kehamilan

Kisah Ibu Di-bully karena Tubuhnya Menggemuk Saat Hamil

Melly Febrida Selasa, 12 Des 2017 - 19.01 WIB
Kisah Ibu Di-bully karena Tubuhnya Menggemuk Saat Hamil/ Foto: ilustrasi/thinkstock Kisah Ibu Di-bully karena Tubuhnya Menggemuk Saat Hamil/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tubuh wanita hamil pasti bakal berubah ya, Bun. Nggak mengenal profesi juga. Bahkan sekelas presenter televisi juga bisa menggemuk pas lagi hamil. Sayangnya, kadang perubahan tubuh kita saat hamil dijadiin bahan bully-an. Hiks, sedihnya.

Kayak yang terjadi sama Mary Ours, seorang ahli meteorologi untuk WJAC-TV, afiliasi NBC di Pennsylvania Barat. Mary dibully karena tubuhnya yang menggemuk karena lagi hamil. Ia begitu meradang dengan nyinyiran netizen di media sosial, Bun. Menurutnya hal itu tidak pantas, apalagi dilakukan oleh sesama wanita.

"Kalau kamu nggak tahu dari jutaan pengumuman di media sosial, saya hamil dan saya begitu bahagia," tulis Mary di halaman Facebook-nya.

Memang ya Bun, menjadi penyiar berita tentunya seperti menjadi selebriti lokal. Alhasil, apa yang terjadi sama kita, termasuk perubahan tubuh atau penampilan kerap dikomentari miring.

"Ya, tubuh saya akan berubah drastis dan saya akan menggemuk sehingga tidak perlu berkomentar negatif tentang bagaimana saya berpakaian dan terlihat. Ini nggak bisa ditolerir dan sangat mengganggu!" kata Mary menegaskan.

Mary menyayangkan komentar yang mengejek tubuh ibu hamil. Menurutnya Bun, sesama wanita seharusnya saling mendukung, bukan menghina dengan perubahan tubuh ibu hamil.

"Anda mempermalukan tubuh wanita hamil di saat kita harus saling menyemangati," tulis Mary melalui akun WJAC-TV. "

Menurut Mary, wanita zaman sekarang seakan merasa bisa mengatakan apapun ke orang lain sesuai yang mereka inginkan. Entah itu ukuran tubuh atau cara berpakaian. Padahal, komentarnya itu disampaikan di forum publik yang bisa dilihat banyak orang. Menurut Mary, sebagai sesama wanita kita harusnya saling mendukung satu sama lain, bukannya saling menjatuhkan.

Mary sebenarnya berhak marah dengan netizen yang berkomentar buruk. Tapi, dia menggunakan momen tersebut tentang harapannya menghentikan bullying. Bahkan nih, Bun, kata Mary kalau dia punya anak perempuan, dia ingin menegaskan ke putrinya nggak apa-apa berdiri sendiri dan bahagia dengan kulit sendiri. Artinya, kita mesti bangga dengan kondisi fisik kita.

"Saya segera menjadi ibu, saya merasa berutang pada diri saya untuk mencoba dan membuat perbedaan dan menghentikan bully online dan pemujaan tubuh. Saya tumbuh sebagai manusia, dan saya akan melakukan yang terbaik," kata Mary.

Di-bully Bikin Stres

Bullying atau perilaku kasar seperti olok-olok lebih sering berdampak negatif dan merugikan korbannya, Bun. Contohnya saja saat kita mengejek tentang tubuh orang. Apalagi pada wanita, mengejek berat badannya justru membuat mereja makin stres. Akibatnya, para wanita justru bakal makan lebih banyak dan kesulitan mengendalikan pola makan mereka.

Selain mendorong pola makan semakin buruk, bullying juga memicu depresi akibat stres berkepanjangan. Dan yang lebih buruk lagi, bisa mendorong seseorang untuk bunuh diri.

Itu semua tercantum dalam studi 2013 yang dipublikasikan di US National Library of Medicine National Institutes of Health. Karena perubahan tubuh saat hamil wajar dan sebbagai sesama wanita, udah seyogianya kita justru mendukung para ibu yang sedang hamil. Toh kita juga pernah merasakannya kan? He-he-he.
(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi