Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Pekan ASI Sedunia 2026: Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Lebih Baik

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 01 Aug 2026 10:40 WIB

Pekan ASI Sedunia 2026 mengusung tema Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Lebih Baik. Simak tema, manfaat ASI eksklusif, dan fakta menariknya.
Pekan ASI Sedunia 2026: Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Lebih Baik/Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov
Daftar Isi
Jakarta -

Pekan ASI Sedunia kembali diperingati pada 1-7 Agustus 2026 dengan mengusung tema Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works atau Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Hal yang Telah Terbukti Berhasil.

Melalui tema ini, kampanye global mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, tempat kerja, komunitas, hingga keluarga untuk memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui agar semakin banyak bayi memperoleh manfaat ASI secara optimal sejak awal kehidupannya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi ibu. Lantas, apa tema Pekan ASI Sedunia 2026, pesan utama kampanyenya, serta apa saja manfaat dan fakta menarik tentang ASI eksklusif? Simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini, ya, Bunda!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pekan ASI Sedunia 2026 Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Lebih Baik: Dukung Bunda, sehatkan generasi

Pekan ASI Sedunia 2026 mengusung tema Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works yang mengajak seluruh pihak memperkuat dukungan terhadap keberhasilan menyusui.

Tema ini menegaskan bahwa pemberian ASI berperan penting dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi sekaligus menciptakan awal kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Tema Pekan ASI Sedunia 2026

Pekan ASI Sedunia 2026 mengusung tema Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works atau Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Hal yang Telah Terbukti Berhasil.

Tema ini menyoroti pentingnya memantau kemajuan, mengevaluasi dampak, serta memperluas penerapan berbagai strategi yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan keberhasilan menyusui.

Mengutip dari laman World Health Organization (WHO), pemberian ASI merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi.

Karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, tempat kerja, organisasi masyarakat, komunitas, hingga keluarga untuk memperkuat Warm Chain of Support atau rantai dukungan menyusui agar setiap ibu dapat menyusui secara optimal.

Kampanye Pekan ASI Sedunia 2026

Melalui kampanye tahun ini, Pekan ASI Sedunia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya mengetahui apa yang berhasil, tetapi juga meningkatkan investasi dan memperluas penerapan program-program yang telah terbukti efektif.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konseling pemberian makan bayi dan anak (Infant and Young Child Feeding/IYCF), penerapan Baby-Friendly Hospital Initiative (BFHI), kampanye edukasi melalui media massa, penerapan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, kebijakan cuti melahirkan berbayar, hingga dukungan menyusui di tempat kerja mampu meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif secara signifikan.

Pesan utama kampanye ini adalah tantangan saat ini bukan lagi mencari metode yang tepat, melainkan memastikan berbagai upaya yang sudah terbukti berhasil dapat diterapkan secara lebih luas sehingga manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak ibu dan bayi.

Pesan Utama Pekan ASI Sedunia 2026

Pekan ASI Sedunia 2026 menegaskan bahwa keberhasilan menyusui merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan yang berkesinambungan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga ibu kembali beraktivitas menjadi faktor penting agar pemberian ASI eksklusif dapat berjalan optimal.

Lingkungan yang mendukung ibu menyusui akan membantu meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun masyarakat.

Oleh karena itu, penguatan kebijakan, layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta dukungan di lingkungan kerja perlu terus dilakukan agar lebih banyak bayi memperoleh awal kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.

Manfaat memberikan ASI eksklusif untuk bayi dan ibu menyusui

Tidak hanya bermanfaat bagi Si Kecil, menyusui juga memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental ibu.

Mengutip laman UPK Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut sejumlah manfaat ASI eksklusif bagi bayi maupun ibu menyusui.

1. Membantu mencegah berbagai penyakit

ASI mengandung antibodi dan berbagai zat pelindung alami yang membantu menjaga bayi dari infeksi bakteri maupun virus. Kandungan tersebut membuat bayi memiliki sistem pertahanan tubuh yang lebih baik sehingga risiko mengalami berbagai penyakit dapat berkurang.

2. Mendukung perkembangan otak dan fisik bayi

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama berkontribusi terhadap pertumbuhan otak dan tubuh bayi. Kandungan nutrisi penting, seperti DHA dan AA, berperan dalam pembentukan jaringan otak, perkembangan sistem saraf, serta mendukung pertumbuhan fisik yang optimal.

3. Memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi

Sistem imun bayi yang masih berkembang membutuhkan perlindungan tambahan dari ASI. Beragam komponen imun di dalam ASI membantu memperkuat daya tahan tubuh sehingga bayi lebih terlindungi dari berbagai infeksi pada awal kehidupannya.

4. Mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis

Pemberian ASI eksklusif juga dikaitkan dengan penurunan risiko alergi, asma, hingga beberapa penyakit kronis di kemudian hari. Hal ini berkat kandungan imunoglobulin dan zat pelindung lainnya yang membantu tubuh bayi merespons alergen dengan lebih baik.

5. Membantu mengatasi trauma pasca persalinan

Menyusui dapat menjadi proses yang membantu ibu beradaptasi setelah melahirkan. Aktivitas ini merangsang pelepasan hormon oksitosin yang membuat ibu merasa lebih rileks sekaligus mempererat ikatan emosional dengan bayi, sehingga dapat membantu proses pemulihan secara emosional.

6. Mendukung kesehatan mental ibu

Selain memperkuat hubungan ibu dan bayi, menyusui juga dapat memberikan efek positif pada kesehatan mental. Interaksi selama menyusui membantu ibu merasa lebih dekat dengan buah hati dan dikaitkan dengan penurunan risiko baby blues maupun depresi pasca persalinan.

7. Mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium

Menyusui dalam jangka waktu tertentu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan ibu. Salah satunya adalah membantu menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium, yang diduga berkaitan dengan perubahan hormon selama masa menyusui.

5 Fakta mengagumkan ASI dan ASI eksklusif

Mengutip laman UNICEF, pemberian ASI tidak hanya membantu tumbuh kembang bayi secara optimal, tetapi juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi ibu, anak, dan lingkungan.

Berikut beberapa fakta menarik tentang ASI dan ASI eksklusif yang perlu Bunda ketahui.

1. ASI mengandung antibodi alami yang melindungi bayi

ASI merupakan cairan hidup yang kaya akan antibodi, sel darah putih, bakteri baik, serta berbagai senyawa pelindung lainnya. Kandungan tersebut membantu memperkuat sistem imun bayi sehingga lebih terlindungi dari berbagai penyakit, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.

Bahkan, saat ibu atau bayi sedang sakit, komposisi ASI dapat menyesuaikan diri untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil.

2. Menyusui eksklusif selama enam bulan memberikan manfaat optimal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah itu, bayi dapat mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sambil tetap melanjutkan proses menyusui hingga usia dua tahun atau lebih sesuai kebutuhan ibu dan anak.

3. Menyusui juga memberikan manfaat bagi kesehatan ibu

Tidak hanya bermanfaat untuk bayi, menyusui juga berdampak positif bagi kesehatan ibu. Menyusui eksklusif dapat membantu menunda kehamilan secara alami pada enam bulan pertama setelah melahirkan apabila memenuhi syarat tertentu.

Selain itu, kebiasaan menyusui juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, kanker ovarium, diabetes tipe 2, hingga depresi pasca persalinan.

4. Manfaat ASI dapat dirasakan hingga anak beranjak dewasa

Keunggulan ASI tidak berhenti pada masa bayi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang memperoleh ASI cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 saat remaja maupun dewasa.

Selain itu, menyusui juga dikaitkan dengan perkembangan kognitif yang lebih baik sehingga dapat mendukung kemampuan belajar anak.

5. Susu formula tidak dapat sepenuhnya menggantikan kandungan ASI

Meski susu formula dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu, kandungannya tidak memiliki antibodi alami seperti yang terdapat dalam ASI. Selain itu, proses penyiapan susu formula memerlukan air bersih, peralatan yang steril, dan penyajian yang tepat agar tidak meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Karena itu, manfaat perlindungan alami yang diberikan ASI belum dapat sepenuhnya ditiru oleh susu formula.

Nah itu dia, Bunda, informasi mengenai tema Pekan ASI Sedunia 2026, pesan utama kampanye, manfaat ASI eksklusif, hingga berbagai fakta mengagumkan tentang ASI. Semoga bermanfaat!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda