Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Mengira Benjolan karena Menyusui, Bunda Ini Ternyata Didiagnosis Kanker Payudara

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 23 Jun 2026 09:10 WIB

At the hospital, the mid adult female doctor gives her young adult female patient the good news from her medical tests.
Mengira Benjolan karena Menyusui, Bunda Ini Ternyata Didiagnosis Kanker Payudara/Foto: Getty Images/SDI Productions
Daftar Isi
Jakarta -

Masa menyusui adalah momen penuh perubahan bagi seorang ibu. Ketika menemukan benjolan di payudara, banyak ibu mungkin langsung berpikir bahwa penyebabnya adalah ASI yang tersumbat. Hal serupa juga dialami oleh seorang ibu bernama Stephanie Wysaski.

Ia mengira benjolan tersebut hanyalah bagian dari proses menyusui, hingga pemeriksaan dokter mengungkap fakta yang mengejutkan. Benjolan tersebut ternyata merupakan tanda kanker payudara. Berikut kisahnya dikutip dari Abcnews.

Awalnya mengira hanya efek menyusui

Stephanie menemukan benjolan di bagian atas payudaranya ketika ia sedang menyusui anaknya yang berusia 11 bulan. Saat itu, ia juga sedang hamil anak keempat. Karena masih menyusui dan sedang mengalami perubahan hormon akibat kehamilan, Stephanie mengira benjolan tersebut merupakan sesuatu yang normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia berpikir bahwa payudara yang terasa berbeda adalah hal yang wajar karena ibu menyusui memang sering mengalami payudara yang terasa lebih padat atau muncul sumbatan ASI.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan bahwa benjolan tersebut bukan sekadar masalah menyusui. Stephanie didiagnosis mengalami invasive lobular carcinoma, salah satu jenis kanker payudara yang dapat lebih sulit terdeteksi.

Benjolan payudara saat menyusui, apakah selalu karena ASI?

Perubahan pada payudara selama menyusui memang bisa membuat ibu sulit membedakan mana kondisi normal dan mana yang perlu diperiksa lebih lanjut. Payudara yang sedang memproduksi ASI dapat mengalami pembengkakan, sumbatan saluran ASI, mastitis, hingga muncul benjolan yang sering kali dianggap sebagai bagian dari proses menyusui.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kanker payudara juga tetap bisa terjadi pada masa menyusui dan terkadang terlambat dikenali karena gejalanya menyerupai masalah payudara akibat laktasi. 

Sebuah laporan kasus dalam International Journal of Surgery Case Reports, membahas beberapa ibu menyusui yang mengalami keterlambatan diagnosis kanker payudara. Para peneliti menjelaskan bahwa perubahan fisiologis selama menyusui dapat membuat benjolan atau perubahan payudara lebih mudah dikaitkan dengan kondisi seperti mastitis atau sumbatan ASI. 

Penelitian lain yang mengevaluasi benjolan payudara pada masa kehamilan dan menyusui juga menemukan bahwa tidak semua benjolan bersifat jinak. Dari ratusan lesi payudara yang diperiksa, sebagian ditemukan sebagai kanker sehingga pemeriksaan lanjutan seperti USG dan biopsi tetap penting bila ada tanda yang mencurigakan. 

Karena itu, dokter menyarankan ibu menyusui untuk tidak mengabaikan benjolan yang memiliki ciri seperti:

  • Tidak mengecil setelah menyusui atau memerah ASI,
  • Terasa keras dan menetap,
  • Semakin membesar,
  • Disertai perubahan kulit atau puting,
  • Muncul hanya pada satu sisi payudara.

Menemukan benjolan bukan berarti pasti kanker, tetapi pemeriksaan lebih awal membantu memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat. 

Tanda benjolan payudara yang perlu diperiksa

Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  • Benjolan terasa keras dan tidak mudah digerakkan
  • Benjolan tidak mengecil setelah menyusui atau memerah ASI
  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara
  • Kulit payudara tampak seperti berlekuk atau menyerupai kulit jeruk
  • Puting tertarik ke dalam secara tiba-tiba
  • Keluar cairan tidak normal dari puting
  • Nyeri yang menetap atau perubahan yang hanya terjadi pada satu sisi payudara

Walaupun tidak semua tanda tersebut berarti kanker, pemeriksaan medis membantu memastikan penyebabnya.

Mengapa kanker payudara bisa terlihat seperti masalah menyusui?

Masa menyusui membuat payudara mengalami banyak perubahan. Produksi ASI yang meningkat dapat menyebabkan payudara terasa lebih penuh, keras, nyeri, atau muncul benjolan akibat saluran ASI yang tersumbat. Kondisi inilah yang terkadang membuat ibu sulit membedakan antara perubahan normal saat menyusui dengan tanda penyakit yang lebih serius.

Kanker payudara pada ibu menyusui juga bisa memiliki gejala yang mirip dengan masalah laktasi, seperti adanya benjolan, rasa tidak nyaman, atau perubahan bentuk payudara. Akibatnya, sebagian ibu mungkin mengira keluhan tersebut hanya berkaitan dengan ASI dan menunda pemeriksaan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine, kanker payudara yang terjadi selama kehamilan atau masa setelah melahirkan (pregnancy-associated breast cancer) sering menghadapi tantangan diagnosis karena perubahan hormon dan jaringan payudara selama periode ini dapat menyamarkan tanda-tanda kanker. Payudara yang lebih padat saat hamil dan menyusui juga dapat membuat pemeriksaan fisik menjadi lebih sulit.

Selain itu, studi dalam Radiographics menjelaskan bahwa kondisi seperti mastitis, abses, dan sumbatan ASI dapat memiliki tampilan yang menyerupai kanker payudara pada pemeriksaan, sehingga dokter terkadang membutuhkan pemeriksaan tambahan seperti USG, mammografi, atau biopsi untuk memastikan penyebabnya.

Benjolan saat menyusui memang sering kali bukan kanker. Namun, perubahan yang menetap sebaiknya diperiksa agar ibu mendapatkan kepastian dan penanganan sedini mungkin.

Jangan menunda periksa jika ada perubahan

Menemukan benjolan pada payudara saat menyusui tentu bisa membuat ibu merasa cemas. Banyak ibu berharap benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya karena menganggap penyebabnya hanya ASI yang tersumbat. Namun, jika perubahan pada payudara tidak membaik, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan.

Terlebih, kanker payudara yang muncul saat masa menyusui dapat memiliki gejala yang menyerupai gangguan laktasi. Semakin cepat penyebab benjolan diketahui, semakin cepat pula ibu mendapatkan penanganan yang sesuai.

Menurut American College of Radiology (ACR), evaluasi pencitraan seperti USG payudara tetap dapat dilakukan pada ibu hamil maupun menyusui ketika ditemukan keluhan seperti benjolan yang menetap. Pemeriksaan ini membantu dokter membedakan apakah benjolan berkaitan dengan perubahan akibat ASI atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda