kehamilan

Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Diet

Melly Febrida Jumat, 09 Nov 2018 - 19.07 WIB
Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Diet (Foto: iStock) Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Diet (Foto: iStock)
Jakarta - Bunda mungkin pernah mendengar, mikroba di usus bayi yang lahir normal dengan operasi caesar (c-sectio) berbeda. Lebih banyak yang lahir secara normal. Sebuah penelitian menemukan perbedaan, diet selama hamil juga berdampak pada kandungan mikroba usus bayi Bun.

Penelitian terbaru diterbitkan BioMed Central dan dipublikasikan di jurnal Microbiome seperti dilansir Earth.com. Para peneliti juga menemukan efek ini bisa bervariasi tergantung pada metode melahirkan, Bun.

"Penelitian kami menunjukkan hubungan faktor yang mudah dimodifikasi, diet ibu, dengan mikrobioma usus bayi," kata penulis utama studi, Sara Lundgren.



Menurut Sara, hasil penelitian ini bisa menjadi kunci dalam mengembangkan rekomendasi diet ibu hamil dan menyusui. Sara dan timnya di Dartmouth-Hitchcock Medical Center menganalisis mikrobioma usus bayi pada usia enam minggu dan menemukan dalam usus bayi ini terdiri dari mikroba seperti Enterobacteriaceae, Bifidobacterium, Bacteroides, dan Streptococcus.

Peneliti juga menemukan tiga kelompok mikroba usus yang berbeda di antara 97 bayi yang baru lahir. Pada kelompok pertama, usus bayi mengandung Bifidobacterium yang berlimpah. Kelompok kedua, memiliki banyak Streptococcus dan Clostridium, dan kelompok 3 memiliki Bacteroides yang melimpah. Sedangkan, pada 48 bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar dan komposisi mikrobanya sangat berbeda, Bun.

Kata peneliti Bun, para ibu yang makan lebih banyak buah dan melahirkan secara normal, kandungan Bifidobacterium lebih rendah. Namun, pada ibu yang melahirkan melalui operasi caesar malah lebih tinggi Bifidobacterium. Ibu ini ternyata selama hamil mengonsumsi lebih banyak daging merah dan daging yang diproses.

Peneliti menganalisa, pada kelompok 2 ini kemungkinan 2,73 kali lebih tinggi jika ibu yang melahirkan normal mengonsumsi lebih banyak buah. Kemungkinan lainnya pada kelompok 2 ini 2,36 kali lebih tinggi apabila ibu yang melahirkan dengan operasi caesar setiap harian menambahkan porsi susu ketika bayi dilahirkan melalui caesar.

Sara menambahkan, tim peneliti berharap hasil penelitian berbeda berdasarkan proses melahirkannya, Bun. Tapi, peneliti tak menduga kalau beberapa mikroba yang jumlahnya meningkat atau menurun berhubungan dengan diet sang ibu pada kelompok dengan model persalinan.



Menurut Sara, penelitian ini benar-benar observasional dan memiliki keterbatasan. Misalnya saja, penelitian baru fokus pada ibu dan bayi dari New England Utara, yang memiliki populasi yang relatif homogen.

Para peneliti juga menjelaskan efek yang diidentifikasi melalui analisis. Mereka bisa saja dipengaruhi diet ibu ketika mereka sedang menyusui, Bun. Dulu ada penelitian dari Universitas Turku di Finlandia yang menemukan salah satu faktor yang menyebabkan bayi caesar lebih rentan sakit adalah karena bayi tidak mendapat cukup bakteri baik dari sang ibu. Bakteri baik ini sangat penting untuk pengembangan sistem imun bayi.

"Kontraksi yang terjadi ketika melahirkan secara normal membuat sel-sel tubuh bayi lebih permeabel dan mudah menyerap bakteri-bakteri baik dari tubuh ibunya. Ini adalah mekanisme alam yang nampaknya merupakan proses untuk mempersiapkan bayi menghadapi lingkungan bebas yang lebih berbahaya," kata Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci, dokter anak dari Universitas Turku di Finlandia. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi