menyusui
Risiko Lari Tanpa Pilihan Bra yang Tepat, Ibu Menyusui Perlu Waspada!
HaiBunda
Jumat, 02 Jan 2026 08:50 WIB
Daftar Isi
Studi mengungkapkan banyak perempuan yang belum menyadari bahwa aktivitas dengan intensitas tinggi dapat mempengaruhi kesehatan payudara. Terlebih jika Bunda tidak menunjangnya dengan bra yang tepat.
Bunda perlu tahu, gerakan payudara berulang saat berolahraga dapat memberikan tekanan berlebih pada jaringan penopangnya. Tentu, jika dibiarkan terlalu lama, maka akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan
Ketika sedang menyusui, payudara cenderung lebih berat dan sensitif, sehingga membutuhkan penopang ekstra. Tanpa penyangga yang memadai, risiko munculnya rasa ketidaknyamanan bisa meningkat dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, dengan memilih bra yang sesuai, Bunda bisa tetap berolahraga dengan nyaman, sekaligus menjaga kesehatan payudara dalam jangka panjang.
Pentingnya pemilihan bra saat berlari
Setelah mengetahui tekanan payudara cukup besar saat berlari, kondisi ini membuat payudara rentan mengalami berbagai risiko. Risiko tersebut bisa meningkat apabila payudara tidak mendapatkan penopang yang tepat, terutama saat berolahraga dengan intensitas tinggi.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan dengan payudara lebih besar berisiko mengalami kerusakan serat kolagen saat berlari. Diketahui masalah ini disebabkan oleh tarikan gravitasi yang lebih kuat pada payudara berukuran besar.
Bahkan, menurut profesor anatomi di James Cook University Australia, Monica Zimanyi, kondisi tersebut dalam jangka panjang bisa menyebabkan perubahan bentuk payudara dan timbul rasa tidak nyaman. Karenanya, penting untuk Bunda memilih bra yang tepat saat lari.
Selain itu, penggunaan sport bra menjadi langkah pencegahan yang sangat dianjurkan. Penelitian menunjukkan bahwa sport bra jauh lebih efektif dalam mengurangi pergerakan payudara dan rasa tidak nyaman dibandingkan bra biasa, dilansir dari Korea Times.
Bra berkawat lebih berisiko membuat payudara cedera
Payudara terdiri dari kelenjar susu, lemak, dan ligamen yang melekat pada dinding dada. Seiring berjalannya usia, payudara dapat berubah ukuran dan bentuk yang dipengaruhi oleh pubertas, kehamilan, menyusui, penuaan, pola makan dan olahraga.
Pemilihan bra yang tidak tepat memungkinkan payudara mengalami cedera. Salah satunya bra yang menggunakan kawat untuk membentuk cup-nya. Bra ini sering dijumpai dan menjadi pilihan populer para Bunda.
Namun, sebuah studi di tahun 2023 menemukan bahwa bra dengan jenis ini lebih berisiko, karena kawat yang menonjol dapat menyebabkan kulit terluka ketika terlalu menekan. Hal ini sangat berbahaya, terlebih pada perempuan yang mengenakan implan payudara.
Selain itu, di tahun 2014 risiko lain ditemukan, seperti menyebabkan masalah pada pembuluh darah payudara, peradangan, nyeri, dan pengerasan payudara. Berdasarkan kasus ini, mengenakan bra yang tepat bisa membantu Bunda terhindar dari risiko tersebut.
Benarkah pemakaian bra terlalu lama juga bisa picu kanker payudara?
Banyak Bunda yang mungkin pernah mendengar jika penggunaan bra, terutama yang berkawat dan terlalu lama bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya.
Studi ini dilakukan pada lebih dari 1.000Â perempuan berusia 55 hingga 74 tahun, baik yang memiliki, maupun yang tidak memiliki kanker payudara. Hasilnya, tidak ditemukan kaitan antara penggunaan bra dengan risiko kanker payudara, meskipun dengan durasi pemakaian yang begitu lama.
Faktor yang lebih berpengaruh terhadap risiko kanker payudara justru meliputi usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol berlebihan. Karena itu, menjaga gaya hidup sehat dan aktif juga menjadi langkah penting dalam pencegahan, Bunda.
Tak hanya itu, studi juga mengungkapkan, kebiasaan menggunakan bra saat tidur ternyata tidak mempengaruhi pertumbuhan payudara. Hal ini dikarenakan ukuran dan perkembangan payudara diatur oleh hormon yang dikendalikan otak.
Meski begitu, kondisi kesehatan dan asupan nutrisi tetap berperan penting. Perubahan berat badan, penurunan lemak tubuh, bisa turut mempengaruhi ukuran dan volume payudara.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan edukasi bagi Bunda tentang pentingnya memilih bra yang tepat saat berolahraga demi menjaga kesehatan payudara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Serba-Serbi Seputar Ukuran Bra Menyusui dan Cara Mengukurnya
Menyusui
Do's and Don'ts Bra untuk Ibu Menyusui, Hindari Pakai yang Berkawat
Menyusui
4 Tips Menemukan Bra Menyusui yang Tepat, Bunda pun Selalu Merasa Nyaman
Menyusui
Bolehkah Ibu Menyusui Memakai Bra saat Tidur di Malam Hari?
Menyusui
4 Tips Penting Saat Membeli Bra Menyusui, Pilih yang Elastis Bun
7 Foto
Menyusui
7 Potret Terbaru Aurel Hermansyah, Sukses Turunkan BB hingga 15 Kg saat Menyusui Anak Kedua
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hebat! Bunda Menangi Lomba Maraton Sambil Jeda Menyusui Anak, Padahal Telat Start 30 Menit
10 Mitos dan Fakta Seputar Payudara yang Jarang Diketahui
Ibu Menyusui Tetap Bisa Lari, Ini Tips Aman agar ASI Tidak Berkurang