagian Bunda
Bates yang saat ini sedang cuti melahirkan mengatakan bahwa temuan studi terkait manfaat menyusui tersebut akan mendorongnya untuk terus menyusui.
Meskipun diakuinya bahwa menyusui bisa menjadi hal yang sulit, bisa menyakitkan, melelahkan, dan terkadang enggan melakukannya. Tetapi, temuan tersebut jadi membuatnya berpikir, bahwa sebenarnya hal ini baik untuk bayinya dalam jangka panjang.
"Saya pikir sangat brilian bahwa mereka meneliti terkait menyusui dan menemukan bahwa sebenarnya mungkin ada manfaat besar darinya."
Studi ini sendiri berfokus pada anak-anak yang memang menysui dalam jangka panjang, atau minimal diperkirakan menyusui selama tiga bulan.Â
Ya, meskipun menyusui terlihat mudah dilakukan, kenyataannya belum sepenuhnya para ibu di dunia turut ambil bagian di dalamnya. Menurut Unicef, diperkirakan sekira 17 persen perempuan di Inggris khususnya hanya menyusui pada usia tiga bulan. Persentase tersebut sudah naik dari sebelumnya hanya 13 persen saja di 2025. Namun, angka tersebut tetap saja masih dalam level tingkat menyusui terendah di dunia.
Badan PBB tersebut mengatakan bahwa 80 persen bayi disusui saat lahir, namun mengakui banyak pertimbangan yang memengaruhi apakah mereka harus tetap bertahan, karena ada tantangan yang dihadapinya termasuk dukungan keluarga, dan pilihan pribadi.
Para peneliti di balik studi ini menekankan bahwa faktor-faktor selain menyusui telah menyoroti faktor yang berkontribusi pada perkembangan anak.
Dr Caramaschi mengatakan: "Kami sebenarnya mengharapkan melihat lebih banyak perbedaan antara bayi yang disusui dan yang tidak."
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa ada banyak faktor lain yang terlibat dalam perkembangan anak yang sehat. "Jadi jelas bagi para ibu yang tidak bisa menyusui, ada banyak cara lain untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan cara untuk menunjang kesehatan anaknya."
Nah, ternyata manfaat menyusui yang begitu positif bagi anak dalam jangka panjang menjadi temuan hangat yang membuat para ibu jadi lebih bersemangat mengASIhi bayi mereka. Walau sedianya menyusui memang tidaklah mudah, tetapi tentunya akan sebanding dengan manfaat yang didapatkan anak baik jangka pendek ataupun jangka panjang.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda. Tetap semangat, Bunda. Setiap tetes ASI adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Jarang Terungkap 9 Manfaat Menyusui untuk Bunda & Buah Hati
Menyusui
Tips Cegah Anak Rewel saat Imunisasi, IDAI: Beri ASI dan Pelukan
Menyusui
Benarkah Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Kanker Payudara?
Menyusui
Menyusui Ternyata Mampu Lindungi Bunda dari Gangguan Jantung, Termasuk Stroke
Menyusui
Bunda Perlu Tahu, 5 Manfaat Menyusui bagi Kesehatan
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ternyata Genetik Bisa Memengaruhi Produksi ASI Bunda
Trauma Masa Kecil Ibu Ternyata Bisa Tercermin dalam ASI
Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi