Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Mengenal "Yoga Boobs", Istilah Viral untuk Bentuk Payudara dalam Tren Kecantikan

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 06 Jul 2026 07:00 WIB

Ilustrasi Yoga
Mengenal
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda pernah mendengar istilah yoga boobs? Belakangan, istilah ini ramai dibicarakan di media sosial untuk menggambarkan tren bentuk payudara yang dianggap lebih alami dan proporsional.

Meski terdengar unik, yoga boobs sebenarnya bukan istilah medis. Para ahli bedah plastik menilai sebutan tersebut lebih banyak digunakan sebagai bahasa media sosial daripada istilah ilmiah. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan yoga boobs dan mengapa tren ini menjadi viral?

Apa itu yoga boobs?

Yoga boobs adalah istilah populer yang menggambarkan tampilan payudara yang lebih kecil dan tampak lebih alami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Dalam banyak kasus, pengurangan payudara atau pengangkatan implan sama sekali," kata ahli bedah plastik New York, Aviva B. Preminger, MD., melansir NewBeauty.

Menurut Preminger, istilah yoga boobs mencerminkan keinginan untuk memiliki tubuh yang selaras dengan gaya hidup aktif dan atletis.

"Bayangkan proporsi yang ramping, kencang, dan seimbang yang tidak menghambat gerakan atau kenyamanan selama aktivitas seperti yoga, Pilates, atau lari," ujar Preminger.

Tren yoga boobs ini berbeda dengan tren pembesaran payudara yang populer pada awal tahun 2000-an. Yoga boobs lebih menekankan harmoni bentuk tubuh daripada ukuran yang besar.

Apa bedanya yoga boobs dan ballerina boobs?

Media sosial juga mengenal istilah ballerina boobs atau payudara balerina selain yoga boobs. Menurut beberapa ahli bedah plastik, kedua istilah tersebut sebenarnya memiliki konsep yang hampir sama, yaitu bentuk payudara yang tampak alami dan proporsional.

Namun, ahli bedah plastik Ellen M. Ezell menjelaskan bahwa yoga boobs lebih identik dengan tampilan atletis yang cocok digunakan bersama pakaian olahraga. Sementara ballerina boobs menggambarkan bentuk yang lebih halus, terangkat, dan elegan.

Meski demikian, sebagian besar dokter menilai perbedaan keduanya tidak terlalu signifikan dan lebih banyak berkaitan dengan tren pemasaran di media sosial.

"Kedua tren tersebut sebenarnya hanyalah bab dalam cerita yang sama, yaitu bahwa wanita sudah muak dengan hal-hal yang berlebihan. Tampilan implan yang terlalu besar dan sangat mencolok pernah menjadi tren, dan sekarang pembicaraan telah bergeser sepenuhnya," kata Ezell.

Mengapa yoga boobs menjadi tren?

Para ahli menilai popularitas yoga boobs tidak terlepas dari perubahan standar kecantikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika tren kecantikan sebelumnya banyak menonjolkan perubahan yang terlihat jelas, kini semakin banyak perempuan yang menginginkan hasil estetika yang tampak alami.

Menurut Preminger, pasien zaman sekarang lebih memikirkan kenyamanan jangka panjang, kesehatan tubuh, serta bagaimana bentuk payudara akan terlihat seiring bertambahnya usia.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren quiet luxury atau kemewahan yang tidak mencolok yang belakangan berkembang di dunia mode dan kecantikan.

Ahli bedah plastik Dr. Mariam Awada bahkan mengaku semakin banyak pasien yang meminta hasil operasi yang halus dan tidak terlihat berlebihan. "Media sosial telah membawa gelombang kuat kecantikan alami," kata Awada.

Mengapa tren yoga boobs semakin diminati?

Tak sedikit perempuan kini memilih prosedur pembesaran payudara dengan hasil yang lebih alami. Beberapa bahkan memilih cangkok lemak atau pembesaran berukuran kecil dibanding implan berukuran besar.

Ahli bedah plastik yang berbasis di NYC, Dr. Sophie Bartsich, mengatakan bahwa tren payudara yang diperkecil ini 'sangat baru'. Perempuan masa kini menginginkan sesuatu yang sedikit lebih klasik, sedikit lebih elegan.

"Banyak pasien menginginkan sesuatu yang bisa dipadukan dengan berbagai gaya pakaian," kata Bartsich dilansir NYPost.

Ia teringat ketika produsen implan tidak memiliki sampel yang lebih kecil atau bahkan implan yang siap tersedia untuk diperlihatkan kepada pasien.

"Ada filosofi bahwa (Anda harus) menggunakan implan sebesar mungkin, karena hal terakhir yang Anda inginkan adalah pasien berkata, ‘Saya berharap, saya memilih ukuran yang lebih besar,'" kata Bartsich. 

Bartsich mengatakan memang dulu orang mengejar ukuran payudara yang besar. Tapi kini preferensi masyarakat telah berubah.

Seiring berkembangnya penelitian, dokter juga semakin memahami berbagai komplikasi yang dapat muncul akibat penggunaan implan yang terlalu besar. Seperti ​​deformitas tulang rusuk, atrofi jaringan payudara, dan peregangan kulit.

"Hampir semua produsen membuatnya jauh lebih kecil daripada sebelumnya," tambahnya.

Untuk mendapatkan tampilan yang lebih alami, dokter dapat menggunakan beberapa pendekatan, seperti implan berukuran kecil, cangkok lemak (fat grafting), maupun kombinasi keduanya.

Meskipun implan modern adalah jalur tradisional, beberapa ahli bedah akan mengambil sel lemak dari area tubuh lain untuk peningkatan setengah atau satu cup yang sederhana.

Menurut Lara Devgan, yoga boobs menggambarkan payudara yang cukup untuk mengisi bra olahraga sambil tetap mempertahankan siluet tubuh yang ramping dan terpahat.

"Ada tren sosial secara keseluruhan menuju tubuh langsing, dan payudara yang seimbang dan proporsional adalah bagian besar dari itu," kata Devgan.

Pada akhirnya, yoga boobs hanya salah satu tren estetika yang sedang populer di media sosial. Para ahli mengingatkan bahwa tidak ada ukuran atau bentuk payudara yang dianggap paling ideal untuk semua perempuan.

Jika Bunda mempertimbangkan prosedur estetika pada payudara, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik bersertifikat. Keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan, serta harapan yang realistis, bukan semata mengikuti tren yang sedang viral.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda