Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Menyusui setelah Anestesi: Panduan Penting bagi Ibu yang Menjalani Operasi Caesar

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 08:20 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi Baru Melahirkan
Menyusui setelah Anestesi: Panduan Penting bagi Ibu yang Menjalani Operasi Caesar/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Bagi Bunda yang melahirkan secara caesar, pengaruh anestesi atau bius menjadi perhatian khusus ketika hendak menyusui. Pasalnya, sebagian obat anestesi yang masuk ke dalam tubuh ibu dikhawatirkan bisa mempengaruhi bayi melalui ASI.

Menurut ahli yang tergabung dalam Australian Society of Anaesthetists, menyusui tetap aman dilakukan setelah ibu sadar dari pengaruh anestesi. Meski begitu, efek dari anestesi tetap bisa berpengaruh pada bayi di beberapa kondisi, meskipun kecil kemungkinannya.

Maka dari itu, mendiskusikan rencana operasi dan menyusui dengan dokter anestesi merupakan hal penting bagi ibu yang ingin segera menyusui pasca operasi. Berikut beberapa panduan penting yang dibagikan para ahli anestesi di Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Amankah ibu menyusui setelah anestesi?

Pada umumnya, Bunda dapat kembali menyusui setelah sepenuhnya sadar, merasa nyaman, pandangan jelas, dan mampu menggendong bayi. Hal ini juga berlaku setelah penggunaan berbagai jenis obat, seperti antibiotik dan analgesik (pereda nyeri).

Sekitar 100.000 persalinan melalui operasi caesar di Australia terjadi setiap tahunnya. Ini menjadi salah satu bukti Australia dalam menegaskan bahwa menyusui aman dilakukan setelah menjalani anestesi spinal, anestesi umum, dan konsumsi obat pereda nyeri.

Sejauh ini, Australia tidak menemukan pengaruh anestesi terhadap produksi ASI. Sebaliknya, para ahli anestesi Australia justru menentang saran yang menyuruh ibu untuk memompa dan membuang ASI selama 24 jam, karena akan mengganggu proses menyusui

Perhatian bagi ibu yang menyusui setelah anestesi

Meskipun terbilang cukup aman, Bunda tetap perlu memperhatikan kaitan anestesi dengan kondisi bayi tertentu. Karena mereka lebih rentan, perlunya pemantauan terhadap kondisi bayi yang berusia kurang dari tiga bulan, terutama yang lahir dalam kondisi prematur.

Pasalnya, beberapa obat pereda nyeri seperti opioid dapat masuk ke dalam ASI dengan jumlah kecil. Karenanya, Bunda disarankan untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada bayi, seperti bayi lebih mengantuk atau perubahan perilaku lainnya setelah menyusu.

Selain itu, penggunaan opioid dosis tinggi juga perlu diperhatikan, Bunda. Beberapa opioid dosis tinggi, seperti kodein, tramadol, dan oksikodon, perlu mendapatkan pengawasan khusus karena setiap orang akan memproses obat tersebut secara berbeda.

Jenis anestesi yang sebaiknya dihindari

Dalam beberapa kasus, ahli anestesi Australia akan menyarankan Bunda untuk menghindari anestesi dengan obat pereda nyeri tertentu. Alasannya bukan karena itu berbahaya, melainkan terdapat alternatif lain yang lebih aman untuk ibu dan bayi.

Dikutip dari laman resmi Australian Society of Anaesthetists, obat pereda nyeri tersebut adalah diazepam, pethidine, hydromorphone, methadone, codeine, quinolon, sulfonamida, ciprofloxacin, metronidazole, dan pregabalin.

Obat-obatan tersebut bisa dijumpai dengan nama merek atau nama dagang yang berbeda-beda. Maka dari itu, penting bagi Bunda untuk memeriksa informasi obat melalui portal resmi institusi kesehatan atau berkonsultasi langsung dengan dokter anestesi. 

Perlu diingat kembali bahwa setiap ibu dan bayi memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sebaiknya Bunda lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter anestesi untuk mengetahui panduan serta risikonya selama menggunakan obat atau prosedur tertentu.

Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai panduan untuk menyusui setelah anestesi. Semoga bermanfaat dan menjawab semua keraguan Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda