kehamilan
Usus Turun setelah Melahirkan, Benarkah Bisa Terjadi?
HaiBunda
Sabtu, 31 Oct 2026 11:00 WIB
Daftar Isi
Keluhan usai melahirkan kerap membuat Bunda merasa khawatir. Apalagi jika muncul rasa berat di area panggul atau benjolan saat buang air besar (BAB). Benarkah kondisi ini menandakan usus turun setelah melahirkan?
Kehamilan dan persalinan memang dapat memengaruhi kekuatan otot serta jaringan penyangga organ panggul. Ketika penyangga ini melemah maka organ yang ditopang bisa bergeser ke posisi semula.
Misalnya usus turun, meski belum menjelaskan kondisi tertentu namun kondisi tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang sesuai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah usus turun setelah melahirkan bisa terjadi?
Ya, kondisi yang disebut usus turun dapat terjadi setelah melahirkan. Salah satu kondisi yang perlu dikenali adalah prolaps rektum, yaitu ketika rektum, bagian akhir usus besar, bergeser turun ke saluran anus dan terkadang menonjol keluar.
Melansir Cleveland Clinic, kehamilan dan persalinan termasuk faktor yang dapat berkontribusi terhadap prolaps rektum. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan berusia di atas 50 tahun. Jadi, bukan berarti setiap ibu yang baru melahirkan akan mengalaminya.
Sebenarnya, prolaps rektum tidak bersifat gawat darurat, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada sejumlah orang dan berpotensi menyebabkan komplikasi di kemudian hari. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah kesulitan buang air besar, seperti inkontinensia tinja (ketidakmampuan mengontrol BAB).
Selain itu, keluhan usus turun dapat berkaitan dengan prolaps organ panggul. Pada kondisi ini, organ panggul bergeser dan menonjol ke dalam vagina akibat melemahnya otot serta jaringan penyangga.
Perbedaannya penting dipahami, Bunda. Prolaps rektum mengarah ke anus, sedangkan prolaps organ panggul melibatkan penonjolan ke vagina. Keduanya memerlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.
Mengapa persalinan dapat meningkatkan risikonya?
Selama kehamilan, dasar panggul menanggung beban tambahan. Saat persalinan pervaginam, otot dan jaringan penyangga organ panggul juga dapat meregang atau mengalami cedera.
Dilansir dari laman Pregnancy, Birth and Baby, risiko prolaps organ panggul meningkat pada persalinan pervaginam. Terutama yang dibantu forsep atau ketika bayi berukuran besar. Riwayat persalinan pervaginam berulang juga dapat meningkatkan risiko.
Sementara itu, Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust menyebut persalinan pervaginam, sembelit berkepanjangan, mengangkat beban berat, dan kelemahan otot dasar panggul sebagai faktor risiko prolaps rektum.  Ini artinya, keluhan tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor sekaligus.Â
Gejala usus turun setelah melahirkan yang perlu Bunda ketahui
Gejalanya bergantung pada organ yang mengalami prolaps dan arah penonjolannya.
Pada prolaps rektum, keluhan dapat berupa:
- Benjolan kemerahan yang keluar dari anus.
- Sensasi tertekan atau mengganjal di anus.
- Rasa buang air besar belum tuntas.
- Keluarnya lendir atau darah dari anus.
- Kesulitan menahan keluarnya tinja.
Benjolan akibat prolaps rektum bisa menyerupai wasir. Karena itu, Bunda sebaiknya tidak menyimpulkan penyebabnya hanya dari tampilan benjolan.
Pada prolaps organ panggul, gejala yang dapat muncul meliputi:
- Rasa berat atau tertekan di vagina.
- Benjolan di dalam atau sekitar lubang vagina.
- Kesulitan buang air kecil maupun buang air besar.
- Kebocoran urine atau tinja.
- Rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
Keluhan prolaps organ panggul dapat terasa lebih berat setelah berdiri lama atau menjelang akhir hari, kemudian berkurang ketika beristirahat.
Apakah usus turun setelah melahirkan harus dioperasi?
Tidak semua kondisi yang disebut usus turun memerlukan penanganan yang sama, Bunda. Dokter akan mempertimbangkan jenis prolaps, tingkat keparahan, keluhan, serta kondisi kesehatan Bunda.
Pada prolaps organ panggul, pilihan penanganan dapat mencakup fisioterapi dasar panggul dan pemasangan pesarium, yaitu alat penyangga yang ditempatkan di vagina. Jika prolapsnya lebih berat atau penanganan lain belum membantu maka bisa mempertimbangkan operasi.Â
Untuk prolaps rektum pada orang dewasa, umumnya memerlukan operasi guna memperbaiki posisi rektum. Pengaturan kebiasaan buang air besar dan latihan yang dipandu tenaga kesehatan dapat membantu mengelola keluhan, tetapi tidak menggantikan perbaikan prolaps yang memerlukan pembedahan.
Apa yang bisa Bunda lakukan?
Untuk mengurangi tekanan pada dasar panggul, Bunda dapat mendiskusikan langkah berikut dengan tenaga kesehatan:
- Menangani sembelit agar tidak terus-menerus mengejan.
- Meminta panduan tentang aktivitas dan mengangkat beban selama pemulihan.
- Mempelajari latihan dasar panggul dengan teknik yang sesuai.
- Memeriksakan batuk berkepanjangan yang menambah tekanan pada panggul.
Latihan dasar panggul sebaiknya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Fisioterapis dapat membantu memastikan cara mengencangkan dan merilekskan otot dilakukan dengan benar.
Kapan perlu ke dokter?
Bunda perlu memeriksakan diri jika mengalami beberapa gejala ini. Seperti munculnya benjolan di anus atau vagina, rasa berat di panggul, maupun gangguan buang air. Bunda tidak perlu menunggu keluhan menjadi berat atau menunggu jadwal kontrol berikutnya.
Segera cari pertolongan medis jika jaringan yang menonjol dari anus terjebak di luar, terutama disertai nyeri berat atau perdarahan banyak. Jaringan yang terjepit berisiko mengalami gangguan aliran darah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Ciri-ciri Darah Nifas yang Berbahaya setelah Melahirkan & Cara Mengatasinya
Kehamilan
Enggak Nyesal, Patricia Devina Justru Merasa Bersyukur Badannya Berubah Pasca Melahirkan
Kehamilan
Pamer Tubuh Berisi, Lindsay Lohan Justru Bangga dan Bahagia Bisa Hamil & Melahirkan
Kehamilan
6 Perawatan Setelah Melahirkan, Bantu Kencangkan Kulit Kendur
Kehamilan
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Masalah Kesehatan yang Tak Boleh Diabaikan Bunda setelah Melahirkan
Penyebab Ada Bekas Luka Caesar yang Terasa Kebas atau Masih Nyeri
9 Pantangan Ibu Melahirkan Sebelum 40 Hari dan Alasannya