Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Viral E-Commerce Terkemuka Minta Maaf Telah Larang Karyawan Menyusui Bayi di Kantor

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 23 Jul 2026 09:20 WIB

Ibu bekerja menyusui
Viral E-Commerce Terkemuka Ini Minta Maaf Telah Melarang Karyawannya Menyusui Bayi di Kantor/Foto: iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, baru-baru ini media internasional ramai membahas permintaan maaf dari perusahaan e-commerce raksasa kepada seorang pengusaha perempuan yang sedang menyusui.

Kisah ini menyentuh banyak Bunda karena berkaitan dengan tantangan menyeimbangkan peran sebagai orang tua dan tetap aktif dalam dunia kerja.

Sudah bersiap jauh-jauh, tapi tak bisa ikut acara

Perempuan bernama Rachael Bews, seorang pengusaha asal Skotlandia, terpilih mengikuti program bisnis yang diadakan di fasilitas kantor e-commerce tersebut. Sebelum acara berlangsung, ia sudah memberi tahu panitia bahwa bayinya yang berusia sekitar lima bulan masih menyusu dan ia perlu menyusui selama kegiatan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Rachael bahkan merencanakan agar suaminya menjaga bayi di area kampus perusahaan, sementara ia mengikuti workshop dan keluar sejenak saat perlu menyusui.

Namun ketika sedang dalam perjalanan menuju lokasi, ia menerima telepon dari kantor yang memberitahunya bahwa perusahaan tidak dapat mengakomodasi situasinya di pusat pemenuhan pesanan tempat program tersebut diadakan.

Sehingga, anak di bawah usia enam tahun tidak diperbolehkan masuk ke area pusat distribusi perusahaan karena alasan kesehatan dan keselamatan kerja. Akibatnya, ia tidak dapat mengikuti sesi tatap muka yang menurutnya sangat penting untuk membangun jaringan bisnis. 

Nyonya Bews mengatakan dia sudah menghabiskan hampir £80 untuk tiket kereta api, dan sedang dalam perjalanan ke kampus Dunfermline ketika dia diberitahu bahwa karena persyaratan kesehatan dan keselamatan, bayi dan anak kecil tidak dapat dibawa ke lokasi.

“Saya langsung menangis tersedu-sedu,” kata Bews dikutip dari Aol.

“Saya sudah menyiapkan barang untuk diri saya sendiri dan ketiga anak saya. Sudah mengatur pengasuhan anak. Sudah mengatur penitipan hewan peliharaan. Kami telah melakukan perjalanan jauh, dan sekarang saya tidak dapat berpartisipasi. Apakah benar-benar seperti ini keadaan kita di tahun 2026?” sambungnya.

Bews mengaku merasa sedih dan terisolasi karena kesempatan yang sudah lama dinantikan menjadi tidak bisa diakses hanya karena ia sedang menyusui. 

“Saya ingin melihat lebih banyak organisasi memikirkan bagaimana program kepemimpinan dan akselerator dapat diakses oleh orang tua yang menyusui, dan mereka yang memiliki tanggung jawab pengasuhan secara umum. Kesempatan seperti ini seharusnya tidak menjadi tidak dapat diakses hanya karena seseorang sedang menyusui bayinya,” tambahnya.

Pihak e-commerce meminta maaf

Seorang juru bicara mengatakan perusahaan sebenarnya menyediakan waktu istirahat menyusui berbayar, penjadwalan fleksibel untuk mendukung kebutuhan menyusui, dan ruang menyusui pribadi khusus untuk memompa ASI.

“Namun, karena alasan kesehatan dan keselamatan, kami tidak dapat mengizinkan anak-anak di bawah usia enam tahun di lokasi pusat pemenuhan pesanan kami,” kata juru bicara tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada Ibu Bews karena kebijakan akses lokasi kami tidak dikomunikasikan dengan jelas sebelum beliau berangkat ke acara tersebut. Seharusnya hal itu tidak terjadi, dan kami memahami kekecewaannya. Kami sedang meninjau proses komunikasi kami untuk mencegah hal ini terjadi lagi, dan telah mengundang beliau untuk bergabung dengan kami di acara mendatang,” terang mereka.

Perusahaan juga menyatakan akan meninjau kembali proses komunikasinya agar kejadian serupa tidak terulang. Meski demikian, perusahaan itu tetap mempertahankan aturan bahwa anak di bawah enam tahun tidak boleh masuk ke fasilitas distribusinya. 

Mengapa kasus ini menjadi viral?

Banyak Bunda merasa kisah ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menyusui bukan sekadar memberi makan bayi, tetapi juga bagian dari proses tumbuh kembang dan kedekatan emosional antara ibu dan anak. Ketika seorang ibu harus memilih antara mengikuti kesempatan pengembangan karier atau memenuhi kebutuhan bayinya, situasi itu bisa terasa sangat berat.

Sebuah studi berjudul Workplace Breastfeeding Legislation and Female Labor Force Participation in the United States menemukan bahwa kebijakan yang mewajibkan fasilitas menyusui di tempat kerja berkaitan dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja sekitar 1,5 poin persentase. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika ibu mendapat akses ruang laktasi dan waktu untuk menyusui atau memompa ASI, mereka lebih mudah tetap aktif bekerja setelah melahirkan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dukungan tempat kerja terhadap ibu menyusui memiliki manfaat besar, antara lain:

  • Ibu lebih mungkin berhasil memberikan ASI eksklusif lebih lama.
  • Tingkat stres ibu cenderung lebih rendah.
  • Risiko berhenti menyusui lebih awal dapat berkurang.
  • Kesehatan bayi dan ibu dapat lebih terjaga.

Organisasi kesehatan dunia World Health Organization sendiri merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Selain itu, penelitian lain berjudul The Long-run Returns to Breastfeeding menganalisis data keluarga di Inggris dan menemukan bahwa anak yang mendapat ASI cenderung memiliki tinggi badan dewasa lebih baik dan skor kecerdasan (fluid intelligence) lebih tinggi dibanding saudara kandung yang tidak mendapat ASI. Hasil ini memperkuat pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui, termasuk ketika mereka sedang bekerja atau mengikuti kegiatan profesional.

Kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana perusahaan dan penyelenggara acara dapat membuat lingkungan yang lebih ramah bagi orang tua, khususnya ibu menyusui.

Beberapa bentuk dukungan yang kini mulai diterapkan di berbagai tempat kerja antara lain:

  • Ruang laktasi yang nyaman
  • Jadwal yang fleksibel
  • Waktu khusus untuk memompa ASI
  • Kebijakan yang mempertimbangkan kebutuhan orang tua dengan bayi kecil

Studi Examining Norms and Social Expectations Surrounding Exclusive Breastfeeding menunjukkan bahwa dukungan sosial dan persepsi bahwa masyarakat mendukung menyusui dapat meningkatkan kemungkinan ibu memberikan ASI eksklusif. Artinya, kebijakan perusahaan dan sikap lingkungan kerja juga dapat memengaruhi keberhasilan menyusui.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda