Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Cerita Afifah Yusuf, Merasa Haru Berhasil Menyusui & Menyapih Dua Anak selama 2 Th

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 10:20 WIB

Afifah Yusuf
Afifah Yusuf/Foto: Instagram @afifahyusuf
Daftar Isi
Jakarta -

Sukses melewati perjuangan menyusui hingga masa dua tahun menjadi sebuah prestasi membanggakan bagi seorang ibu. Kisah bahagia ini pula yang dibagikan Afifah Yusuf, Bun. Simak yuk, cerita Afifah Yusuf, merasa haru berhasil menyusui dan menyapih dua anak selama 2 tahun.

Setiap perjuangan menyusui yang penuh lika liku memang patut disyukuri dan dibanggakan. Sebab, proses ini merupakan prestasi besar bagi seorang ibu, terlepas dari bagaimana perjuangan tersebut dilewati. Karenanya, selalu ada haru biru mewarnai proses menyapih karena seorang ibu pasti teringat kisah perjuangannya yang luar biasa dalam mengASIhi bayinya.

Perjalanan Afifah Yusuf menyusui 2 anak

Hal itu pula yang dialami Afifah Yusuf, seorang penyanyi yang juga merupakan putri dari Hetty Koes Endang. Afifah yang sempat merilis lagi berjudul Rasi Bintang tersebut secara haru dan bangga membagikan kisahnya menyusui kedua anaknya sampai lulus di usia dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Hari ini official aku lulus menyapih setelah hampir dua tahun menyusui untuk kedua kalinya," kata Afifah dalam Reels yang dibagikannya di Instagram miliknya @Afifahyusuf.

Lebih lanjut, ibu dua anak tersebut melanjutkan kisahnya. "Sebenarnya jadi ibu itu banyak banget alamin mix feeling. Misalnya aku pas pertama kalinya punya anak, aku nggak tahu sejauhmana aku bisa menyusui. Tapi aku fight sebisa aku," bebernya.

Dikatakannya bahwa perjuangan untuk menyusui secara full memang tidaklah mudah, terutama di awal-awal masa menyusui. Layaknya permasalahan ibu menyusui secara umum pada payudaranya, Afifah pun turut mengalaminya, Bun.

"Aku ngalamin banget hari-hari di mana rasanya sakit benget, sampai demam, luka, sampai bengkak malahan. Tapi percayalah bahwa ini juga mengajarkan aku kesadaran, ngajarin aku komitmen, ngajarin aku mengenai cinta," imbuhnya.

Dari perjalanannya tersebut, Afifah pun memiliki kenangan yang takkan terlupakan. "Ada satu momen yang menurut aku nggak akan pernah bisa dilupain. Aku fight untuk pulang dalam perjalanan jauh, aku nggak tahu apakah itu aku sebetulnya bisa pulang dari Labuan Bajo kerja, di mana aku harus nyanyi. Setiap jam di kala aku merasa ada sebuah sinyal aku harus pumping, aku pumping. Di kondisi yang aku seperti dikejar, rasanya dikejar abu vulkanik waktu itu dan sampai di titik itu aku merasa nunjukkin gimana seorang ibu menyusui fight untuk menyusui anaknya," ungkapnya.

Afifah memang satu dari banyak pejuang menyusui yang tetap berjuang di mana pun untuk tetap  mengASIhi anaknya. Dan, di luar sana pun mungkin banyak yang memiliki kisah perjuangan yang luar biasa dan pantas diapresiasi.

"Buat siapa pun di luar sana yang menyusui mau kalian pumping atau kalian beri anak-anak kalian sufor atau apa pun itu, menurut gue kalian itu keren banget. Satu hal, jangan ngeliat apa metodenya, karena kalian selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kalian," kisahnya.

KIsah haru tersebut memang menjadi inspirasi dan suntikan energi bagi sesama pejuang menyusui di luar sana. Afi, sapaan akrabnya, memang tampak berbahagia dan menikmati dalam mengurus kedua buah hatinya tersebut. Dan, perjuangan menyusuinya yang penuh lika liku menjadi potret panjang yang mewakili perjuangan seorang ibu dalam mengASIhi anaknya di mana pun.

Dan, berbicara soal menyusui hingga proses menyapih tentunya bukan waktu yang singkat dilewati ya, Bunda. Setiap ibu tentu memiliki kisah dan tantangannya masing-masing. Dan, apa pun itu kendalanya, setiap ibu juga memiliki caranya sendiri dalam mengatasi permasalahannya.

Kapan perlu mulai menyapih?

Secara umum, rekomendasi yang bisa dipraktikkan yakni memenuhi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama mengingat ASI menyediakan semua nutrisi dan dukungan kekebalan tubuh yang diperlukan selama periode ini.

Setelah enam bulan, bayi biasanya membutuhkan nutrisi tambahan yang tidak dapat lagi diberikan hanya dengan ASI. Periode ini menjadikannya waktu ideal untuk memperkenalkan makanan padat yang kaya nutrisi secara bertahap pada bayi. Meskipun beberapa praktik tradisional memperkenalkan makanan sejak usia sebelum enam bulan, saran medis ialah menunggu hingga bayi berusia sekitar enam bulan. 

Dan, jangan pula menundanya hingga usia bayi lebih dari enam bulan ya, Bunda. Sebab, menunda pemberian makanan pendamping lebih dari enam bulan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit akut dan kronis.

Kenali metode penyapihan

Ada berbagai metode penyapihan yang bisa dipertimbangkan ketika Bunda ingin melakukannya. Masing-masing dari metode tersebut tentu memiliki manfaat dan plus minusnya masing-masing. Berikut ini beberapa metode penyapihan yang bisa diketahui:

1. Penyapihan tradisional

Metode ini menawarkan cara yang halus di mana Bunda dapat memberikan makanan tambahan yang sudah dihaluskan atau dilumatkan pada bayi dan menyuapinya dengan sendok.

2. Baby led weaning

Penyapihan dengan metode ini ialah membiarkan bayi makan sendiri sejak awal dan dimulai dengan makan makanan padat.

3. Kombinasi

Merupakan metode yang memilih elemen dari keduanya di mana Bunda menyertakan beberapa makanan padat di samping makanan yang dihaluskan atau dilumatkan.

Dari berbagai metode penyapihan tersebut, silahkan Bunda pertimbangkan sendiri baik dari sisi manfaat dan kenyamananya. Bunda juga bisa berdiskusi dengan dokter atau konselor laktasi untuk meyakinkan diri dalam memilih metode penyapihan yang tepat.

Berikut ini beberapa tips dalam menyapih Si Kecil yang bisa dilakukan secara bertahap ya, Bunda:

1. Lakukan perlahan dan stabil

Usahakan untuk menghilangkan satu sesi menyusui atau memompa ASI setiap dua hingga lima hari. Kecepatan yang lambat ini membantu tubuh menyesuaikan diri secara bertahap dalam mengurangi produksi ASI dan memungkinkan bayi beradaptasi dengan metode pemberian makan yang baru.

2. Persingkat sesi dan perpanjang jeda

Strategi lain yang bisa dilakukan yakni secara perlahan mempersingkat setiap sesi menyusui atau memperpanjang waktu antara pemberian makan seperti dikutip dari laman Stepcare.

3. Coba di siang hari terlebih dahulu

Banyak orang tua merasa lebih mudah melakukannya ketika di siang hari. Sebab, bayi sering mencari kenyamanan dengan menyusu ketika ingin tidur atau di malam hari.

4. Ganti dengan alternatif yang sesuai

Ketika Bunda menghilangkan sesi pemberian makan, gantilah dengan ASI perah yang telah disimpan sebelumnya atau alternatif lain yang sesuai tergantung pada usia.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda