Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

7 Tanda ASI Minim Nutrisi yang Perlu Diwaspadai Ibu Menyusui

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 08:30 WIB

ASI merupakan sumber nutrisi utama untuk bayi, dan apabila ASI minim nutrisi maka akan berdampak pada pertumbuhan bayi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya, Bunda.
7 Tanda ASI Minim Nutrisi/Foto: Getty Images/Aliseenko
Daftar Isi
Jakarta -

Tak sedikit ibu menyusui yang merasa overthinking terhadap kualitas ASI yang diberikan kepada Si Kecil. Biasanya, mereka memikirkan seberapa banyak ASI yang dihasilkan dan apakah ASI yang diberikan mengandung nutrisi yang cukup atau tidak.

Di samping itu semua, memang penting untuk mengetahui tanda-tanda ASI yang kurang berkualitas dan kurang bernutrisi, sehingga ibu menyusui dapat menilai dengan pasti dan kebutuhan gizi Si Kecil dapat terpenuhi dengan optimal.

Kekhawatiran Bunda itu valid, kok. Mengingat kebutuhan ASI akan terus berlanjut sampai Si Kecil berusia dua tahun, Bunda perlu mengupayakan yang terbaik agar pasokan ASI yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut adalah tanda-tanda ASI minim nutrisi yang perlu Bunda ketahui. 

Tanda ASI minim nutrisi

ASI merupakan nutrisi terbaik yang mengandung semua zat gizi dan antibodi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh optimal. Namun, nutrisi ASI yang terbatas mengharuskan Bunda untuk menyiapkan makanan pendamping ASI ketika bayi sudah berusia lebih dari enam bulan.

Para ahli menyarankan untuk seorang ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hingga berusia dua tahun. Alasannya adalah kandungan nutrisi yang terkandung dalam ASI sangat mencukupi kebutuhan Si Kecil dari hari pertama hingga dua tahun pertama kehidupannya.

Tapi, bukankah nutrisi ASI terbatas? Betul, Bunda. Ahli menyampaikan bahwa 70 persen kebutuhan energi bayi berusia 6-12 bulan bisa diserap melalui nutrisi yang tersedia. Namun, saat bayi berusia 1-2 tahun, hanya 30-40 persen nutrisi yang bisa diserap untuk kebutuhan energinya.

Jadi, bisa dikatakan ASI sangat penting bagi bayi karena dari sanalah sumber energi dan kebutuhan gizi serta nutrisi bayi dapat terpenuhi. Maka dari itu, penting untuk Bunda mengetahui dan mewaspadai tanda ASI minim nutrisi sebagai berikut.

1. Bayi tidak mendapatkan cukup popok basah

Tanda pertama, yang merupakan tanda pasti adalah dilihat dari jumlah pergantian popok Si Kecil dalam sehari. Diketahui, bayi yang ASI-nya tercukupi setidaknya akan mengganti popok basah sebanyak 6-8 kali dalam sehari.

Nah, apabila bayi tidak mencapai batas minimum tersebut, kemungkinan terdapat masalah dalam pemberian ASI-nya. Mungkin bisa terjadi karena jumlah pemberian ASI tidak mencukupi, ataupun kualitas ASI Bunda sendiri.

2. Kurangnya penambahan berat badan

Berat badan Si Kecil ditargetkan untuk bertambah atau kembali ke berat badan lahirnya ketika sudah memasuki usia dua minggu. Namun, apabila itu tidak terjadi pada Si Kecil, Bunda harus mewaspadainya dan segera konsultasikan ke dokter.

3. Memperlihatkan tanda-tanda dehidrasi

Dilansir dari laman Healthline, Bunda harus mewaspadai bila Si Kecil tidak kunjung buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, kepala terasa cekung, dan mengantuk berlebihan. Bisa jadi ciri tersebut merupakan ciri bayi yang dehidrasi.

4. Bayi tampak mengantuk atau lesu

Secara medis, ASI akan memberikan energi untuk bayi. Namun, apabila bayi terasa lesu, mengantuk, dan tidak bersemangat, maka kemungkinan terdapat sesuatu yang salah dari pemberian ASI tersebut.

5. Berat badan bayi belum juga kembali normal

Dikutip dari laman llli, bayi yang belum kembali kepada berat lahirnya setelah dua minggu juga harus diwaspadai. Mungkin saja, tanpa Bunda sadari terdapat kesalahan dalam pemberian ASI. Apabila seperti itu, Bunda bisa konsultasikan ke dokter gizi anak.

Tanda bayi tumbuh sehat dengan ASI

Biasanya, bayi yang sehat akan terlihat dari grafik berat badan dan pertumbuhan panjang badannya. Apabila grafik tersebut sesuai dengan target pada usianya, maka pemberian ASI dapat dikatakan sukses.

Sebaliknya, kekurangan ASI dapat membuat bayi berisiko mengalami kekurangan nutrisi dan gangguan tumbuh kembang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana tanda bayi tumbuh dengan sehat, seperti yang dijelaskan sebagai berikut.

  1. Frekuensi bayi menyusu hingga mencapai 8-12 kali dalam 24 jam.
  2. Setelah menyusu, bayi terlihat sangat puas. Ditandai dengan gesture tangan yang mengepal dan tubuh mereka yang rileks dan terbuka.
  3. Berat badannya bertambah sesuai target yang diharapkan, yakni sekitar 155-240 gram atau 5,5-8,5 ons per minggu hingga bayi berusia empat bulan.
  4. Selama proses menyusu, bayi mengalami fase menelan susu. Ditandai dengan isapan menjadi sekitar satu kali tarikan per detik, disertai gerakan naik turun pada tenggorokan.
  5. Kotoran bayi berubah menjadi kuning dengan tekstur encer dan keruh pada hari kelima. Selain itu, bayi buang air besar 3-4 kali dalam sehari di usianya yang keempat hari.
  6. Frekuensi buang air kecil meningkat dan setidaknya menghabiskan dua popok basah selama 24 jam di hari kedua, semakin bertambah setiap harinya hingga di hari kelima, harus minimal enam popok basah.

Pilihan aktivitas agar ASI berkualitas

Bunda bisa memilih asupan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan agar ASI Bunda semakin optimal.

1. Pertahankan pola makan yang sehat

Bunda bisa mengonsumsi makanan yang ramah laktasi. Misalnya, pepaya, fenugreek, gandum, ragi, adas, dan lainnya.

2. Tetap terhidrasi

Hormon yang dibutuhkan untuk mengeluarkan susu akan lebih optimal produksinya bila tubuh Bunda tetap terhidrasi. Selain itu, hidrasi yang cukup akan memastikan produksi ASI Bunda juga tercukupi.

3. Istirahat yang cukup

Dengan istirahat yang cukup dan berkualitas, produksi ASI akan lebih maksimal dan baik secara kuantitas dan kualitas. Pastikan Bunda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap harinya sehingga produksi ASI tak lagi terganggu.

Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat untuk Bunda dalam mengenali tanda-tanda ASI minim nutrisi dan cara mencegahnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda