Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 24 Aug 2026 09:10 WIB

Ilustrasi menyusui
Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi/Foto: Getty Images/geargodz
Jakarta -

ASI dikenal sebagai sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun, tahukah Bunda bahwa gula dalam ASI memiliki jenis yang kompleks dan ternyata berkaitan dengan perkembangan otak serta kemampuan bayi?

Penelitian terbaru menemukan bahwa beberapa kandungan dalam ASI, termasuk asam lemak dan gula kompleks, berhubungan dengan perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik bayi pada tahun pertama kehidupannya.

Penasaran bagaimana kandungan tersebut dapat berkaitan dengan perkembangan Si Kecil? Yuk, Bunda, simak penjelasannya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kandungan ASI berkaitan dengan perkembangan otak bayi

Dikutip dari laman Child Cohort Study, penelitian yang menggunakan data CHILD (Canadian Healthy Infant Longitudinal Development) menemukan adanya hubungan antara kadar beberapa jenis asam lemak dan gula dalam ASI dengan perkembangan saraf bayi yang mendapat ASI.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition ini melibatkan 240 pasangan ibu dan bayi dari lokasi penelitian CHILD di Edmonton, Kanada. Para peneliti menganalisis sampel ASI yang dikumpulkan ketika bayi berusia sekitar 3–4 bulan.

Mereka memeriksa 20 jenis asam lemak dan 19 jenis gula, kemudian membandingkannya dengan hasil penilaian perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik bayi pada usia 1 dan 2 tahun.

Peneliti utama, Dr Sarah Turner, post-doctoral researcher di University of Manitoba dan Manitoba Centre for Health Policy, mengatakan penelitian tersebut dilakukan untuk memahami lebih jauh komponen ASI yang mungkin berperan dalam hubungan antara pemberian ASI dan perkembangan anak.

“Sudah lama diketahui bahwa pemberian ASI yang lebih lama dan lebih eksklusif berkaitan dengan hasil perkembangan saraf anak yang lebih baik. Kami ingin memahami hubungan tersebut dengan melihat komponen ASI secara lebih spesifik,” jelas Dr Turner.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar beberapa asam lemak jenuh yang lebih tinggi dalam ASI berkaitan dengan perkembangan motorik yang lebih baik pada bayi usia 1 tahun.

Sebaliknya, beberapa asam lemak tak jenuh, termasuk kelompok omega-3 dan omega-6, ditemukan berkaitan dengan skor kognitif dan motorik yang lebih rendah.

Selain asam lemak, para peneliti juga menemukan hubungan antara beberapa jenis gula kompleks dalam ASI yang disebut human milk oligosaccharides (HMOs) dengan kemampuan bahasa dan motorik bayi.

HMOs bukanlah gula sederhana yang sekadar menjadi sumber energi, melainkan komponen bioaktif yang memiliki fungsi penting dalam tubuh bayi.

Menariknya, hubungan antara HMOs dan perkembangan bayi berbeda berdasarkan status sekretor ibu. Kondisi ini berkaitan dengan apakah gen FUT2 pada ibu aktif atau tidak aktif. Gen tersebut dapat memengaruhi jenis gula yang terdapat dalam ASI.

Dr Turner menjelaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan bagaimana tubuh bayi memanfaatkan gula dalam ASI kemungkinan dipengaruhi oleh faktor genetik dan ternyata lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami.

“Temuan ini mengingatkan kita bahwa ASI merupakan sistem biologis yang hidup dan masih banyak hal yang perlu dipelajari,” ungkap Dr Turner.

Sementara itu, Dr Meghan Azad, penulis senior sekaligus kepala Manitoba Interdisciplinary Lactation Centre (MILC) di Children’s Hospital Research Institute of Manitoba, menyebut penelitian tersebut sebagai studi terbesar hingga saat ini yang melihat hubungan antara asam lemak dan HMOs dalam ASI dengan perkembangan saraf anak pada usia dini.

Menurut Dr Azad, penelitian ini membantu para ilmuwan memahami mekanisme yang mungkin menjelaskan bagaimana ASI berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

Dengan kata lain, kandungan ASI ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar sumber nutrisi. Meski penelitian ini menemukan adanya hubungan antara komponen tertentu dalam ASI dan perkembangan bayi, hasil tersebut bukan berarti satu kandungan ASI secara langsung menentukan kecerdasan Si Kecil.

Perkembangan bayi tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik, nutrisi, lingkungan, dan stimulasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda