menyusui
Trauma Masa Kecil Ibu Ternyata Bisa Tercermin dalam ASI
HaiBunda
Senin, 02 Mar 2026 06:40 WIB
Daftar Isi
Penelitian terbaru menemukan bahwa trauma masa kecil terlihat dalam ASI seorang ibu yang memiliki pengalaman buruk sejak dini. Melalui penelitian tersebut, terdapat beberapa perbedaan pada kandungan ASI yang cukup signifikan.
Sebelumnya, banyak penelitian yang sudah melakukan pengamatan terhadap dampak stres masa kecil yang terjadi pada kehidupan orang dewasa. Studi terbaru kini semakin mempertegas bahwa trauma masa kecil berpotensi membawa pengaruh kepada generasi berikutnya.
Trauma masa kecil ibu ternyata bisa tercermin dalam ASI
Diterbitkan dalam jurnal Translational Psychiatry, penelitian tersebut melaporkan bahwa ibu dengan riwayat trauma masa kecil cenderung memiliki perbedaan komponen dalam ASI mereka, terutama pada mikroRNA dan asam lemak tertentu.
Selain itu, para ilmuwan juga menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua yang memiliki trauma masa kecil memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku dan metabolisme. Para ahli menjadikan hal tersebut sebagai perhatian khusus karena dampaknya terhadap kesehatan anak di masa depan.
“Tujuan utama kami adalah meneliti apakah ASI pada seorang ibu yang memiliki trauma masa kecil bisa berdampak pada lintas generasi. Kami ingin mengetahui bagaimana pengalaman buruk tersebut bisa terdeteksi dalam ASI,” kata pemimpin utama dari studi tersebut, Ali Jawaid, dari TREND Lab di Pusat Pengembangan Teknologi Polandia.
Bagaimana penelitian tentang trauma masa kecil terlihat dalam ASI?
Penelitian ini melibatkan 103 pasangan ibu dan bayi di Wroclaw, Polandia. Para peneliti melakukan pengamatan dan penilaian di beberapa waktu tertentu, yaitu saat bayi baru lahir, saat bayi berusia 5 bulan, dan saat bayi berusia 12 bulan.
Pada usia 5 bulan, ibu memberikan sampel ASI dan mengisi kuesioner tentang temperamen bayi. Kemudian, pada usia 12 bulan, ibu mengisi kuesioner tentang pengalaman buruk yang mereka alami sebelum usia 12 tahun.
Waktu pengisian ini dipilih agar stres yang timbul saat mengingat kembali trauma tidak mempengaruhi kualitas ASI yang sudah diambil sebelumnya. Setelah kuesioner terkumpul, peneliti kemudian menganalisis dua komponen utama dalam ASI, yakni mikroRNA dan asam lemak.
Sebagai informasi, mikroRNA adalah molekul dalam ASI yang membantu mengatur kerja gen. Sementara asam lemak merupakan bagian penting dari kandungan lemak dalam ASI.
Kemudian, mereka membagi para ibu menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok kesulitan tinggi, yang mengalami dua atau lebih pengalaman traumatis masa kecil. Kedua, kelompok kesulitan rendah, yang mengalami satu atau tidak sama sekali pengalaman traumatis.
Apa yang menjadi tanda trauma masa kecil terlihat dalam ASI?
Hasil dari analisis dan perbandingan kedua kelompok tersebut menunjukkan perbedaan yang jelas pada kandungan mikroRNA dalam ASI. ASI dari ibu dengan riwayat kesulitan tinggi memiliki kadar mikroRNA jenis tertentu seperti miR-142-3p, miR-142-5p, miR-223-3p yang lebih tinggi.
Semakin banyak pengalaman buruk yang dialami ibu di masa kecil, semakin tinggi pula kadar mikroRNA tersebut dalam ASI. Namun, trauma masa kecil terlihat dalam ASI tersebut tidak berkaitan dengan gejala depresi pasca persalinan.
Selain itu, ditemukan juga perbedaan pada kandungan asam lemak, Bunda. Ibu dengan riwayat kesulitan tinggi memiliki kadar asam lemak rantai menengah yang lebih rendah dalam ASI mereka. Hasil ini sangat konsisten meskipun pola makan dan indeks massa tubuh sudah dikontrol.
Menurut Jawaid, temuan ini menunjukkan bahwa trauma masa kecil terlihat dalam ASI menjadi bukti biologis jangka panjang pada perempuan. Ke depannya, para peneliti ingin mengetahui apakah terapi sebelum dan selama kehamilan dapat mengubahnya menjadi lebih baik.
Hubungan perbedaan komponen ASI dengan temperamen bayi
Setelah ditemukannya perbedaan pada komponen tersebut, peneliti kemudian melanjutkan pengamatan mengenai bagaimana komponen mikroRNA dan asam lemak pada ibu yang mengalami trauma dapat mempengaruhi temperamen bayi.
Hasilnya, kadar miR-142-5p yang lebih aktif dan tinggi menunjukkan keterkaitan dengan kesenangan pada bayi berusia 12 bulan. Sebaliknya, bila kadar mikroRNA tersebut tidak aktif dan rendah, bayi cenderung lebih mudah merasa tertekan saat menghadapi keterbatasan.
Kadar asam lemak yang tinggi juga menunjukkan keterkaitan dengan perilaku bayi berusia 5 bulan, seperti refleks alami saat bayi jatuh atau reaksi bayi saat kehilangan keseimbangannya. Sementara itu, jenis asam lemak lainnya dalam ASI juga berkaitan dengan sifat temperamen pada bayi berusia 12 bulan.
Meski begitu, Jawaid dalam laman PysPost menyampaikan bahwa penelitian ini hanya menunjukkan keterkaitan, bukan penyebab pasti, sehingga temuan ini belum mampu dijadikan bukti terkait komponen ASI yang menyebabkan perbedaan temperamen pada bayi.
Demikian informasi mengenai bagaimana tanda trauma masa kecil terlihat dalam ASI. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Cara agar ASI Mengandung Lebih Banyak Lemak agar Berat Badan Si Kecil Bertambah
Menyusui
Mandikan Bayi dengan ASI Sisa, Bolehkah? Simak juga Caranya Bun
Menyusui
Pecahkan Rekor Dunia, Bunda Ini Jadi Donatur ASI Terbanyak Hampir 1.600 Liter
Menyusui
Viral Bayi Usia Satu Hari Diberi Air Putih, Ini Kata Dokter
Menyusui
Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 3 Hari Tanpa Minum ASI, Mitos atau Fakta?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Menyusui Sambil Main Ponsel? Ini Tips Simpel Biar Tetap Perhatian ke Bayi
Kisah Bunda Alami 3 Kali Mastitis dalam 2 Bulan, Penyebabnya Ternyata..
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bunda Selama 2 Tahun Menyusui