menyusui
Amanda Manopo Tak Mau Buru-buru Diet usai Melahirkan, Ingin Fokus Beri ASI 2 Tahun
HaiBunda
Rabu, 24 Jun 2026 09:10 WIB
Artis Amanda Manopo melahirkan anak pertamanya Zac, pada 6 Juni 2026. Saat ini, sang aktris tengah menikmati peran barunya sebagai seorang ibu dengan mengurus Baby Zac bersama suaminya Kenny Austin.
Amanda memiliki komitmen besar untuk memberikan yang terbaik bagi putranya. Salah satunya dengan memberikan ASI eksklusif hingga dua tahun.
"Saya mengusahakan dua tahun. Itu kalau Tuhan mengizinkan dan dikasih kelancaran sama Tuhan (untuk mengASIhi) dua tahun," katanya, dilansir InsertLive, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Amanda tengah menjalani metode kombinasi untuk pemenuhan nutrisi dan mengejar kenaikan berat badan bayinya. Perempuan 26 tahun ini menggabungkan proses menyusui langsung atau direct breastfeeding (DBF) dengan memompa ASI, Bunda.
"Sekarang gabung DBF dan pompa karena harus ngejar berat badan, terus biar enggak kuning," ungkap Amanda.
Untuk memaksimalkan proses mengASIhi sang putra, Amanda memutuskan untuk tak buru-buru menjalani diet. Ia tak ingin membatasi asupan makan karena ingin memenuhi kebutuhan ASI putranya.
"Enggak boleh diet ya. Enggak mengurangi asupan makan karena nutrisinya buat baby," ujar perempuan kelahiran Jakarta ini.
Amanda mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk memberikan ASI eksklusif ke Baby Zac, termasuk keputusannya untuk tidak buru-buru diet usai melahirkan.
Diet saat menyusui
Berkaca dari keputusan Amanda Manopo, keputusan untuk menjalani diet usai melahirkan memang sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru ya, Bunda. Setiap ibu yang baru melahirkan sebenarnya tidak dilarang untuk memulai program diet. Namun, diet yang dijalani mesti tepat agar tak mengganggu kesehatan dan proses menyusui.
"Penurunan berat badan seharusnya tidak menjadi prioritas utama selama beberapa minggu pertama. Seorang perempuan akan tahu kapan waktunya tepat," ungkap ahli nutrisi Jillian Kubala, MS, RD, melansir dari laman Healthline.
"Lakukan secara perlahan, tetap makan untuk mengatur hormon, menjaga kesehatan mental, dan menjaga energi," lanjutnya.
Alih-alih diet ketat, Bunda dapat mengubah kebiasaan atau menjalani pola hidup sehat untuk membantu menurunkan berat badan. Bila perlu, Bunda bisa berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjalani program diet.
Menyusui bisa menjadi diet yang efektif
Selama diet, Bunda juga diharuskan untuk tetap menyusui Si Kecil. Faktanya, penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrients tahun 2019 menunjukkan bahwa menyusui dapat mendukung penurunan berat badan setelah melahirkan. Penurunan berat badan ini paling cepat terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan.
Studi sebelumnya yang dipublikasikan di Medical Clinics of North America tahun 2016 juga menunjukkan hasil serupa. Menurut studi, perempuan yang menyusui secara eksklusif cenderung membakar rata-rata 500 kalori tambahan setiap hari. Hal itu setara dengan mengurangi makan kecil, camilan besar, atau melakukan 45 sampai 60 menit latihan fisik intensitas dengan sedang.
Tetapi perlu diingat ya, penurunan berat badan selama menyusui tetap akan dipengaruhi asupan makan dan aktivitas fisik. Pemilihan makanan yang sehat dan olahraga rutin tetap diperlukan untuk membantu membakar lemak usai melahirkan.
Selain itu, Bunda perlu menghindari stres dan diet ekstrem usai melahirkan. Keduanya dapat memengaruhi produksi ASI, yang pada akhirnya bisa berdampak pada Si Kecil.
Terakhir, program diet dapat berhasil bila Bunda mendapat dukungan suami dalam proses menyusui. Penelitian menemukan bahwa ketika pasangan (seperti ayah) lebih mendukung pemberian ASI, para ibu cenderung untuk mulai menyusui dan melanjutkannya dalam jangka waktu lebih lama.
Menurut UNICEF, salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan ayah untuk mendukung pemberian ASI adalah dengan memahami betapa pentingnya hal tersebut. Ketika orang-orang di sekitar ibu dan bayi mengetahui tentang proses menyusui, mereka cenderung akan memberikan dukungan, dorongan, dan nasihat yang paling bermanfaat.
"Memahami mengapa menyusui itu penting adalah bagian dari persamaan (peran laki-laki dan perempuan). Agar para ayah dapat menjadi pasangan yang sepenuhnya mendukung, mereka juga harus memahami beberapa dasar menyusui," demikian seperti dikutip dari laman UNICEF.
Demikian cerita Amanda Manopo yang memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif ke anak pertamanya dan tidak mau terburu-buru menjalani diet usai melahirkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Masih Menyusui, Rinni Wulandari Lakukan Ini untuk Hilangkan Lemak Perut Usai Melahirkan
Menyusui
Zaskia Sungkar Sempat Jalani Diet saat Menyusui, Dampaknya ASI Berkurang Bun
Menyusui
Diet Aman Saat Menyusui ala Tya Ariestya, Ternyata Nggak Olahraga Bun
Menyusui
3 Cara Mudah Menjaga Kenaikan Berat Badan Bayi yang Diberi ASI Eksklusif
Menyusui
Seberapa Cepat Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan Usai Melahirkan?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Bunda Seleb Bertekad Menyusui Sang Anak, Terbaru Nikita Willy
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Cara Diet saat Menyusui yang Aman dan Sehat Tanpa Mengurangi Produksi ASI
Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Ibu Menyusui dan Menu Diet Tanpa Mengurangi ASI
5 Kesalahan Diet Ibu Menyusui yang Bikin Berat Badan Sulit Turun