
menyusui
Arti MengASIhi bagi Feni Rose, Paling Tak Suka bila Ada yang Membanding-bandingkan Busui
HaiBunda
Jumat, 29 Aug 2025 09:00 WIB

Setiap ibu memang memiliki perjuangannya masing-masing dalam mengASIhi anak-anaknya. Presenter Feni Rose pun memiliki sendiri arti mengASIhi, paling tak suka bila ada yang membanding-bandingkan setiap pencapaian ibu menyusui.
Menyusui yang tampak mudah sebenarnya tidaklah semulus yang dilihat ya, Bunda. Dalam praktiknya, setiap ibu menyusui menemukan tantangannya masing-masing. Bahkan, dari sejak awal menyusui tak jarang banyak yang kesulitan dengan produksi ASI dan deretan permasalahan lainnya yang mengganggu jalannya proses mengASIhi.
Ragam permasalahan menyusui seperti perlekatan yang kurang baik, ASI seret, ASI tidak keluar, produksi ASI minim, puting lecet, dan berbagai masalah lainnya memang jadi deretan atas masalah umum yang dihadapi pejuang ASI. Karenanya, sangat tidak elok ketika perjuangan yang sangat berat tersebut disamaratakan satu sama lain.
Ya, sering kali, ada juga sesama perempuan yang membanding-bandingkan bahwa perjuangan dirinya mengASIhi menjadi yang paling berat. Sementara, mereka yang kebetulannya dengan berbagai alasan tidak bisa mengASIhi, dianggap bukan ibu yang sempurna. Inilah yang kemudian kerap muncul ke permukaan menjadi pro dan kontra sebagai ibu menyusui.
Permasalahan serba serbi menyusui juga tak sampai di situ saja, Bunda. Belakangan, ada acara menyusui yang juga menjadi perbicangan hangat khalayak karena ada sebagian masyarakat yang justru menjadikannya sebagai candaan, bahkan mengarah ke ranah pornografi.
Dalam acara tersebut, para ibu menyusui secara bersamaan menyusui anaknya masing-masing. Mereka pun menggunakan apron atau nursing cover sehingga bagian payudara mereka tertutupi. Namun, segelintir orang menganggap kalau momen memberikan ASI tersebut justru dianggap melecehkan.
Presenter Feni Rose pun geram dengan perilaku sebagian orang-orang tersebut yang mengganggap acara itu sebagai candaan porno. Dikatakannya bahwa perempuan memang sudah lama menjadi objek pelecehan, tetapi bukan berarti perilaku tersebut merupakan hal yang wajar.
"Sebagai perempuan dan seorang ibu, apa pun itulah yang namanya pelecehan itu dari sejak kita lahir sudah ada. Itu bukan sesuatu hal yang aneh. Siapa yang melakukan komentar-komentar seperti itu bisa jadi ya waktu bayi minum ASI, minum susu kaleng, dan lain sebagainya. Itu tidak ada kaitannya," katanya.
Ditambahkan Feni bahwa apakah hal tersebut bukanlah hal yang aneh bagi dirinya. Apalagi, pelecehan dari dulu itu memang sudah ada. "Itu pelecehan yang dari dulu sudah ada. Apakah itu menjadi sesuatu yang aneh bagi aku? Enggaklah bagi aku. Tidak benar iya, tapi tidak aneh," sambungnya seperti dikutip dari laman Youtube Insertlive.
Feni Rose kenang masa menyusui: Penuh Romantika
Ia pun mengenang bahwa perjuangan dirinya mengASIhi anaknya dulu juga memiliki romantika tersendiri. "Memberi ASI itu buat aku nikmat aja. Nikmat, penuh romantika. Kalau dibilang kayak berjuang atau apa, kayaknya kok jadi gimana banget kesannya. Dinikmati aja prosesnya,"ujarnya.
Mengenai proses mengASIhinya saat itu, Feni berujar kalau dirinya bersyukur lancar-lancar saja perjalanannya. "Waktu itu Alhamdulillah gak ada kejadian yang sampai harus ke dokter atau apa. Alhamdulillah lancar," katanya bersyukur.
Meski demikian, apa yang dialaminya mungkin saja tidak dirasakan semua ibu-ibu pejuang ASI lainnya di luar sana. Apalagi, setiap ibu tentu memiliki tantangannya masing-masing.
"Tapi perjalanan ibu dalam memberikan ASI itu beda-beda ya. Ada yang lancar, mudah, Ada yang di awal-awal susah, ada yang di awal-awal nggak keluar, ada yang kondisi tertentu. Macam-macam sih tapi sebetulnya kalau komentar mesum atau apapun, aku lebih concern ibu-ibu yang membandingkan antara perempuan yang bisa memberikan ASI dan perempuan yang tidak bisa memberikan ASI,"Â bebernya.
Dikatakannya perihal komentar-komentar seperti itu dari netizen kan memang sudah lama. Hanya saja yang membuat Feni concern karena mereka yang saling mengomentari itu adalah sesama perempuan.
"Yang jadi concern aku, ini kan sama-sama perempuan, membanding-bandingkan, udahlah. Kita kan sama-sama perempuan, kenapa gak saling menghargai, cuma tahu perjuangan perempuan itu sendiri aja udah berat, apa dikit ada risiko, dilecehkan baik secara verbal atau lainnya. Itu deh, makanya ke dalam kita harus solid, jadi gampang kita beramai-ramai membantai orang-orang yang komentarnya mesum di postingan-postingan edukatif seputar ASI. Yuk, mohon ibu-ibu semuanya kompak," katanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Menyusui
Komentar para Artis Soal Acara MengASIhi Jadi Candaan Mesum, Termasuk Danang DA

Menyusui
3 Cara agar Si Kakak Tetap Anteng saat Bunda Menyusui Si Kecil

Menyusui
Perjuangan Fitri Tropica MengASIhi Bayi Kedua, Sempat Panik karena ASI Tak Keluar

Menyusui
Amankah Minum CTM untuk Ibu Menyusui? Ini Penjelasannya Bun

Menyusui
Cerita Ibu Masih Menyusui Anaknya yang Berumur 7 Tahun


5 Foto
Menyusui
Lesty Kejora hingga Dinda Hauw, 5 Artis ini Jalani Ramadan sebagai Ibu Menyusui
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda