Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Kupas Mitos & Fakta Seputar Pompa ASI, Benarkah Bikin Ibu Jadi Kurang Bonding dengan Si Kecil?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 23 Jan 2026 09:10 WIB

happy mother using breast pump machine to pumping milk while talking with her newborn baby on a bed
Kupas Mitos & Fakta Seputar Pompa ASI, Benarkah Bikin Ibu Jadi Kurang Bonding dengan Si Kecil? /Foto: Getty Images/geargodz
Daftar Isi
Jakarta -

Pompa ASI menjadi alat penting bagi pejuang ASI yang sibuk beraktivitas di luar rumah dan tetap ingin mengASIhi. Ada banyak mitos dan fakta seputar pompa ASI yang mungkin belum banyak diketahui para busui. Yuk, mengupasnya lebih lanjut, Bunda.

Memompa ASI menjadi agenda penting bagi para ibu di luar sana yang tidak memungkinkan mereka untuk terus menyusui secara langsung. Walau agenda tersebut tidaklah semulus yang dilihat, memompa ASI tetap diperjuangkan secara maksimal dalam memberikan nutrisi terbaik untuk bayi mereka.

Ya, memberikan ASI pada bayi memang memberikan banyak manfaat termasuk dalam hal kesehatan Bunda dan Si Kecil. Karenanya, sebagian besar Bunda berupaya keras memperjuangkan proses mengASIhi dengan berbagai cara, termasuk memompa ASI sebagai pilihan yang tak boleh dilewatkan.

Mitos dan fakta pompa ASI

Nah, berbicara mengenai memompa ASI, sebenarnya ada banyak mitos yang beredar dan belum banyak diketahui para ibu di luar sana. Agar lebih mengenal informasi seputar pompa ASI lebih dalam dan mendukung keputusan mengASIhi sebagai pemberian makan terbaik kepada bayi, ketahui lebih dulu mitos dan fakta di baliknya ya, Bunda:

1. Memompa ASI hanya diperlukan saat Bunda kembali bekerja

Sebagian orang berpikir bahwa memompa ASI hanya bermanfaat bagi perempuan yang akan kembali bekerja. Padahal, diketahui bersama bahwa memompa ASI dapat membantu ibu bekerja memberikan ASI saat mereka sedang bekerja serta bermanfaat dalam banyak hal lain di luar konteks pekerjaan.

2. Memompa menyebabkan pasokan ASI rendah

Ada mitos yang beredar bahwa memompa ASI justru dapat menurunkan produksi ASI. Kesalahpahaman ini sebenarnya dapat membuat para busui menghindari memompa ASI karena takut hal itu dapat menghambat kemampuan mereka untuk menyusui bayinya. 

Kenyataannya adalah produksi ASI ibu bekerja berdasarkan sistem penawaran dan permintaan di mana semakin banyak tubuh menerima informasi untuk menghasilkan ASI, semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Selain itu, memompa ASI secara teratur membantu produksi ASI dengan cara yang sama seperti ASI diproduksi untuk bayi, dan karenanya dapat meningkatkan atau mempertahankan pasokan ASI seperti dikutip dari laman Promom.

3. ASI yang dipompa tidak sekaya nutrisi ASI yang diberikan langsung 

Beberapa orang mengira bahwa ASI yang dipompa mungkin tidak sama sehatnya atau sama manfaatnya seperti ASI yang diberikan langsung dari payudara. Sehingga, banyak perempuan kemudian berpikir bahwa jika mereka memompa payudaranya, ASI yang mereka hasilkan juga akan berubah. Padahal, ASI yang dipompa tetap mengandung nutrisi, antibodi, dan nilai penting lainnya bagi bayi.

4. Memompa ASI menyakitkan

Memompa ASI seharusnya tidak menimbulkan kesakitan bagi perempuan. Karenanya, jika mereka merasakan sakit saat memompa ASI, artinya ada masalah di baliknya. Rasa sakit saat memompa biasanya disebabkan oleh kukuran flensa yang salah, pengaturan hisap yang salah, atau posisi pompa yang salah. Memompa ASI hanya nyaman jika Bunda mendapatkan pengaturan dan posisi yang tepat sesuai dengan tubuh.

5. Memompa ASI akan mengurangi durasi menyusui

Beberapa ibu percaya bahwa penggunaan pompa ASI akan menyebabkan penghentian menyusui. Padahal, memompa ASI tidak harus menggantikan menyusui jika itu bukan yang Bunda inginkan. Namun, sebagian besar dari para Bunda ternyata berhasil mempraktikkan kedua metode tersebut untuk mewujudkannya.

6. Ibu sulit membangun bonding ke bayi jika mereka memompa ASI

Beberapa ibu khawatir dengan proses memompa ASI yang justru bisa mengganggu proses membangun bonding. Padahal, berbicara, kontak mata ke mata, menggendong, dan memeluk bayi selama menyusui adalah beberapa cara yang membantu seseorang membangun bonding yang lebih dekat. 

7. Tidak dapat menggabungkan menyusui dan memompa

Faktanya, banyak Bunda menyusui yang berhasil menggabungkan antara menyusui dan memompa ASI dalam kesehariannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pemberian makan kombinasi yang dapat menawarkan manfaat menyusui sambil memastikan pasokan ASI yang dipompa untuk fleksibilitas. 

8. Memompa ASI memakan waktu dan tidak praktis

Memompa ASI memang membutuhkan waktu dan usaha karenanya perlu dikelola dengan strategi yang tepat. Misalnya menggunakan pompa ASI double pump yang bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memompa ASI seperti dikutip dari laman Ardomedical.

9. Semua pompa ASI sama

Di pasaran, pompa ASI tersedia sangat variatif mulai dari desain, efisiensi, dan kenyamanan. Untuk itu, sangat penting memilih pompa ASI yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan masing-masing.

10. Memompa ASI hanya untuk ibu bekerja

Padahal, memompa ASI bermanfaat bagi semua perempuan menyusui bukan hanya mereka yang kembali bekerja. Ini kemudian memungkinkan Bunda untuk membangun persediaan ASI dan memberikan Bunda fleksibilitas untuk berada jauh dari bayi dan membantu mengatasi masalah pasokan ASI atau kesulitan menyusui.

Itulah beberapa mitos seputar pompa ASI yang bisa dijadikan referensi ya, Bunda. Dengan memahami fakta tentang memompa ASI tentunya dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan membuat pengalaman menyusui lebih positif.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda