menyusui
Bukan cuma Perasaan, Menyusui Terbukti Secara Medis Memang Melelahkan
HaiBunda
Minggu, 23 Aug 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Menyusui merupakan agenda yang cukup menguras energi para Bunda di luar sana. Bahkan, bukan cuma perasaan, menyusui secara medis memang membuat tubuh Bunda jadi lebih lelah.
Bagi Bunda baru, rutinitas setelah melahirkan mungkin terasa lebih menantang. Selain mengurus bayi, agenda menyusui yang cukup padat ternyata bisa juga membuat mereka kelelahan.
Tidak saja karena kurang istirahat, tetapi keadaan yang mengharuskan Bunda stand by terus menerus menjaga bayinya, serta dibarengi pemulihan pasca melahirkan, membuat kelelahan sulit terhindarkan ya, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi, jadwal menyusui yang cukup banyak dalam 1x24 jam membuat waktu tidur Bunda sangat minim. Bahkan, tak jarang makan pun jadi telat, mengurus diri tak lagi sempat, dan berbagai hal lainnya yang terpaksa tersingkirkan.
Mengapa menyusui membuat Bunda sangat lelah?
Menurut Dr Nikki Ramskill, seorang dokter umum dan pendiri The Female Health Doctor Clinic bahwa tubuh Bunda melakukan pekerjaan besar di balik layar.Â
Seperti diketahui bahwa prolaktin, hormon yang bertanggung jawab atas produksi susu, secara alami memiliki efek menenangkan dan mengantuk, dan kadar susu meningkat semalam seperti dikutip dari laman Huffpost.
"Memproduksi ASI juga membutuhkan energi ekstra, sekitar 300-500 kalori per hari, pada saat tubuh Bunda masih dalam proses pemulihan dari kehamilan dan kelahiran."Â
Ditambahkan Dr Ramskill bahwa tidur yang terganggu juga memiliki peran di dalamnya. "Tidak selalu soal berapa jam total yang kamu dapatkan. Jika Bunda bangun setiap beberapa jam untuk menyusu, Bunda tentunya berulang kali terbangun dari tahap tidur yang lebih dalam," jelasnya.
Secara teknis, ibu menyusui hanya bisa tidur enam atau tujuh jam dalam satu malam dan tetap bangun dengan perasaan benar-benar melelahkan. Di sisi lain, kehilangan nutrisi yang menjadi risiko juga perlu dipertimbangkan.
Seorang ahli gizi, Charlotte Grand mengatakan bahwa tubuh Bunda mengutamakan bayi di atas segalanya. Sementara, menyusui secara aktif mengambil mikronutrien penting, termasuk vitamin B, vitamin D, seng, dan zat besi, langsung dari cadangan jaringan Bunda untuk memastikan ASI seimbang sempurna.
"Karena kehilangan nutrisi yang terus-menerus ini menguras cadangan internalnya, hal ini dapat dengan cepat menyebabkan penurunan sistemik dan kelelahan mendalam jika vitamin-vitamin tersebut tidak aktif diisi kembali."
Selain faktor di atas, ada juga faktor lainnya yang mungkin bisa memicu kelelahan ibu menyusui. Misalnya saja cuaca panas seperti yang terjadi di Jepang ketika cuaca panas melanda.Â
"Selama gelombang panas, tubuh Bunda harus bekerja jauh lebih keras untuk menjaga suhu inti tetap dalam rentang yang aman," kata Dr Ginni Mansberg, seorang dokter umum dan salah satu pendiri ESK.
Tak hanya itu, dengan kondisi panas juga artinya akan mengalihkan darah ke kulit, meningkatkan keringat dan membuat jantungmu bekerja sedikit lebih keras. Belum lagi, saat cuaca panas melanda, ibu menyusui juga berisiko terkena dehidrasi.
Sementara, menyusui membutuhkan cairan yang cukup. Ketika ibu menyusui kurang minum, tentunya akan lebih mudah bagi busui mengalami dehidrasi. Â Dr Ramskill mencatat bahwa bahkan dehidrasi ringan dapat membuat ibu menyusui merasa lelah, sakit kepala, dan secara umum lelah.
Cara mengatasi kelelahan saat menyusui
Kelelahan selama menjalani status ibu menyusui menjadi hal normal yang dialami semua Bunda. Sehingga, hal tersebut hanya perlu dinikmati saja sambil mencari cara masing-masing agar bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Berikut ini beberapa cara mengatasi kelelahan saat menyusui agar ibu menyusui tetap fit:
1. Minum setelah menyusui
Siapkan sebotol air selalu dan setiap kali usai menyusui, pastikan segera memenuhi kebutuhan cairan dengan baik. Selain itu, pastikan juga Bunda mengonsumsi makanan yang cukup. "Saya lebih memilih makan kecil dan teratur atau camilan yang mengandung protein dan zat besi daripada berusaha menjaga diri tetap berfungsi dengan kafein dan camilan manis," tambah Dr Ramskill.
2. Konsumsi suplemenÂ
Kelelahan yang dialami busui terkadang bikin tubuh lemas dan enggan mengerjakan aktivitas lainnya. Untuk itu, agar tubuh tetap fit dan nutrisi tetap terpenuhi, pastikan menambahkan suplemen guna menggantikan mikronutrien yang mulai habis.
3. Menyelaraskan istirahat dengan jadwal menyusui
Prolaktin secara alami dapat menyebabkan kantuk saat menyusui ya, Bunda. Karenanya, sebaiknya Bunda berusaha menyelaraskan istirahat dengan jadwal menyusui bayi jika memungkinkan. Bahkan, istirahat sejenak usai makan pagi dapat membantu mengatur ulang sistem saraf.
4. Masukkan makanan kaya zat besi
Kehilangan  darah pasca melahirkan, dikombinasikan dengan tuntutan zat besi saat menyusui, membuat kekurangan zat besi subklinis menjadi penyebab utama kelelahan. Untuk itu, perbanyak makanan kaya zat besi (seperti daging tanpa lemak, lentil, dan sayuran hijau) bersama vitamin C (yang mengoptimalkan penyerapan zat besi).
Pada akhirnya, memahami bahwa kelelahan merupakan risiko yang dialami para Bunda usai persalinan dan mengurus bayinya, bukan berarti hal ini harus dihindari ya, Bunda.
Sebaiknya, jangan sungkan meminta bantuan dari circle orang terdekat untuk mendukung peran Bunda selama menyusui. Jika rasa lelah terasa luar biasa, semakin parah dan bukannya membaik meski telah dibawa istirahat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ya, Bunda.
"Gejala seperti sesak napas, pusing, palpitasi, perubahan berat badan yang signifikan, merasa sangat panas atau dingin, atau perdarahan berat atau berkepanjangan juga layak untuk diselidiki," kata Dr. Ramskill.
Nah, pastikan segera menemui dokter jika Bunda mengalami berbagai gejala tersebut. Bun. Penanganan yang lebih cepat dapat membantu Bunda pulih lebih cepat juga tentunya. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Apakah Ibu Penderita Cacar Air Bisa Tetap Menyusui? Simak Tips Amannya
Menyusui
Bunda Ini Alami Penyakit Langka karena Menyusui, Nyeri saat Bersin dan Kini Pakai Alat Bantu Jalan
Menyusui
10 Makanan Sehat untuk Penuhi Nutrisi Ibu Menyusui di Awal Kelahiran Bayi
Menyusui
5 Manfaat Telur bagi Ibu Menyusui, Kaya Vitamin hingga Menjaga Fungsi Hati
Menyusui
Cegah Anemia, 7 Sayuran Ini Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Viral Tren Stok ASIP Berlimpah, Busui Ini Berani Tunjukkan Jumlah ASI Perah yang Realistis
10 Kisah Bunda Artis yang Berjuang Menyusui Bayinya selama 2 Tahun
Curhat Alyssa Daguise setelah Berjuang Pasca Melahirkan, Kini Menyusui Jadi Momen Favorit