Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Proses Kehamilan, Ini yang Diungkap Studi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 28 Oct 2026 07:30 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Proses Kehamilan, Ini yang Diungkap Studi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tran Van Quyet
Jakarta -

Kehamilan dapat membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk cara kerja otak ibu hamil. Menariknya, perubahan tersebut bukan sekadar dampak samping kehamilan, tetapi juga bagian dari proses adaptasi tubuh dalam mempersiapkan diri menyambut kehadiran bayi.

Sejumlah studi mulai mengungkap bagaimana otak ibu hamil beradaptasi selama proses kehamilan. Misalnya, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature Neuroscience pada tahun 2024 diketahui bahwa 'hal-hal luar biasa' termasuk perubahan pada wilayah yang terkait dengan sosialisasi dan pemrosesan emosi masih terlihat jelas setelah dua tahun melahirkan.

Studi ini dilakukan berdasarkan 26 pemindaian otak seorang perempuan sehat berusia 38 tahun. Temuan dalam studi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang tanda-tanda awal kondisi seperti depresi pasca persalinan dan preeklamsia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ini adalah peta rinci pertama otak manusia selama masa kehamilan," kata penulis studi dan ahli saraf dari University of California, Santa Barbara, Emily Jacobs, dilansir BBC News.

"Kita belum pernah menyaksikan otak mengalami proses metamorfosis seperti ini. Akhirnya kita bisa mengamati perubahan pada otak secara real time," sambungnya.

Perubahan fisik besar-besaran pada tubuh selama kehamilan sudah dikenal luas, tetapi pemahaman tentang bagaimana dan mengapa otak berubah masih sangat terbatas. Banyak perempuan mengaku mengalami 'pregnancy brain' atau 'baby brain' untuk menggambarkan perubahan otak yang membuat mereka mudah lupa, linglung, atau mengalami kabut pikiran.

Otak yang diteliti dalam penelitian ini adalah milik ilmuwan Elizabeth Chrastil, dari Pusat Neurobiologi Pembelajaran dan Memori di University of California, Irvine. Chrastil sedang merencanakan kehamilan melalui program bayi tabung ketika penelitian itu sedang dibahas. Setelah hasil penelitian diterbitkan, Chrastil telah melahirkan seorang putra.

Menurut studi, di hampir 80 persen wilayah otak Chrastil, volume materi abu-abu (grey matter) berkurang sekitar 4 persen, dengan hanya sedikit pemulihan setelah kehamilan. Grey matter adalah jaringan yang mengontrol gerakan, emosi, dan ingatan.

Para peneliti mengatakan bahwa perubahan tersebut mirip dengan perubahan yang terjadi selama masa pubertas. Studi pada hewan pengerat menunjukkan bahwa hal itu dapat membuat calon induk lebih sensitif terhadap bau dan cenderung merawat diri serta membuat sarang, atau mengurus rumah tangga.

"Namun manusia jauh lebih rumit," kata Chrastil.

Chrastil sendiri tidak mengalami 'mommy brain' atau pikiran kabur karena kehamilan. Tetapi, ia tentu saja merasa lebih lelah dan emosional di trimester ketiga.

"Kita dapat menentukan apakah perubahan-perubahan ini dapat membantu memprediksi hal-hal seperti depresi pasca persalinan atau memahami bagaimana sesuatu seperti preeklamsia dapat memengaruhi otak," ujar Chrastil.

Studi lain yang bahas soal perubahan otak ibu hamil

Dalam studi sebelumnya, para ilmuwan juga pernah mengungkap perubahan otak ibu hamil. Namun, proyek penelitian selama 10 tahun yang dilakukan ilmuwan kesehatan mental di Australian National University di Canberra ini menyimpulkan bahwa sindrom 'baby brain' adalah mitos urban.

Alih-alih mengalami penurunan kemampuan mental dan verbal selama tahap awal menjadi ibu, kemampuan kognitif perempuan justru meningkat ketika mereka hamil. Selain itu, para peneliti mengklaim bahwa perbaikan tersebut dapat bersifat permanen.

"Perempuan sering melaporkan masalah dengan ingatan dan penalaran setelah mereka hamil. Tetapi temuan dari studi kami selama satu dekade, yang paling mendalam dalam meneliti masalah ini, telah membuktikan bahwa masalah tersebut tidak bersifat permanen," kata peneliti utama, Profesor Helen Christensen, dikutip dari The Guardian.

Temuan Christensen ini memang cukup bertentangan dengan studi lain mengenai perubahan otak ibu hamil. Namun, Christensen bersikeras bahwa penelitiannya dapat diandalkan. Dalam studi ini, Christensen mewawancarai 2.500 perempuan berusia 20 hingga 24 tahun, pertama kali pada tahun 1999 dan kemudian pada tahun 2004 dan 2008.

"Kami menemukan bahwa perempuan yang hamil selama wawancara gelombang kedua atau ketiga menunjukkan kinerja yang sama pada tes logika dan memori seperti sebelumnya, dan tidak ada perbedaan antara ibu hamil dan kelompok kontrol," ungkap Christensen.

"Hal ini benar-benar menyisakan pertanyaan terbuka mengapa ibu hamil dan sering kali, pasangan mereka berpikir bahwa mereka memiliki daya ingat yang buruk, padahal bukti terbaik yang kita miliki tidak begitu. Mungkin perempuan memperhatikan sedikit penurunan kemampuan mental dan kemudian mengaitkannya dengan kehamilan karena itu adalah hal yang paling signifikan dalam pikiran mereka saat itu. Atau kurang tidur dapat menutupi efek kognitif positif."

Pendapat Christensen tentang hasil studinya sejalan dengan penelitian yang dilakukan Dr. Craig Kinsley dari Richmond University di Virginia. Kinsley menemukan bahwa memiliki anak dapat meningkatkan ketangkasan mental seumur hidup seorang ibu dan melindungi otaknya dari penyakit neurodegeneratif di usia tua.

"Meskipun seorang perempuan mungkin mengalami penurunan fungsi otak yang tampak saat hamil, ini bisa jadi karena bagian-bagian otaknya sedang dimodifikasi sebagai persiapan untuk menghadapi tuntutan rumit dalam membesarkan anak," ujarnya.

"Perubahan yang terjadi saat itu dapat bertahan seumur hidup, meningkatkan kemampuan kognitif dan melindungi mereka dari penyakit degeneratif."

Demikian beberapa studi yang mengungkap soal perubahan otak ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda