menyusui
Manfaat Jangka Panjang Menyusui: Kesehatan Mental Ibu Lebih Baik hingga 10 Tahun
HaiBunda
Jumat, 16 Jan 2026 09:30 WIB
Daftar Isi
Menyusui bukan hanya bermanfaat bagi pertumbuhan Si Kecil, tetapi juga Bunda lho. Sebuah studi mengungkapkan bahwa menyusui bisa memberikan manfaat kesehatan mental jangka panjang bagi sang ibu.
Menyusui dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari pemulihan pasca persalinan hingga jangka panjang. Hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui bisa membantu memulihkan rahim Bunda dengan cepat.
Selain itu, jangka panjangnya akan menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium, diabetes tipe 2, serta hipertensi. Menyusui eksklusif juga bisa menjadi metode kontrasepsi alami karena mampu menekan ovulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusui dan kesehatan mental Bunda
Nah, manfaat jangka panjangnya pun tak berhenti sampai di situ, Bunda. Dilansir dari News Medical, terdapat sebuah studi yang menunjukkan bahwa menyusui juga dapat memengaruhi kesehatan mental ibu dalam jangka panjang.
Studi ini mengamati beberapa perempuan yang telah menjalani kehamilan untuk kedua kalinya. Nantinya, para peneliti akan mencatat perkembangan kesehatan ibu dan anak selama beberapa tahun setelah melahirkan.
Berikut simak informasi lengkapnya, Bunda.
Penelitian ini awalnya dilakukan oleh ROLO Longitudinal Birth Cohort Study, yang baru-baru ini melakukan suatu pengembangan dan pembahasan lebih lanjut dalam yang dilakukan oleh BMJ Group dan mengungkap hasilnya dalam sebuah studi.
Pada setiap pemeriksaan, para ibu akan diminta untuk mengisi kuesioner tentang riwayat kesehatan dan menyusui yang sangat rinci. Kuesioner tersebut juga menggali informasi mengenai riwayat pengobatan depresi atau kecemasan, yang akan menjadi catatan penting bagi mereka.
Dari hasil pengamatan tersebut, peneliti mengungkapkan 22 dari 185 ibu pernah mengalami depresi dan gangguan kecemasan pada 10 tahun setelah kehamilan. Kondisi tersebut diakibatkan ibu kurang konsisten dalam menyusui dan pemberian ASI eksklusif yang cukup singkat.
Sementara itu, selebihnya merupakan ibu yang konsisten memberikan ASI eksklusif. Tercatat bahwa mereka memiliki risiko gangguan kecemasan dan depresi yang jauh lebih rendah hingga 10 tahun kemudian.
Studi ini pun menyebutkan bahwa setiap tambahan satu minggu pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko depresi dan kecemasan hingga 2%, meski telah mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk rendahnya konsumsi alkohol.
Menyusui memberikan efek jangka panjang pada kesehatan mental ibu
Meski penelitian ini hanya sebuah pengembangan dari penelitian sebelumnya, setidaknya terdapat sebuah gambar yang menunjukkan bahwa menyusui berpotensi memberikan manfaat jangka panjang terhadap kesehatan mental para ibu.
Para peneliti menilai, pemberian ASI yang sesuai bisa membantu menurunkan risiko depresi dan kecemasan setelah melahirkan, yang dampaknya bisa berlanjut hingga jangka panjang.
“Kami berpendapat bahwa keberhasilan menyusui berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap depresi dan kecemasan setelah melahirkan, yang selanjutnya dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan mental ibu dalam jangka panjang,” tutur salah satu peneliti.
Menyusui mampu mengurangi risiko depresi ibu
Para peneliti juga menjelaskan bahwa hubungan antara menyusui dan kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah kondisi sosial ekonomi, budaya, serta riwayat kesehatan, yang bisa memengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
Meski demikian, para peneliti juga menegaskan bahwa peningkatan durasi menyusui terbukti memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, mengurangi risiko penyakit, dan biaya perawatan kesehatan yang lebih hemat secara signifikan.
Mereka menilai, jika menyusui mampu membantu menurunkan angka depresi, hal ini menjadi alasan kuat bagi pembuatan kebijakan untuk semakin mengedepankan dukungan terhadap pemberian ASI.
Dapat disimpulkan bahwa menyusui sebuah kegiatan yang penuh dengan manfaat. Bagi setiap perempuan, menyusui merupakan anugerah yang sangat indah. Setiap bayi yang diberi ASI pun akan mendapatkan awal kehidupan yang baik, sekaligus memperkuat jalinan kasih sayang.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang manfaat jangka panjang menyusui bagi para Bunda. Semangat mengASIhi, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Manfaat Menyusui Bantu Sembuhkan Bayi Saat Flu
Menyusui
Jarang Terungkap 9 Manfaat Menyusui untuk Bunda & Buah Hati
Menyusui
Tips Cegah Anak Rewel saat Imunisasi, IDAI: Beri ASI dan Pelukan
Menyusui
Benarkah Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Kanker Payudara?
Menyusui
Bunda Perlu Tahu, 5 Manfaat Menyusui bagi Kesehatan
5 Foto
Menyusui
5 Potret Bunda Seleb Bertekad Menyusui Sang Anak, Terbaru Nikita Willy
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ternyata Menyusui Berpengaruh pada Kesehatan Otak Bunda di Masa Depan, Ini Kata Studi
Alca Istri Bintang Emon Ceritakan Perjalanan MengASIhi Pertamanya, Relate Bun?
Tren PumpTok, Bikin Busui Makin Semangat Pompa ASI atau Malah Insecure?