menyusui
Studi Temukan Kondisi Lip Tie pada Newborn Tidak Ganggu Proses Menyusui
HaiBunda
Selasa, 16 Jun 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Kondisi lip tie pada bayi katanya menjadi kendala mereka dalam menyusui. Namun, studi temukan kondisi lip tie pada newborn tidak ganggu proses menyusui, Bunda.
Kesulitan menyusui pada bayi memang bisa disebabkan berbagai hal ya, Bunda. Selain urusan perlekatan, salah satunya yang kerap dikaitkan dengan kesulitan menyusui yakni masalah lip tie.
Ya, jika Bunda juga merasakan hal tersebut pada bayi Bunda, bersabarlah karena Bunda tidak sendirian. Sebab, makin banyak orang tua yang menyadari bahwa lip tie dianggap menyebabkan masalah menyusui pada bayinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, menurut banyak ahli, sebenarnya kekhawatiran tersebut justru dianggap berlebihan, Bunda. Seperti dikatakan salah seorang Konsultan Laktasi, Kate Shand bahwa sebagian besar ibu yang dia lihat bertanya bagaimana lip tie mereka terlihat.
Fakta sebenarnya yang ada ialah, jika bayi baru lahir sekalipun memang memiliki masalah lip tie, tidak ada bukti bahwa kondisi itu akan menyebabkan masalah bagi bayi atau mengganggu kemampuan mereka untuk menyusui dengan sukses.
Mengenal apa itu lip tie?
Lip tie sendiri diartikan sebagai frenulum labial ekstra pendek atau kencang. Dan ini merupakan bagian dari jaringan ikat berbentuk segitiga yang menempelkan bibir atas bayi ke gusinya.
Pada dasarnya, semua bayi sebenarnya memiliki beberapa jaringan di sana, dan dalam kondisi normal dan terlalu kencang tidak didefinisikan dengan baik secara medis. Bahkan, lip tie menyusut saat bayi tumbuh, dan akan mengoreksi dirinya sendiri pada saat gigi taring anak masuk.
Beberapa orang mengatakan bahwa lip tie dapat menyebabkan masalah menyusui karena dapat mencegah bayi memposisikan bibir atas mereka untuk mendapatkan perlekatan yang baik. Tetapi, para ahli medis mengatakan ini sebenarnya tidaklah terjadi, seperti dikutip dari laman Baby Center.
Jenny Thomas, M.D, seorang dokter anak dan spesialis kedokteran menyusui, tidak berpikir bahwa lip tie dapat memengaruhi masalah menyusui. "Bahkan anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, dapat menyusui jika kita dapat membuat segel pada payudara," kata Dr Thomas.
Penting diketahui bahwa ada enam frenula lainnya di mulut bayi. Dan, potongan-potongan jaringan lunak tersebut memberikan stabilitas pada bibir atas, bibir bawah, dan lidah bayi. Frenulum bukalis menempelkan pipi bayi ke gusinya dan frenulum lain ada di bawah lidah bayi.
Ketika frenulum di bawah lidah terlalu kencang (mengikat lidah bayi ke dasar mulutnya), kondisi itu disebut ankyloglossia. Ada beberapa bukti bahwa lip tie memang dapat mempersulit bayi untuk menempel pada payudara dan menyusui sehingga menyusui akan menyakitkan bagi mereka. Tetapi pada studi lainnya tidak ditemukan hubungan antara ankyloglossia dan masalah menyusui.
Penyebab lip tie pada bayi
Lip tie atau frenulum labial terbentuk saat bayi masih berkembang di dalam rahim. Biasanya, frenula menjadi lebih tipis dan surut sebelum bayi lahir, memisahkan bibir mereka dari gusi mereka. Tidak ada yang tahu mengapa beberapa bayi masih memiliki lip tie saat lahir.
Gen sendiri kemungkinan bertanggung jawab sebagian atas kasus lip tie pada bayi, yang sering terjadi dalam keluarga. Ada beberapa asumsi bahwa lip tie sering terjadi bersamaan pada bayi yang sama, tetapi tidak ada data yang baik untuk mendukung klaim tersebut.
Perlukah lip tie pada bayi diperbaiki?
Terkait hal tersebut, para ahli sepakat mengatakan tidak. Mereka berkata bahwa operasi untuk mengoreksi lip tie (disebut frenotomi) tidak diperlukan. Menurut The American Academy of Pediatrics, lip tie adalah struktur mulut normal yang tidak memiliki intervensi untuk meningkatkan menyusui.
Shand, juga menyetujui hal tersebut. Jadi, waspadalah terhadap siapa saja yang memberi tahu bahwa ini merupakan perbaikan mudah untuk masalah menyusui. Sebab, tidak ada bukti pasti bahwa lip tie mencegah keberhasilan menyusui.
Ada sangat sedikit penelitian yang melihat pemotongan hanya frenulum labial. Sebagian besar termasuk memotong lip tie dan lidah bersama-sama, yang membuatnya sangat sulit untuk memahami prosedur mana yang membantu.
Selain itu, kata Dr. Thomas, "Kami tahu bahwa penampilan frenulum labial berubah seiring waktu, jadi melakukan prosedur untuk mencegah komplikasi baik dengan menyusui, berbicara, atau apa pun tidak diperlukan."
Jika Bunda mempertimbangkan frenotomi, pastikan untuk mendiskusikan risikonya dengan dokter terlebih dahulu, Bun. Satu hal yang perlu dipertimbangkan ialah, beberapa bayi memiliki sesuatu yang disebut keengganan oral setelah prosedur oral yang menyakitkan. Karena mulut atau lidah mereka sakit, mereka mungkin mengalami kesulitan menyusui.
Bicarakan juga dengan konsultan laktasi terkait masalah menyusui yang dihadapi. Carilah konsultan laktasi yang dapat mengevaluasi perlekatan bayi dan memberikan solusi atas masalah tersebut.
Apakah kondisi lip tie persulit bayi saat menyusui?
Mengutip dari laman Eurekalert, sebuah studi yang diterbitkan di Jama Network Open dan diikuti 264 pasangan ibu bayi di Oulu University Hospital antara 2023 dan 2024, para peneliti menilai anatomi dan mobilitas frenulum bibir atas pada bayi sehat yang lahir cukup bulan dan membandingkan temuan tersebut dengan pengalaman menyusui yang dilaporkan para ibu.
Secara keseluruhan, 86 persen ibu melaporkan mengalami kesulitan menyusui selama beberapa hari pertama menyusui. Namun, berdasarkan data yang dikumpulkan dalam kuesioner tindak lanjut enam bulan, para peneliti tidak menemukan hubungan antara karakteristik anatomi frenulum bibir atas dan masalah menyusui. Ketebalan frenulum, tempat perlekatannya, atau fitur struktural lainnya tidak meningkatkan risiko kesulitan menyusui.
Sebaliknya, pengalaman menyusui sebelumnya tampaknya berdampak baik untuk menyusui bagi ibu. Dan, masalah menyusui dilaporkan lebih jarang di antara ibu yang memiliki pengalaman menyusui anak sebelumnya.
Menurut para peneliti, frenulum bibir atas yang mengganggu proses menyusui merupakan temuan yang jarang terjadi. Meskipun demikian, jumlah prosedur pelepasan frenulum bibir telah meningkat di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir, meskipun bukti yang mendukung manfaatnya terbatas.
“Kesulitan menyusui pada bayi baru lahir harus selalu dinilai secara komprehensif,” kata dokter anak dan neonatolog Outi Aikio.
Dikatakannya lebih lanjut bahwa berdasarkan temuannya, mereka tak menemukan bukti yang mendukung operasi frenulum bibir atas pada bayi sehat yang lahir cukup bulan. Sebaliknya, ia ingin menekankan pentingnya dukungan menyusui yang berkualitas, terutama pada minggu-minggu awal setelah kelahiran, ketika tantangan menyusui sering terjadi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Studi Ungkap Inisiasi Menyusu Dini Cegah Risiko Kematian Bayi Baru Lahir
Menyusui
4 Tips Lancar Menyusui Bayi Baru Lahir yang Perlu Bunda Tahu
Menyusui
5 Prinsip Menyusui Bayi Baru Lahir, Ibu Baru Mesti Tahu
Menyusui
Studi Ungkap Bayi Baru Lahir Gunakan Indera Penciuman saat Belajar Menyusu Langsung
Menyusui
Kenali 3 Metode Operasi Tongue Tie yang Aman untuk Atasi Gangguan Kesulitan Menyusu
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Tongue Tie, Kondisi yang Bisa Bikin Bayi Susah Menyusu
Kisah Bunda yang Bayinya 4 Bulan Menyandang Status Gizi Buruk, Ternyata Alami Tongue Tie
Kenali 3 Metode Operasi Tongue Tie yang Aman untuk Atasi Gangguan Kesulitan Menyusu