Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Studi: Menyusui Bantu Jaga Berat Badan Bunda saat Masuki Usia Paruh Baya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 21 Apr 2026 09:10 WIB

Racikan kopi campur lemon
Studi: Menyusui Bantu Jaga Berat Badan Bunda saat Masuki Usia Paruh Baya/Foto: Getty Images/iStockphoto/
Jakarta -

Usai melahirkan, sisa-sisa kenaikan berat badan saat hamil belum sepenuhnya menghilang ya, Bunda. Nah, katanya dalam sebuah studi, menyusui bantu cegah kenaikan BB Bunda saat masuki usia paruh baya.

Ya, manfaat menyusui memang tak diragukan lagi ya, Bunda. Selain memiliki manfaat besar untuk bayi lewat nutrisi emas dalam ASI, menyusui juga memberikan manfaat lainnya bagi Bunda yang menyusui.

Bagi ibu menyusui, aktivitas mengASIhi ternyata justru membantu penurunan berat badan lho, Bunda. Tentu saja, hal ini menjadi penyemangat bagi para ibu untuk terus mengASIhi bayi mereka.

Menyusui dan berat badan Bunda 

Memang, tak sedikit juga yang justru mengalami penambahan berat badan usai melahirkan. Kondisi lelah menyusui terkadang membuat mood kacau dan pelarian busui dengan mengonsumsi berbagai makanan untuk membangkitkan mood mereka. Alhasil, berat badan justru terdongkrak naik. 

Meski demikian, Bunda tidak perlu khawatir karena menyusui bisa membantu memangkas kelebihan berat badan tersebut. Menurut sebuah studi baru menyusui tidak hanya memengaruhi berat badan saat menyusui tetapi para perempuan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kg lebih sedikit di kemudian hari jika mereka menyusui setidaknya selama tiga bulan.

Beberapa studi di masa lalu telah meneliti bagaimana berat badan ibu berkembang pada tahun pertama atau kedua setelah melahirkan, tergantung pada apakah ia menyusui atau tidak. 

Para peneliti di The University of Oslo kini juga telah meneliti apa yang terjadi pada berat badannya dalam jangka panjang, bahkan hingga 50 tahun setelah ibu tersebut berhenti menyusui. Nantinya, mereka akan menggunakan temuan ini dalam penelitian lebih lanjut tentang risiko penyakit kardiovaskular pada ibu.

Temuannya pun jelas. Bagi banyak perempuan, menyusui setiap anak setidaknya selama tiga bulan memiliki efek positif jangka panjang pada berat badan seperti dikutip dari laman Medical Express.

Para peneliti menggunakan data dari The Women and Health Study yang melibatkan lebih dari 170 perempuan di Norwegia. Studi tersebut baru-baru ini diterbitkan di the American Journal of Clinical Nutrition.

Dalam temuannya, para peneliti menemukan perbedaan terbesar di antara mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat dewasa muda, yakni sebelum kehamilan.

"Kami membandingkan wanita dalam kelompok ini yang memiliki kesamaan dalam hal tingkat pendidikan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Kemudian kami menemukan bahwa mereka yang menyusui selama tiga hingga 15 bulan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 ​​kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga usia paruh baya, dibandingkan dengan mereka yang hanya sedikit menyusui," kata kandidat PhD Thorbjørn Brun Skammelsrud, yang sedang menempuh studi doktoralnya di Departemen Nutrisi, Institute of Basic Medical Sciences  di The University of Oslo.

Dalam temuan tersebut, untuk perempuan dengan berat badan normal, perbedaannya hingga 3 kg. Sementara, bagi mereka yang memiliki berat badan normal saat dewasa muda, perbedaannya yakni hingga 3 kg jika mereka menyusui selama 3-15 bulan. Dan, bagi perempuan yang sebelumnya kekurangan berat badan, menyusui hanya sedikit berpengaruh pada berat badan selanjutnya.

Skammelsrud menjelaskan bahwa sejauh mana menyusui memengaruhi berat badan akan bervariasi dari satu perempuan ke perempuan lainnya.

"Menyusui meningkatkan pengeluaran energi, jadi secara teori menyusui seharusnya berkontribusi pada penurunan berat badan. Tetapi justru karena pengeluaran energi meningkat, beberapa perempuan juga akan mengalami peningkatan nafsu makan saat menyusui," katanya.

Efek positif menyusui bagi kesehatan Bunda 

Para perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian ini memiliki anak sejak tahun 1940-an. Dalam studinya, ditemukan bahwa hubungan antara menyusui dan berat badan yang lebih rendah paling jelas terlihat pada perempuan yang memiliki anak setelah tahun 1980. Selain itu, perempuan-perempuan ini lebih mewakili ibu-ibu masa kini dalam hal pola menyusui dan diet.

Dalam pedoman Norwegia umumnya direkomendasikan agar para ibu menyusui sebagian selama satu tahun atau lebih jika ibu dan bayinya merasa nyaman. Skammelsrud menunjukkan bahwa perempuan di Norwegia menyusui lebih lama dibandingkan dengan banyak negara lain.

“Hal ini positif bagi kesehatan masyarakat. Pada saat yang sama, penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa perempuan mungkin memerlukan tindak lanjut tambahan setelah melahirkan, terutama mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa menyusui setidaknya selama tiga bulan memiliki efek positif pada berat badan perempuan di kemudian hari.

"Karena itu, penting untuk memfasilitasi pemberian ASI, dan agar perempuan yang ingin menyusui diberikan dukungan yang berkualitas,” kata peneliti tersebut.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda