Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ketahui Bahaya Ibu Hamil Menghirup Asap Kebakaran, Termasuk Bayi Lahir Prematur

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Rabu, 28 Oct 2026 11:05 WIB

worried pregnant woman sitting at home with protective face mask and looking through the window.
Ketahui Bahaya Ibu Hamil Menghirup Asap Kebakaran, Termasuk Bayi Lahir Prematur/Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography
Daftar Isi
Jakarta -

Kondisi hutan yang terbakar luas di beberapa wilayah seperti Kalimantan dan sekitarnya, membuat kesehatan masyarakat khususnya perempuan yang sedang hamil menjadi terganggu. Yuk, ketahui bahaya ibu hamil menghirup asap kebakaran, termasuk bayi lahir prematur.

Tantangan ibu hamil dalam menjaga kesehatannya semakin berat di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya bagi mereka yang berada di wilayah Kalimantan. Kabut asap yang membumbung pekat tidak saja mengganggu jarak pandang di jalanan tetapi juga berimbas pada kesehatan masyarakat. 

Apalagi, udara yang tercampur polutan beracun membuat ancaman kesehatan tersendiri bagi warga yang rentan, termasuk anak-anak serta ibu hamil. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bahaya ibu hamil terpapar asap kebakaran 

Dalam sebuah studi menemukan bahwa ibu hamil yang terpapar partikel dari asap kebakaran hutan memiliki risiko kelahiran prematur yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak terpapar. 

Sebuah studi baru dari UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health adalah salah satu yang pertama meneliti hubungan antara paparan asap kebakaran hutan dan kelahiran prematur serta pecahnya membran prematur atau Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM), memperluas penelitian penulis korespondensi tentang dampak kebakaran hutan terhadap kesehatan ibu dan anak seperti dikutip dari laman Public Health.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research ini menganalisis lebih dari 627 ribu kelahiran di seluruh California dan menemukan bahwa paparan polusi udara terkait kebakaran hutan selama kehamilan berhubungan dengan risiko yang signifikan tinggi terhadap kelahiran prematur dan pecahnya membran prematur.

"Asap kebakaran hutan bukan hanya masalah pernapasan tetapi memiliki implikasi bermakna bagi kesehatan ibu dan janin," kata penulis korespondensi, Jun Wu, PhD, profesor kesehatan lingkungan & kerja di Wen Public Health. 

Ditambahkan Jun Wu bahwa dengan memeriksa komplikasi kehamilan yang ada, tim kemudian mulai mengidentifikasi paparan dan jendela kerentanan yang mengarah pada kemungkinan mekanisme biologis yang menghubungkan paparan kebakaran hutan dengan kelahiran prematur, yang sangat penting untuk pencegahan.

Cara ibu hamil menghindari risiko terpapar asap kebakaran

Dengan ancaman asap dari kebakaran hutan dan lahan, tentunya risiko yang ada semakin tinggi terkait kelahiran prematur dan kesehatan bumil. Untuk itu, beberapa langkah berikut bisa dipertimbangkan untuk dilakukan:

1. Pastikan evakuasi dari jalur kebakaran hutan dan tetap mengikuti perintah evakuasi yang berlaku.
2. Hindari paparan asap jika memungkinkan. Jika mengharuskan keluar dari rumah, kenakan respirator dan masker.
3. Pastikan memeriksa laporan kualitas udara lokal dan ikuti instruksinya.
4. Pelajari cara menjaga asap saat di rumah. Beberapa sistem pemanas, venitasi, dan pendingin udara rumah serta peralatan dapat membawa udara dari luar ke dalam. Tutup saluran masuk udara segar pada unit pendingin udara atau putar sistem ke mode sirkulasi ulang. Segel celah antara AC jendela atau AC portabel dan jendela. gunakan pendingin evaporatif secara hemat saat kondisi berasap karena perangkat ini harus membawa banyak udara luar untuk mendinginkan udara dalam ruangan.
5. Pastikan udara di dalam ruangan sebersih mungkin dan pertimbangkan menggunakan filter efisiensi tinggi. 
6. Pertimbangkan untuk membeli pembersih udara portabel untuk menyaring udara di rumah. Pilihlah yang berukuran sesuai dengan ruangan di rumah dan pastikan pembersih udara tersebut tidak menghasilkan ozon.
7. Pastikan ada persediaan darurat air kemasan.
8. Beli bahan makanan yang tidak perlu dimasak.
9. Persiapkan obat resep dan vitamin prenatal untuk 7-10 hari ke depan.
10. Buat rencana perawatan darurat bersama dokter atau profesional medis.

Apa yang sebaiknya tidak dilakukan?

Selain melakukan beberapa tips yang direkomendasikan, ada juga beberapa hal yang perlu dihindari atau tidak dilakukan ya, Bunda. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Jangan buka jendela. Gunakan kipas dan pendingin udara untuk tetap dingin. Jika tidak bisa tenang, carilah tempat berlindung di tempat lain seperti dikutip dari laman Epa.gov.

2. Jangan lakukan apa pun yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan, termasuk memasak atau menyalakan lilin. Menggunakan alat pembakaran tanpa ventilasi seperti barbeque, kompor kemah, dan lainnya, di dalam ruangan untuk memasak dan memanaskan dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida. Jadi berhati-hati dengan hal tersebut.

Meski sangat sulit menghindari dampak buruk dari karhutla di wilayah terdampak, semoga tindakan sekecil apa pun yang dilakukan dapat memproteksi kesehatan ibu dan juga calon janin di perut. Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda