menyusui
Mengenal Kondisi Vasospasme, Puting Sakit saat Menyusui
HaiBunda
Sabtu, 01 Aug 2026 13:00 WIB
Daftar Isi
Bunda merasa puting sangat nyeri saat atau setelah menyusui? Sebagian Bunda mungkin mengira kondisi ini hanya disebabkan pelekatan bayi yang kurang tepat atau puting lecet. Padahal, puting sakit saat menyusui juga dapat disebabkan vasospasme puting.
Vasospasme puting sering dipicu udara dingin, tetapi juga bisa berkaitan dengan trauma pada puting akibat menyusui, penggunaan pompa ASI, hingga sindrom Raynaud. Pada sebagian ibu menyusui, nyerinya bisa terasa berdenyut atau seperti terbakar setelah bayi selesai menyusu.
Melansir HealthCentral, dokter kandungan Dr. Andrea Eisenberg menjelaskan bahwa vasospasme adalah kondisi ketika pembuluh darah di puting menyempit sehingga aliran darah ke area tersebut berkurang. Kondisi inilah yang dapat memicu nyeri dan sensitivitas pada puting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa sebenarnya vasospasme puting, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa itu vasospasme puting?
Vasospasme adalah kondisi ketika pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi) sehingga aliran darah ke suatu bagian tubuh berkurang. Kondisi ini dapat terjadi pada jari tangan, jari kaki, hidung, hingga puting.
Pada puting, penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan nyeri, sensasi berdenyut atau terbakar, serta perubahan warna puting menjadi putih, ungu, atau kebiruan sebelum kembali ke warna normal.
Menurut Dr. Stephanie Fine, ahli bedah onkologi payudara di University of New Mexico Comprehensive Cancer Center, puting memang memiliki otot-otot kecil yang secara normal berkontraksi sebagai respons terhadap rangsangan, termasuk suhu dingin. Namun pada vasospasme, respons tersebut menjadi berlebihan sehingga menimbulkan rasa sakit.
Sebagian perempuan yang mengalami nyeri puting mungkin khawatir kondisi tersebut berkaitan dengan kanker payudara. Namun, menurut dokter kandungan dan ginekolog Dr. Danika Forgach, "Kanker payudara biasanya tidak pertama kali muncul dengan nyeri sebagai gejala."
Meski demikian, apabila nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai perubahan pada puting maupun payudara, Bunda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Penyebab vasospasme puting
Vasospasme puting biasanya disebabkan oleh semacam pemicu yang memberi sinyal pada pembuluh darah untuk menyempit. Meskipun seringkali disebabkan oleh faktor lingkungan (cuaca dingin adalah penyebab utama), vasospasme puting terkadang dapat disebabkan oleh kondisi medis:
1. Paparan suhu dingin
Suhu dingin merupakan pemicu paling umum vasospasme puting. Menurut Dr Stephanie Fine, udara dingin maupun perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan pembuluh darah di puting menyempit sehingga memicu rasa nyeri.
Menurut Cleveland Clinic, untungnya vasospasme puting akibat udara dingin adalah kondisi sementara, dan biasanya hilang dalam beberapa menit setelah pemicunya hilang,
Jadi, jika puting terasa tidak nyaman saat cuaca dingin atau Bunda masuk ke ruangan ber-AC, pembuluh darah di sekitarnya kemungkinan akan rileks kembali segera setelah Bunda menghangatkan diri.
2. Menyusui
Ibu menyusui lebih berisiko mengalami vasospasme puting, terutama jika mengalami trauma pada puting akibat pelekatan yang kurang tepat atau penggunaan pompa ASI.
Menurut Dr. Anne R. Eglash, produksi ASI yang berlebihan juga dapat memicu vasospasme pada sebagian ibu menyusui. Ia mengatakan bahwa mengatasi produksi ASI yang berlebih dapat membantu meredakan keluhan tersebut.
3. Sindrom Raynaud
Pada sebagian orang, vasospasme puting merupakan bagian dari sindrom Raynaud, yaitu kondisi ketika pembuluh darah kecil menyempit secara berlebihan sebagai respons terhadap udara dingin atau stres.
Menurut Cleveland Clinic, sindrom ini memengaruhi sekitar 3–5 persen populasi dan lebih sering terjadi pada perempuan.
"Ketika cuaca dingin di luar, beberapa wanita (dengan kondisi ini) mengalami vasokonstriksi pada ekstremitas perifer, sehingga jari tangan dan kaki Anda akan menjadi putih,” jelas Dr Forgach.
4. Obat-obatan tertentu
Beberapa obat juga dapat memicu vasospasme puting sebagai efek samping, misalnya obat beta blocker untuk hipertensi atau obat stimulan untuk ADHD yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Gejala vasospasme puting
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Breastfeeding Medicine, gejala vasospasme puting antara lain:
- Nyeri pada puting yang terasa berdenyut, menusuk, atau seperti terbakar
- Puting berubah warna menjadi putih, ungu, atau kebiruan sebelum kembali normal
- Nyeri muncul saat atau setelah menyusui maupun memompa ASI
- Keluhan memburuk saat terkena udara dingin atau ketika sedang stres
Pada sebagian ibu menyusui, nyeri dapat menjalar hingga ke dalam payudara sehingga aktivitas menyusui menjadi tidak nyaman.
Cara mengatasi vasospasme puting
Penanganan vasospasme bergantung pada penyebabnya. Jika dipicu suhu dingin, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:
- Menjaga tubuh dan area payudara tetap hangat.
- Menghindari perubahan suhu yang mendadak.
- Mengompres hangat puting setelah menyusui atau memompa ASI.
- Menggunakan pakaian yang hangat, terutama saat cuaca dingin.
Jika vasospasme berkaitan dengan menyusui, Bunda juga perlu memastikan pelekatan bayi sudah tepat serta berkonsultasi dengan konsultan laktasi bila diperlukan.
Pada kasus yang lebih berat, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat, seperti calcium channel blocker (misalnya nifedipine), untuk membantu melebarkan pembuluh darah. Karena itu, jangan mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter.
Kapan harus ke dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Nyeri sangat hebat atau terus berulang.
- Perubahan warna puting tidak kunjung membaik.
- Keluhan mengganggu proses menyusui.
- Puting mengalami luka yang tidak sembuh atau muncul tanda infeksi.
- Nyeri disertai benjolan atau perubahan pada payudara yang tidak biasa.
Meski umumnya tidak berbahaya, vasospasme puting dapat mengganggu kenyamanan menyusui apabila tidak ditangani. Karena gejalanya sering menyerupai puting lecet atau infeksi jamur, pemeriksaan oleh dokter atau konsultan laktasi penting dilakukan agar penyebabnya dapat dipastikan dan Bunda memperoleh penanganan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Puting Payudara Terasa Nyeri saat Disentuh, Tanda Penyakit Seriuskah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Menyusui
9 Penyebab Puting Payudara Mengeras, Risiko Bahaya, dan Cara Mengatasinya
Menyusui
4 Cara Tepat Membersihkan Puting agar ASI Keluar dengan Lancar dan Deras
Menyusui
4 Fakta Menarik Puting Payudara, Termasuk Berapa Jumlah Lubang Tempat Keluarnya ASI
Menyusui
Tips Sukses Menyusui dengan Puting Besar, Datar, dan Terbalik
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda
4 Langkah Mudah Menjaga Kesehatan Payudara Sebelum, Selama, dan Setelah Kehamilan
9 Manfaat Minyak Zaitun untuk Payudara, Benarkah Bisa Menjaga Kualitas ASI?