menyusui
Hari Anak Nasional: Ini Peran ASI dalam Mendukung Anak Jadi Cerdas & Aktif
HaiBunda
Selasa, 21 Jul 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Hari Anak Nasional menjadi waktu yang tepat untuk mengingat pentingnya memberikan awal kehidupan yang terbaik untuk anak. Salah satunya melalui pemberian air susu ibu (ASI).
Tak hanya menjadi sumber nutrisi utama pada bayi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ASI juga berkaitan dengan perkembangan kognitif dan tumbuh kembang anak hingga jangka panjang.
Selama ini, ASI dikenal sebagai sumber nutrisi utama pada bayi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan segudang manfaat ASI yang tak hanya berhenti di masa bayi, tapi juga berdampak hingga anak tumbuh besar. Lantas, benarkah ASI dapat mendukung anak menjadi cerdas dan aktif?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah ASI dapat meningkatkan IQ anak?
Sejumlah penelitian menemukan hubungan positif antara durasi menyusui dengan perkembangan kognitif anak. Salah satunya penelitian jangka panjang yang dipimpin Dr. Bernardo Lessa Horta dari Federal University of Pelotas, Brasil.
Tim peneliti mengikuti hampir 6.000 bayi sejak lahir hingga berusia sekitar 30 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang disusui selama 12 bulan atau lebih memiliki skor IQ rata-rata 3,76 poin lebih tinggi, menempuh pendidikan lebih lama, serta memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang disusui kurang dari satu bulan.
"Studi kami memberikan bukti pertama bahwa menyusui yang berkepanjangan tidak hanya meningkatkan kecerdasan hingga setidaknya usia 30 tahun, tetapi juga berdampak baik pada tingkat individu dan masyarakat dengan meningkatkan pencapaian pendidikan dan kemampuan menghasilkan,” kata Dr Horta dikutip dari Today.
Menyusui hingga 6 bulan dikaitkan dengan IQ dan prestasi akademik yang lebih baik
Penelitian menggunakan data Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC) yang melibatkan lebih dari 14.500 ibu hamil di Inggris. Peneliti mengevaluasi riwayat menyusui serta berbagai hasil perkembangan neurokognitif anak hingga remaja dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil, seperti pendidikan orang tua, kebiasaan merokok saat hamil, hingga metode persalinan.
Hasilnya, anak yang masih mendapatkan ASI pada usia enam bulan menunjukkan berbagai keuntungan dalam aspek perkembangan kognitif dibandingkan anak yang tidak pernah mendapatkan ASI.
Anak-anak ini memiliki skor IQ verbal, performa, dan IQ total yang lebih tinggi saat usia 8 hingga 15 tahun.
Selain itu, anak juga menunjukkan kemampuan membaca yang lebih baik, prestasi matematika yang lebih tinggi, keterampilan percakapan yang lebih baik, serta keterampilan motorik halus yang lebih baik.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini merupakan penelitian observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung.
Namun, temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara menyusui hingga usia enam bulan dengan berbagai keuntungan neurokognitif jangka panjang.
Mengapa ASI penting untuk perkembangan otak?
Salah satu alasan ASI dikaitkan dengan perkembangan otak adalah kandungan nutrisinya yang lengkap. Selain menjadi sumber energi utama untuk bayi, ASI juga mengandung berbagai nutrisi yang berperan dalam perkembangan sistem saraf dan fungsi otak.
Menurut Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC, salmon menjadi salah satu makanan yang baik dikonsumsi ibu menyusui karena kaya akan DHA, asam lemak omega-3 yang berperan mendukung perkembangan otak dan mata bayi.
"Tidak hanya sebagai sumber protein berkualitas tinggi, tetapi juga merupakan salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3 DHA, nutrisi yang mendukung perkembangan mata dan otak bayi," kata Manaker melansir dari Very Well Health
ASI mengandung berbagai zat gizi yang berperan dalam perkembangan otak bayi, seperti protein, taurin, dan asam amino. Selain itu, ibu menyusui juga perlu mencukupi asupan nutrisi penting, seperti DHA, kolin, yodium, dan vitamin B12, yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang bayi.
Meski demikian, para ahli juga mengingatkan banyak faktor yang memengaruhi kecerdasan anak, mulai dari genetik, stimulasi, pola asuh, kualitas tidur, status gizi, hingga lingkungan belajar. Dengan kata lain, ASI merupakan salah satu faktor penting yang mendukung tumbuh kembang anak, tetapi bukan satu-satunya penentu kecerdasan.
Manfaat ASI lainnya untuk tumbuh kembang anak
ASI memiliki banyak manfaat lainnya selain mendukung perkembangan otak, antara lain:
- Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama enam bulan pertama
- Mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi
- Membantu menurunkan risiko diare, infeksi saluran napas, dan infeksi telinga
- Berkaitan dengan penurunan risiko obesitas pada anak
- Memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Menu bergizi ibu menyusui untuk mendukung kualitas ASI
Selain menyusui sesuai rekomendasi, ibu juga perlu memenuhi kebutuhan gizinya sendiri. Asupan yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa menyusui. Berikut beberapa inspirasi menu yang dapat dicoba.
1. Salmon panggang dan sayuran kukus
Salmon kaya DHA, protein, selenium, dan yodium yang mendukung perkembangan otak bayi.
2. Oatmeal dengan almond dan blueberry
Oat mengandung karbohidrat kompleks yang membantu menyediakan energi untuk ibu menyusui. Almond dan blueberry juga menambah asupan serat serta antioksidan.
3. Sup ayam jagung
Ayam merupakan sumber protein, vitamin B12, dan kolin yang penting untuk perkembangan sistem saraf bayi.
4. Telur rebus dan roti gandum
Telur merupakan sumber kolin yang berperan dalam perkembangan otak, sedangkan roti gandum membantu memenuhi kebutuhan energi ibu.
5. Tumis bayam dan wortel
Bayam kaya folat, sedangkan wortel mengandung beta-karoten yang berperan sebagai prekursor vitamin A.
6. Tempe bacem dan tumis buncis
Tempe menyediakan protein nabati, zat besi, serta hasil fermentasi yang baik untuk pencernaan ibu.
7. Smoothie pisang, yoghurt, dan chia seed
Menu ini dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan protein, kalsium, dan serat.
Pemberian ASI memberikan banyak manfaat untuk bayi, termasuk yang dikaitkan dengan perkembangan kognitif dalam berbagai penelitian. Namun, para ahli mengingatkan bahwa banyak faktor yang memengaruhi kecerdasan dan tumbuh kembang anak.
Karena itu, selain memberikan ASI sesuai rekomendasi, orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang sesuai usia, pola asuh yang positif, serta lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembangnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Trik Menyusui Lebih Mudah untuk Ibu Berpayudara Besar
Menyusui
3 Tips Mudah agar Produksi ASI Lancar dan Melimpah
Menyusui
Teh Herba Rumahan untuk Bantu Tingkatkan Produksi ASI
Menyusui
10 Perlengkapkan Menyusui yang Perlu Dimiliki Ibu Baru
Menyusui
Bunda Menyusui, Makanan Ini Mampu Tingkatkan Kecerdasan Bayi Lho
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Busui Merasa Tertekan oleh Perawat yang Berkata Bayi ASI Lebih Pintar
Nutrisi Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak hingga Remaja, Simak Faktanya
Benarkah Menyusui Eksklusif Bantu Cegah Autisme pada Bayi? Simak Penjelasannya