Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Usia 40 Tahun ke Atas Masih Bisa Lancar Menyusui? Simak Jawaban Pakar

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Jumat, 08 May 2026 09:10 WIB

Ilustrasi Menyusui
Menyusui di Atas Usia 40 Tahun, Apakah Lebih Sulit?/Foto: Getty Images/oksix
Jakarta -

Meskipun tak muda lagi, menyambut bayi di usia 40-an tentu tetap menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Bunda. Akan tetapi, mungkin Bunda akan bertanya-tanya tentang pasokan ASI yang tersedia selama menyusui, apakah mencukupi atau tidak.

Menurut Natural Parent Magazine, pasokan ASI yang terdapat pada ibu menyusui tidak akan berubah seiring waktu. Terlepas dari usia, durasi menyusui, atau latar belakang, ASI Bunda tetap berkualitas dan kaya akan nutrisi serta antibodi.

Bahkan, di sejumlah penelitian, ASI kolostrum pada ibu yang berusia lebih tua jauh lebih tinggi dibandingkan ibu yang lebih muda. Maka dari itu, tubuh seorang perempuan sangatlah istimewa. Di usia berapapun, ASI tetap menjadi sumber nutrisi yang paling lengkap bagi bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir dari The Pumping Solution, seorang konsultan laktasi bernama Jan Barger menyebut bahwa kualitas ASI tidak akan rusak, jelek, ataupun menurun. Meskipun terkadang terdapat kesulitan atau tantangan, mutu ASI Bunda tetap terjaga.

Kondisi umum yang terjadi saat menyusui di usia 40-an

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya sedikit kemungkinan atas keterlambatan produksi ASI, terutama pada tahap laktogenesis II. Umumnya ini akan terjadi pada ibu menyusui dengan usia 40-an yang baru pertama kali memiliki anak atau mengalami kondisi medis tertentu, seperti operasi caesar, obesitas, atau diabetes.

Setelah melahirkan, kadar estrogen dan progesteron menurun drastis, Bunda. Kemudian, hormon prolaktin dan oksitosin pada akhirnya mengambil alih peran kedua hormon tersebut untuk memproduksi dan melepaskan ASI.

Tak ada yang berbeda dengan kinerja hormon tersebut, baik itu pada usia 22 maupun 42 tahun. Hanya saja, yang menjadi perbedaan adalah respons stres yang dapat menghambat pelepasan oksitosin dan membuat proses mengalirkan ASI terasa lebih lambat, Bunda.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa pasokan ASI ditentukan oleh seberapa sering ASI dikeluarkan, bukan usia. Karenanya, semakin rutin mengeluarkan ASI, maka produksi ASI juga akan menyesuaikan.

Tips melancarkan ASI di usia 40 tahun

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan Bunda saat mulai menyusui di usia 40 tahun:

  • Mulai menyusui atau memompa sedini mungkin: Bunda, usahakan menyusui langsung atau memompa ASI sesering mungkin, sekitar 8-10 kali dalam 24 jam, termasuk di malam hari. Jika terpisah dengan bayi, Bunda dapat mulai memompa ASI dalam 1-6 jam usai melahirkan.
  • Kenali tanda produksi ASI mulai meningkat: Payudara biasanya terasa lebih penuh pada hari ke-2 hingga ke-5. Pada kondisi tertentu, seperti operasi caesar, diabetes, atau usia 40-an, proses ini dapat lebih lambat. Tetaplah rutin keluarkan ASI agar produksinya lancar.
  • Frekuensi yang menyesuaikan produksi ASI: Setiap ibu memiliki kebutuhan frekuensi menyusui atau memompa yang berbeda. Ada yang cukup 4-5 kali, ada juga yang perlu 9-10 kali per hari. Jika kurang dari kebutuhan tersebut, produksi ASI dapat menurun, Bunda.

Demikian penjelasan bagaimana proses menyusui yang dilakukan saat Bunda berusia 40 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda