Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Curhat Hillary Duff Kenang Masa Menyusui, Menyesal Dulu Terlalu Perfeksionis

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 06:45 WIB

Hillary Duff
Curhat Hillary Duff Kenang Masa Menyusui, Menyesal Dulu Terlalu Perfeksionis/Foto: Instagram @hilaryduff
Daftar Isi
Jakarta -

Hillary Duff kembali membuka sisi personal kehidupannya sebagai seorang Bunda saat mengenang masa menyusui Si Kecil. Dalam wawancara terbarunya, aktris dan penyanyi ini mengaku menyesal pernah terlalu perfeksionis saat menjalani masa menyusui, terutama ketika merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi yang ia pasang untuk dirinya sendiri.

Pengakuan perempuan berusia 38 tahun ini disampaikan saat tampil di podcast Call Her Daddy dipandu oleh Alex Cooper yang tayang pada Rabu, 25 Februari. Alumni serial Disney Lizzie McGuire itu berbicara blak-blakan tentang bagaimana perjuangan menyusui memengaruhi rasa percaya dirinya sebagai seorang ibu.

Dalam podcast tersebut, pelantun lagu Mature itu mengaku masih bisa menangis ketika mengingat masa-masa sulit menyusui.

"Saya masih bisa menangis kalau mengingatnya," ujar Hillary Duff dikutip dari laman People.

Hillary Duff merasa ingin menjadi segalanya bagi anaknya karena telah mengandung dan melahirkan mereka. Namun, kenyataan tak selalu seindah yang terlihat di media sosial. Hillary mengaku kerap membandingkan dirinya dengan video para ibu lain yang tampak begitu alami menyusui di ruang publik.

"Bagi saya, tidak seperti itu," katanya. 

Pengalaman paling berat terjadi saat menyusui putrinya, Townes. Hillary Duff mengungkapkan bahwa berat badan sang bayi tidak bertambah seperti yang diharapkan.

"Ini terutama terjadi saat bersama Townes, tapi berat badannya tidak bertambah. Dan saya mencoba menyusuinya sepanjang waktu,” tuturnya.

Meski sudah berpengalaman sebagai ibu empat anak, Hillary Duff tetap merasa tertekan. Bahkan ia mengaku keras kepala untuk terus mencoba, karena sangat ingin semuanya berhasil secara alami tanpa tambahan susu.

"Dan itu sudah anak keempat saya. Maksudnya, tinggal tambahkan susu tambahan saja. Apa yang kamu lakukan? Ya, kan? Tapi saat itu saya  sangat keras kepala soal itu. Benar-benar ingin semuanya berhasil, tetapi tidak terjadi seperti yang diharapkan," tuturnya. 

Hillary Duff menyadari bahwa ia terlalu memaksakan diri demi memenuhi standar yang ia ciptakan sendiri. Dua minggu setelah akhirnya berhenti menyusui, ia justru merasakan kelegaan luar biasa.

"Kemudian dua minggu setelah berhenti menyusui,  seperti, ‘Ya, ini kebebasan terbaik yang pernah ada!’ Tapi di momen itu, merasa, ‘Bagaimana saya bisa menghadapi ini? Kenapa saya tidak bisa melakukannya dengan baik?," kata Hillary Duff.

Pengalaman menyusui berbeda untuk setiap anak

Hillary Duff juga membandingkan pengalaman menyusui keempat anaknya. Ia menyebut bahwa proses menyusui paling lama dan terasa paling mudah terjadi saat bersama Luca putra dari pernikahan sebelumnya dengan Mike Comrie.

"Luca, saya menyusuinya paling lama. Saat itu lebih mudah. Dan seiring waktu, setiap anak mendapat jatah menyusu yang semakin sedikit. Dan sekarang saya seperti, siapa yang peduli? Tapi pada saat menjalaninya, Anda benar-benar larut di dalamnya," tuturnya. 

Pemilik akun @hilaryduf ini juga menyinggung tekanan biologis dan emosional yang dirasakan ibu. Ia mengatakan bahwa perempuan memang dirancang untuk memberi makan anak dari tubuhnya sendiri, sehingga ketika hal itu tidak berjalan sesuai harapan, rasa bersalah pun muncul.

Akui produksi ASI tidak melimpah

Ini bukan kali pertama Hillary Duff berbicara tentang perjuangan menyusui. Pada 2021, setelah melahirkan Mae, ia juga berbagi cerita di podcast Informed Pregnancy bersama Dr. Elliot Berlin. Hillary Duff mengungkapkan bahwa semua bayinya sebenarnya memiliki perlekatan yang baik saat menyusu. Namun, ia merasa bukan tipe ibu dengan produksi ASI yang melimpah.

"Saya bukan tipe yang memproduksi ASI dalam jumlah besar, jadi ini cukup emosional bagi saya. Bahkan, ini adalah bayi pertama yang belum saya beri tambahan susu sama sekali, jadi saya benar-benar menyusuinya secara eksklusif. Saya akan mencoba mempertahankannya selama beberapa minggu,” tutur Hillary Duff dalam wawancara tersebut.

Hillary Duff juga mengakui bahwa menyusui terasa lebih berat karena harus membagi perhatian dengan anak-anaknya yang lain. Banks, yang saat itu masih kecil, belum sepenuhnya mengerti mengapa ibunya harus duduk lama untuk menyusui setiap 20 menit sekali sementara dua anak lainnya tetap membutuhkan kehadirannya.

"Tetap saja terasa sakit dan sulit. Dan rasanya lebih sulit lagi karena dua anak saya yang lain juga sangat membutuhkan saya, sementara menyusui ini memakan porsi waktu yang sangat besar dalam sehari. Rasanya seperti setiap 20 menit saya harus menyusui, dan saya harus duduk di satu tempat. Banks juga belum cukup besar untuk benar-benar mengerti, meskipun dia sangat luar biasa membantu dengan bayinya. Ini memang sulit".

Keputusan berhenti menyusui penuh emosional

Pada Mei 2019, Hillary Duff juga pernah membagikan keputusannya berhenti menyusui anak keduanya lewat Instagram. Ia menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang sangat emosional dan sulit. Awalnya, ia merasa bimbang namun akhirnya, ia merasa baik-baik saja, bahagia, dan lega.

“Banks tumbuh dengan sangat baik dan saya jadi punya lebih banyak waktu bersamanya, dan ayahnya juga bisa ikut lebih banyak memberi susu! Dan ibu bisa tidur sedikit lebih lama!” tulisnya saat itu. 

Melalui pengalamannya, Hillary Duff ingin menyampaikan pesan penting bagi para ibu, tidak ada yang salah dengan mengambil keputusan terbaik untuk diri sendiri dan anak. Hillary Duff menyebut bahwa semua ibu adalah pahlawan setiap hari. Baik sedang hamil, pasca melahirkan, maupun menjalani hari-hari sibuk sebagai orang tua.

Hillary Duff juga mengingatkan bahwa ibu sering menempatkan diri di urutan terakhir, terus bergerak tanpa henti, sambil tetap membawa semua 'tas kehidupan'.

"Baik Anda sedang hamil, pasca melahirkan, atau hanya seorang ibu yang sibuk, Anda adalah pahlawan setiap hari atas semua yang dilakukan," kata  Duff. 

Kisah Hillary Duff ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menyusui tidak selalu sempurna, ya Bunda. Tidak semua ibu memiliki pengalaman yang sama, dan itu tidak membuat siapa pun menjadi ibu yang kurang baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda