menyusui
Divonis Kanker Payudara Stadium 4, Perempuan Ini Berbagi Kisah Penuh Harapan
HaiBunda
Rabu, 15 Jul 2026 08:55 WIB
Daftar Isi
Mendapat kabar mengidap kanker payudara stadium 4 tentu bukan hal yang mudah diterima. Banyak pasien yang merasa takut, cemas, bahkan membayangkan hal-hal terburuk. Namun, kisah Katherine O'Brien dan Anna Silberman menunjukkan bahwa harapan tetap bisa hadir di tengah diagnosis yang berat.
Divonis kanker payudara stadium 4, Katherin: Belajar menikmati hari ini
Katherine didiagnosis menderita kanker payudara metastatik pada usia 43 tahun. Berbeda dengan banyak pasien lain yang sebelumnya mengalami kanker payudara stadium awal, ia langsung didiagnosis dalam kondisi stadium lanjut sejak pertama kali terdeteksi.
Katherine mengaku sempat merasa bingung dan ketakutan ketika mendengar hasil diagnosis tersebut. Metastasis menjadi hal yang ditakuti semua wanita dengan kanker stadium awal. Katherin mengaku syok bahwa ia langsung divonis kanker metastasis yang sebelumnya berada di stadium 2A dan hanya 4 bulan setelah perawatan ia ditetapkan mengidap kanker tersebut stadium 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Katherine, salah satu hal terpenting yang ia pelajari adalah tidak terus-menerus memikirkan ketidakpastian di masa depan. Ia memilih fokus pada apa yang masih bisa dilakukan hari ini. Ia juga menyadari bahwa setiap pasien kanker memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, membandingkan diri dengan pengalaman orang lain justru bisa menambah kecemasan.
Divonis kanker payudara stadium 4, Bunda ini tetap hidup dengan tujuan
Sementara itu, Anna Silberman membagikan pengalamannya menjalani hidup dengan kanker payudara stadium 4. Ia mengaku bahwa diagnosis tersebut sempat membuatnya merasa kehilangan arah.
“‘Maaf, tetapi kanker payudara Anda telah menyebar ke hati,' itulah kata-kata yang digunakan dokter onkolog ketika memberi tahu saya bahwa saya sekarang mengalami metastasis, tetapi, jujur saja, saya tidak dapat mengingatnya dengan jelas. Yang dapat saya ingat adalah emosinya: Syok, tidak percaya, dan perasaan akan malapetaka. Dari apa yang saya ketahui saat itu, kanker metastatik adalah vonis mati,” ungkap Anna dikutip dari Healthline.
Namun, ia kemudian menyadari bahwa kanker tidak harus mendefinisikan seluruh hidupnya. Anna Silberman memilih untuk tetap bekerja, menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, dan melakukan hal-hal yang membuatnya merasa bermakna.
Menurutnya, setiap pasien memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, penting untuk menemukan dukungan yang tepat dan tidak ragu meminta bantuan ketika dibutuhkan.
Apa bedanya kanker payudara biasa dan metastatik?
Bunda mungkin pernah mendengar istilah kanker metastatik saat membaca berita tentang kanker payudara stadium 4. Banyak yang langsung merasa takut karena mengira kondisi ini berarti tidak ada harapan lagi.
Padahal, kanker metastatik adalah kondisi ketika sel kanker sudah menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh lain, misalnya dari payudara ke tulang, paru-paru, hati, atau organ lainnya. Meski merupakan stadium lanjut, banyak pasien tetap bisa menjalani pengobatan dan memiliki kualitas hidup yang baik. Lalu apa bedanya dengan kanker payudara biasa?
Pada kanker payudara stadium awal, sel kanker masih terbatas di payudara atau jaringan di sekitarnya. Sementara pada kanker payudara metastatik, sel kanker sudah menyebar ke organ lain melalui aliran darah atau sistem getah bening.
Yang perlu dipahami, meski menyebar ke organ lain, penyakit tersebut tetap disebut kanker payudara, bukan berubah menjadi kanker organ tempat penyebarannya.
Kanker stadium 4 bukan berarti harapan hilang
Bunda, banyak orang mengira kanker stadium 4 berarti tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Padahal, perkembangan pengobatan saat ini sudah jauh lebih maju. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psycho-Oncology menemukan bahwa pasien kanker payudara metastatik yang mendapatkan dukungan sosial yang baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik dan tingkat kecemasan yang lebih rendah. Dukungan itu bisa datang dari pasangan, keluarga, sahabat, maupun komunitas sesama penyintas kanker.
Selain itu, penelitian dalam jurnal CA: A Cancer Journal for Clinicians menyebutkan bahwa terapi target, terapi hormon, dan pengobatan modern lainnya membantu banyak pasien kanker payudara metastatik hidup lebih lama dengan kondisi yang tetap terkontrol.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Deteksi Dini Kanker Payudara Ditanggung BPJS, Ini Cara & Syaratnya
Menyusui
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Menyusui
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
Menyusui
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Menyusui
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengira Benjolan karena Menyusui, Bunda Ini Ternyata Didiagnosis Kanker Payudara
Setahun Berjuang Melawan Kanker Payudara, Jessie J Akhirnya Dinyatakan Bebas dari Penyakitnya
Mengenal Fibroadenoma, Benjolan Payudara yang Umum Dialami Perempuan Muda