Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Mengenal Fibroadenoma, Benjolan Payudara yang Umum Dialami Perempuan Muda

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Senin, 13 Jul 2026 08:30 WIB

Ilustrasi Memperbesar Payudara
Mengenal Fibroadenoma, Benjolan Payudara yang Umum Dialami Perempuan Muda/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Fibroadenoma adalah benjolan payudara jinak yang paling sering ditemukan pada perempuan, terutama berusia 15–35 tahun. Meski bukan kanker, kemunculan benjolan ini kerap menimbulkan kecemasan karena bentuknya menyerupai benjolan pada kanker payudara.

Untuk itu penting untuk mengenal apa itu fibroadenoma mulai dari penyebab, gejala, cara mengatasi dan bagaimana mencegahnya. Simak yuk Bunda, ulasan selengkapnya.

Apa itu fibroadenoma?

Mengutip laman Clevelandclinic, Fibroadenoma adalah benjolan payudara yang bukan kanker (jinak). Tumor yang halus, berbentuk bulat, dan padat ini terdiri dari jaringan fibrosa serta jaringan kelenjar yang membentuk suatu massa. Dalam kasus yang sangat jarang, fibroadenoma dapat mengandung sel kanker payudara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam kasus yang sangat jarang, fibroadenoma dapat mengandung sel kanker. Namun, secara umum kondisi ini tidak berkembang menjadi kanker payudara.

Fibroadenoma dapat muncul pada satu atau kedua payudara. Ukurannya bervariasi, mulai dari sebesar kacang polong hingga mencapai lebih dari 5 sentimeter pada beberapa kasus.

Jenis-Jenis fibroadenoma

Fibroadenoma dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya.

1. Fibroadenoma sederhana (simple fibroadenoma) 

Fibroadenoma sederhana merupakan jenis yang paling umum. Benjolan ini cenderung berukuran lebih kecil dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Jika diperiksa di bawah mikroskop melalui biopsi, jaringan fibroadenoma sederhana tampak seragam, artinya sel-selnya memiliki bentuk dan susunan yang sama.

2. Fibroadenoma kompleks

Fibroadenoma kompleks biasanya ditemukan pada wanita berusia di atas 35 tahun. Jenis ini dapat mengandung kista kecil atau kalsifikasi sehingga sedikit meningkatkan risiko kanker payudara dibandingkan fibroadenoma sederhana. Jenis ini terjadi pada sekitar 15 persen kasus fibroadenoma.

3. Fibroadenoma raksasa

Fibroadenoma raksasa (giant fibroadenoma) berukuran lebih dari 5 sentimeter. Karena ukurannya yang besar, benjolan ini dapat mengubah bentuk payudara dan sering kali memerlukan tindakan operasi.

4. Fibroadenoma juvenil

Jenis ini terjadi pada anak-anak dan remaja berusia sekitar 10–18 tahun. Meski tergolong jarang, fibroadenoma juvenil umumnya bersifat jinak dan memiliki prognosis yang baik.

Gejala dan ciri-ciri fibroadenoma

Fibroadenoma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sering kali baru disadari saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri. 

  • Berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas.
  • Permukaannya halus.
  • Bertekstur padat atau kenyal.
  • Ukurannya bisa sekecil kacang polong hingga sebesar bola golf, meskipun ukuran yang paling umum sekitar 2 hingga 3 sentimeter (cm).

Pada beberapa perempuan, fibroadenoma dapat terasa lebih sensitif atau nyeri beberapa hari sebelum menstruasi dimulai. Fibroadenoma yang berukuran besar juga lebih mungkin menyebabkan nyeri dibandingkan yang berukuran kecil.

Fibroadenoma umumnya tumbuh sangat lambat. Namun, benjolan ini tidak selalu membesar dan bahkan dapat mengecil dengan sendirinya. Hal ini terutama terjadi pada remaja atau wanita yang telah memasuki masa menopause. Sebaliknya, fibroadenoma dapat bertambah besar selama kehamilan.

Penyebab fibroadenoma

Hingga kini, penyebab pasti fibroadenoma belum diketahui. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan erat dengan hormon estrogen.

Hal tersebut terlihat dari kecenderungan fibroadenoma yang membesar selama kehamilan atau saat menjalani terapi hormon. Sebaliknya, benjolan ini sering mengecil setelah menopause ketika kadar estrogen dalam tubuh menurun.

Fibroadenoma berkembang pada lobulus, yaitu bagian payudara yang berfungsi menghasilkan ASI saat menyusui.

Cara mengatasi fibroadenoma 

Sebagian fibroadenoma dapat mengecil atau bahkan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa benjolan tersebut bukan kanker, dokter biasanya akan menyarankan kontrol rutin untuk memantau apakah ada perubahan pada benjolan, umumnya setiap tiga hingga enam bulan. 

Pemantauan ini dapat meliputi pemeriksaan payudara secara langsung oleh dokter, USG payudara, atau mammografi.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat fibroadenoma. Tindakan ini biasanya dilakukan jika hasil pemeriksaan pencitraan atau biopsi menimbulkan kecurigaan, benjolan menyebabkan nyeri atau ukurannya sangat besar.

Prosedur yang paling sering dilakukan untuk mengangkat fibroadenoma adalah eksisi bedah, yaitu operasi untuk mengangkat benjolan dari payudara. 

Selain operasi, beberapa kasus tertentu dapat ditangani dengan krioablasi (cryoablation), yaitu prosedur membekukan jaringan fibroadenoma hingga hancur. Namun, metode ini lebih jarang digunakan dibandingkan operasi.

Cara mencegah fibroadenoma 

Sayangnya, belum ada cara yang terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya fibroadenoma. Namun, Bunda dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu mengurangi risiko kanker payudara:

  • Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin.
  • Menjalani pemeriksaan payudara klinis setiap tahun oleh dokter umum atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG).
  • Melakukan skrining mammografi secara berkala, umumnya mulai usia 40 tahun, atau lebih awal jika Bunda memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol. Jika mengonsumsinya, batasi jumlahnya.
  • Tidak merokok.
  • Mengonsumsi banyak buah dan sayuran serta berolahraga secara teratur.
    Menjaga berat badan tetap sehat sesuai kondisi tubuh.

Kapan Bunda harus ke dokter?

Segera hubungi dokter apabila Bunda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Benjolan payudara yang berubah bentuk atau ukurannya semakin besar.
  • Benjolan yang terasa nyeri.
  • Muncul benjolan baru pada payudara.
  • Keluar cairan dari puting atau muncul ruam di area puting.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab benjolan dan menentukan penanganan yang tepat. Semoga informasi tentang fibroadenoma bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda