Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Fakta Baru! Menyusui Bantu Bayi Usia 1 Tahun Tidur Lebih Lelap

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Selasa, 07 Jul 2026 08:55 WIB

Tidur bayi memprediksi autisme
Fakta Baru! Menyusui Dapat Membantu Bayi Usia 1 Tahun Tidur Lebih Lelap/Foto: Getty Images/Pekic
Daftar Isi
Jakarta -

Menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap ternyata bukan sekadar anggapan, lho Bunda. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa bayi yang mendapatkan ASI, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan durasi tidur yang cukup saat menginjak usia satu tahun dibandingkan bayi yang hanya mengonsumsi susu formula. 

Mengutip laman News-medical, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Rekomendasi ini telah didukung banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ASI mampu melindungi bayi dari berbagai infeksi sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal dalam jangka panjang.

Meski demikian, masih banyak orang tua yang meyakini bahwa bayi yang disusui akan lebih sering lapar karena ASI lebih cepat dicerna. Akibatnya, bayi dianggap tidur lebih singkat dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Padahal, tidur yang cukup pada masa bayi sangat penting. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang kurang saat bayi dapat meningkatkan risiko obesitas, gangguan perilaku, hingga penurunan kemampuan kognitif ketika anak tumbuh besar.

Menyusui bantu bayi usia 1 tahun bisa tidur lelap

Untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian makan dan durasi tidur bayi, Yuri Nakagawa, peneliti doktoral dari University of Toyama, Jepang, bersama timnya menganalisis data dari Japan Environment and Children's Study (JECS), salah satu studi kohort kelahiran terbesar di dunia.

Penelitian tersebut melibatkan 82.918 pasangan ibu dan bayi untuk menyelidiki apakah praktik pemberian makan selama enam bulan pertama kehidupan berhubungan dengan durasi tidur bayi saat berusia satu tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Maret 2026.

"WHO secara luas mempromosikan pemberian ASI, dan sebagian besar masyarakat telah mengetahui berbagai manfaat kesehatan yang diberikannya. Namun, anggapan bahwa bayi yang disusui tidur lebih sedikit atau bahwa bayi yang diberi susu formula dapat tidur lebih lama masih banyak dipercaya. Kami ingin menghadirkan bukti ilmiah yang kuat untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut," ujar Yuri Nakagawa, peneliti utama.

Dalam penelitian ini, para ibu diminta mengisi kuesioner ketika bayi berusia enam bulan mengenai pola pemberian makan selama enam bulan pertama kehidupan. Selanjutnya, anak-anak dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan metode pemberian makan mereka.

Kelompok pertama terdiri atas bayi yang hanya diberi susu formula. Kelompok kedua mencakup bayi yang mendapat ASI kurang dari enam bulan. Kelompok ketiga terdiri atas bayi yang mendapat ASI selama enam bulan penuh, tetapi juga diberikan tambahan susu formula. Sementara itu, kelompok keempat berisi bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Saat anak berusia satu tahun, orang tua kembali diminta melaporkan durasi tidur anak mereka. Berdasarkan rekomendasi U.S. National Sleep Foundation, bayi yang tidur kurang dari 11 jam per hari dikategorikan mengalami durasi tidur yang tidak mencukupi.

Hasil penelitian menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok bayi yang menerima ASI memiliki risiko lebih rendah mengalami durasi tidur yang tidak mencukupi dibandingkan bayi yang hanya mengonsumsi susu formula. Angkanya menunjukkan pola yang cukup jelas, yakni:

  • Bayi yang hanya mendapat susu formula memiliki risiko 12,2 persen mengalami durasi tidur pendek.
  • Bayi yang mendapat ASI kurang dari enam bulan memiliki risiko 10,2 persen.
  • Bayi yang mendapat ASI selama enam bulan dengan tambahan susu formula memiliki risiko 9,7 persen.
  • Bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan memiliki risiko paling rendah, yakni 8,8 persen.

Setelah memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti kondisi ibu, karakteristik bayi, hingga faktor lingkungan, para peneliti menemukan bahwa bayi yang memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan memiliki kemungkinan 23 persen lebih rendah mengalami durasi tidur yang pendek pada usia satu tahun dibandingkan bayi yang hanya diberi susu formula.

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan adanya hubungan bertingkat atau graded association. Artinya, semakin lama bayi mendapatkan ASI, semakin kecil pula risiko mereka mengalami kekurangan durasi tidur saat berusia satu tahun.

"Penelitian ini memberikan kepastian bahwa anggapan umum bahwa bayi yang disusui tidur lebih sedikit karena ASI dicerna lebih cepat ternyata tidak didukung oleh bukti yang kami temukan," kata Yuri Nakagawa.

Yuri Nakagawa menambahkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan kekhawatiran mengenai bayi yang disusui akan tidur lebih sedikit seharusnya tidak menjadi alasan orang tua untuk ragu memberikan ASI.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut seharusnya tidak membuat orang tua ragu untuk memilih menyusui, mengingat banyaknya manfaat ASI yang telah terbukti secara ilmiah," tambahnya.

Mengapa ASI dapat membantu bayi tidur lebih lelap?

Para peneliti mengemukakan beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap. Salah satunya adalah karena komposisi ASI bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan kebutuhan bayi, berbeda dengan susu formula yang kandungan nutrisinya relatif tetap.

Pada malam hari, tubuh ibu juga mengeluarkan melatonin ke dalam ASI. Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sekaligus memicu rasa kantuk.

Karena bayi baru lahir masih memproduksi melatonin dalam jumlah yang sangat sedikit, melatonin dari ASI diduga membantu perkembangan pola tidur yang lebih sehat.

Selain itu, ASI juga mengandung triptofan, yaitu asam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi melatonin. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa kadar triptofan dalam ASI juga lebih tinggi pada malam hari, sehingga diduga turut berkontribusi dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak dan membentuk ritme tidur yang lebih baik.

Selain itu, semakin banyak bukti ilmiah yang mendukung adanya gut–brain axis atau sumbu usus-otak, yaitu jaringan komunikasi yang menghubungkan bakteri di dalam usus dengan fungsi otak.

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa menyusui berperan penting dalam membentuk mikrobioma usus yang sehat. Perbedaan komposisi bakteri usus antara bayi yang mendapat ASI dan bayi yang diberi susu formula diduga ikut memengaruhi pembentukan pola tidur-bangun yang sehat.

Dengan kata lain, manfaat ASI tidak hanya berasal dari kandungan gizinya, tetapi juga dari kemampuannya mendukung perkembangan sistem biologis yang berhubungan dengan kualitas tidur bayi.

Penelitian ini memperkuat bukti bahwa menyusui bantu bayi 1 tahun tidur lelap. Bayi yang memperoleh ASI, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama, memiliki risiko lebih rendah mengalami durasi tidur yang kurang saat memasuki usia satu tahun.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda