menyusui
Studi Ungkap Menyusui Bisa Turunkan Risiko Depresi & Cemas pada Ibu hingga 10 Th
HaiBunda
Jumat, 15 May 2026 09:20 WIB
ASI merupakan sumber makanan yang mengandung nutrisi lengkap untuk bayi. Namun tak hanya bayi, orang tua juga bisa memperoleh manfaatnya dari proses menyusui ini, Bunda. Salah satunya manfaat menyusui yang bisa turunkan risiko depresi.
Kita tahu bahwa manfaat ASI yang begitu berlimpah menjadi alasan penting bagi Bunda untuk menyusui Si Kecil secara eksklusif, sebagaimana yang dianjurkan. Studi ilmiah ini mempercayai bahwa proses menyusui dapat membantu pemulihan mental para ibu.
Penelitian mengenai menyusui bisa turunkan risiko depresi
Melansir dari Sekolah Kedokteran UCD, masalah depresi, cemas, serta gangguan mental lainnya mampu diredakan dengan menyusui, Bunda. Hal ini tertuang pada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal terbuka BMJ Open.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli melakukan pengamatan terkait pemberian ASI secara keseluruhan, eksklusif, dan kumulatif, setidaknya dalam 12 bulan. Mereka mengatakan bahwa menyusui memang bisa turunkan risiko depresi dan cemas, tetapi jangka waktunya belum diketahui dengan jelas.
Untuk mengetahui hal tersebut, para ahli pun melacak perilaku menyusui dan kesehatan 168 ibu yang menyusui untuk kedua kalinya. Studi tersebut melakukan pengujian terhadap kondisi mental para ibu selama 10 tahun setelah kehamilan.
Para ibu yang berpartisipasi sejak awal kehamilan beserta anak-anak mereka menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 3 dan 6 bulan, serta 2, 5, dan 10 tahun setelah kelahiran. Sementara saat itu usia rata-rata ibu yang ikut serta adalah 42 tahun.
Pada setiap pemeriksaan, para ibu mengisi kuesioner riwayat kesehatan yang sangat rinci. Kuesioner ini menanyakan apakah mereka pernah didiagnosis dan diobati untuk depresi dan atau kecemasan. Faktor lain yang berpengaruh, seperti pola makan dan tingkat aktivitas fisik juga diperhatikan.
Para ibu perlu menyampaikan informasi tentang proses menyusui yang dijalaninya. Mulai dari menyusui atau memerah ASI selama 1 hari atau lebih, jumlah total minggu menyusui eksklusif dan keseluruhan, serta periode kumulatif menyusui kurang atau lebih dari 12 bulan.
Studi: Menyusui dengan tepat bisa turunkan risiko depresi
Hampir tiga perempat wanita, 73 persen atau 122 ibu, melaporkan pernah menyusui. Rata-rata periode menyusui eksklusif berlangsung selama 5,5 minggu dan menyusui secara keseluruhan selama 30,5 minggu. Lebih dari sepertiga, 37,5 persen atau 63 ibu, melaporkan total periode menyusui mencapai setidaknya 12 bulan.
Sebanyak 13 persen atau 22 ibu melaporkan mengalami depresi atau kecemasan pada pemeriksaan 10 tahun. Sementara 21 persen atau 35 ibu lainnya melaporkan mengalami depresi atau kecemasan di beberapa waktu tertentu.
Ibu yang mengalami depresi atau cemas setelah 10 tahun pemeriksaan ternyata sejak awal penelitian cenderung berusia lebih muda, kurang aktif secara fisik, dan memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Selain itu, analisis data menunjukkan ibu cenderung kurang menyusui dan memiliki durasi menyusui eksklusif keseluruhan yang lebih pendek.
Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa setiap minggunya pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan depresi dan kecemasan sebesar 2 persen. Hal ini juga didukung dari rendahnya pengonsumsian alkohol, Bunda.
“Kami berpendapat bahwa mungkin juga ada efek perlindungan dari keberhasilan menyusui terhadap depresi dan kecemasan pasca persalinan, yang pada gilirannya menurunkan risiko depresi dan kecemasan ibu dalam jangka panjang,” ujar tim penulis studi.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa studi ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan keterkaitan yang erat, tidak beserta sebab dan akibatnya. Namun demikian, menyusui tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko depresi dan kecemasan.
Demikian bagaimana manfaat luar biasa dari menyusui yang bisa turunkan risiko depresi dan cemas hingga 10 tahun usai melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Curhat Hillary Duff Kenang Masa Menyusui, Menyesal Dulu Terlalu Perfeksionis
Menyusui
Nita Vior Ungkap Alami Baby Blues, Jujur Sempat Takut Menyusui Putri Kecilnya
Menyusui
Kanker Payudara Sembuh, Tapi Luka Psikologisnya Bisa Bertahan Lama
Menyusui
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Busui agar MengASIhi Berjalan Lancar
Menyusui
DMER, Perasaan Sedih saat Menyusui yang Sering Dikira Gangguan Mental
5 Foto
Menyusui
Potret Aline Adita Nikmati Masa Menyusui Anak Pertama di Usia 45 Th
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Sindrom Puting Sedih dan Pengaruhnya saat Menyusui Bayi
Baby Blues pada Busui Bisa Pengaruhi Sistem Pencernaan pada Tubuh Bayi