Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Sering Alami Nyeri Haid Hebat? Kenali Tanda Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 20:55 WIB

Waspada! Konsumsi 4 Makanan Ini Membuat Nyeri Haid Semakin Parah
Sering Alami Nyeri Haid Hebat? Kenali Tanda Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan/Foto: Getty Images/Doucefleur
Daftar Isi
Jakarta -

Nyeri haid menjadi keluhan yang kerap dialami perempuan setiap bulan. Sebagian merasakan kram ringan di perut bagian bawah, tetapi ada pula yang harus beristirahat seharian karena rasa sakit yang mengganggu aktivitas.

Meski umum terjadi, nyeri haid yang hebat, berulang, atau semakin parah seiring waktu sebaiknya tidak diabaikan, Bunda. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda endometriosis, yaitu penyakit kronis yang dapat menimbulkan nyeri panggul dan memengaruhi kesuburan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), endometriosis diperkirakan memengaruhi sekitar 10 persen perempuan usia reproduktif di seluruh dunia, atau sekitar 190 juta orang. Sayangnya, gejala penyakit ini tidak selalu mudah dikenali karena bisa berbeda pada setiap perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja tanda endometriosis yang perlu Bunda waspadai? Berikut penjelasannya.

Apa itu endometriosis?

Endometriosis adalah penyakit ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan ini dapat ditemukan di ovarium atau indung telur, saluran tuba, serta jaringan lain di sekitar panggul.

Jaringan tersebut merespons perubahan hormon selama siklus menstruasi. Akibatnya, dapat terjadi peradangan, iritasi, dan pembentukan jaringan parut atau perlengketan di area sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri yang cukup berat, terutama menjelang dan selama menstruasi. Pada sebagian perempuan, nyeri juga bisa berlangsung di luar periode haid.

WHO menjelaskan bahwa endometriosis merupakan kondisi kronis yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, kehidupan sehari-hari, hingga kesehatan mental. Penyakit ini juga berkaitan dengan masalah kesuburan pada sebagian perempuan.

Tanda endometriosis yang perlu diwaspadai

Nyeri haid tidak selalu menandakan endometriosis. Namun, ada beberapa gejala yang patut diperhatikan, terutama jika keluhan berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

1. Nyeri haid hebat hingga mengganggu aktivitas

Nyeri haid akibat endometriosis dapat terasa lebih berat daripada kram menstruasi pada umumnya. Rasa sakit bisa muncul sebelum menstruasi, berlangsung selama haid, atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Bunda mungkin merasa kesulitan berjalan, bekerja, belajar, atau menjalankan aktivitas sehari-hari karena nyeri di perut bagian bawah dan panggul.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), nyeri menstruasi yang berat, semakin parah, atau mengganggu aktivitas setiap bulan perlu dievaluasi oleh tenaga medis.

2. Nyeri panggul di luar masa menstruasi

Pada sebagian perempuan dengan endometriosis, nyeri tidak hanya muncul ketika sedang haid. Rasa sakit dapat bertahan setelah menstruasi selesai atau terasa berulang sepanjang siklus.

Keluhan ini dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup, terutama jika berlangsung dalam waktu lama. Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) apabila nyeri panggul terus berulang atau tidak membaik.

3. Nyeri saat berhubungan seksual

Nyeri ketika atau setelah berhubungan seksual, khususnya jika terasa jauh di dalam panggul, juga dapat menjadi salah satu gejala endometriosis.

Keluhan ini bisa terjadi akibat peradangan atau keterlibatan jaringan di area panggul. Namun, nyeri saat berhubungan seksual juga dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

4. Nyeri saat buang air besar atau kecil

Endometriosis dapat memengaruhi jaringan di sekitar usus dan kandung kemih. Akibatnya, sebagian perempuan merasakan nyeri ketika buang air besar atau buang air kecil, terutama saat menstruasi.

Pada kasus tertentu, dapat muncul keluhan pencernaan yang berulang mengikuti siklus haid. Jika Bunda mengalami nyeri saat buang air besar atau kecil yang terus berulang, sebaiknya jangan menganggapnya sebagai keluhan menstruasi biasa.

5. Perdarahan menstruasi yang banyak

Sebagian perempuan dengan endometriosis mengalami menstruasi yang lebih banyak atau perdarahan yang tidak biasa.

Meski demikian, perdarahan menstruasi berlebihan bukan tanda khusus endometriosis karena bisa berkaitan dengan gangguan ginekologi lainnya.

Apabila perdarahan terasa jauh lebih banyak daripada biasanya, berlangsung lama, atau disertai kelelahan dan pusing, Bunda perlu memeriksakan diri ke dokter.

6. Sulit hamil

Endometriosis dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan. Namun, tidak semua perempuan yang mengalami endometriosis akan kesulitan hamil.

Pada kondisi tertentu, peradangan dan jaringan parut dapat mengganggu fungsi ovarium maupun saluran tuba. Hal ini berpotensi memengaruhi proses pelepasan sel telur, pertemuan sel telur dan sperma, atau perjalanan sel telur yang telah dibuahi.

Bagi Bunda yang sedang merencanakan kehamilan, nyeri haid berat yang disertai kesulitan hamil sebaiknya menjadi alasan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana Endometriosis bisa mengganggu kesuburan?

Endometriosis tidak selalu menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan. Namun, penyakit ini dapat memengaruhi sejumlah proses yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan.

Ada beberapa mekanisme yang mungkin terlibat, antara lain:

Peradangan di area panggul. Peradangan dapat memengaruhi lingkungan reproduksi dan berpotensi mengganggu fungsi sel telur maupun sperma.

Perlengketan jaringan. Jaringan parut dapat membuat organ di sekitar panggul saling menempel dan mengganggu hubungan anatomis antara ovarium dan saluran tuba.

Endometrioma pada ovarium. Kista yang berkaitan dengan endometriosis dapat memengaruhi ovarium. Penyakit maupun tindakan operasinya dalam kondisi tertentu juga dapat berdampak pada cadangan ovarium.

Gangguan pada saluran reproduksi. Pada kasus tertentu, perlengketan atau kerusakan jaringan dapat menghambat pergerakan sel telur melalui saluran tuba.

WHO menyebutkan bahwa di antara perempuan yang mengalami infertilitas, sekitar 25–50 persen diperkirakan memiliki endometriosis. Angka ini tidak berarti bahwa 25–50 persen seluruh perempuan dengan endometriosis pasti tidak bisa hamil.

Sebagian perempuan dengan endometriosis tetap dapat hamil secara alami, sedangkan sebagian lainnya mungkin membutuhkan bantuan medis, seperti program fertilitas berbantu atau bayi tabung (IVF).

Bagaimana cara mendiagnosis endometriosis?

Endometriosis tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan tingkat nyeri haid. Dokter akan mengevaluasi riwayat menstruasi, lokasi dan pola nyeri, gejala lain, serta kemungkinan kondisi medis yang mendasarinya.

Pemeriksaan dapat meliputi:

Wawancara medis dan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui pola keluhan serta riwayat kesehatan.

USG panggul, untuk mencari tanda endometrioma atau bentuk endometriosis tertentu.

MRI, jika dibutuhkan untuk menilai keterlibatan jaringan lebih lanjut.

Laparoskopi, yaitu prosedur operasi minimal invasif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu untuk membantu memastikan diagnosis sekaligus menangani lesi endometriosis.

Hasil USG atau MRI yang normal tidak selalu menyingkirkan kemungkinan endometriosis. Karena itu, dokter dapat mempertimbangkan gejala dan hasil pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.

Pedoman terbaru ACOG tentang diagnosis endometriosis, yang diterbitkan pada 2026, menekankan pentingnya evaluasi yang tepat bagi pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit ini.

Apakah endometriosis bisa diobati?

Endometriosis merupakan penyakit kronis yang hingga kini belum memiliki pengobatan untuk menjamin kesembuhan permanen. Namun, gejala dapat dikelola melalui pengobatan dan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri, terapi hormonal, atau tindakan operasi pada kondisi tertentu. Pilihan terapi bergantung pada tingkat gejala, hasil pemeriksaan, riwayat kesehatan, serta rencana kehamilan pasien.

Bagi perempuan yang ingin memiliki anak, penanganan perlu mempertimbangkan manfaat dan risiko setiap pilihan terhadap kesuburan. Tidak semua pasien membutuhkan operasi, dan terapi hormonal yang menekan ovulasi umumnya bukan pilihan untuk meningkatkan peluang hamil selama penggunaannya.

Jika Bunda mengalami kesulitan hamil, dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi reproduksi dan mendiskusikan pilihan yang sesuai, termasuk teknologi reproduksi berbantu apabila diperlukan.

Panduan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) juga menekankan bahwa penanganan endometriosis perlu mempertimbangkan dua aspek penting, yakni pengendalian nyeri dan masalah kesuburan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila nyeri haid semakin berat, tidak membaik dengan penanganan biasa, membuat aktivitas terganggu, atau disertai nyeri panggul di luar masa menstruasi.

Pemeriksaan juga penting jika Bunda mengalami nyeri saat berhubungan seksual, nyeri ketika buang air besar atau kecil yang berulang, perdarahan tidak biasa, atau kesulitan hamil.

Jangan menunggu sampai nyeri benar-benar tidak tertahankan untuk mencari pertolongan. Nyeri haid yang berat bukan sesuatu yang harus selalu diterima sebagai bagian normal dari menstruasi.

Perlu diingat, gejala-gejala tersebut tidak otomatis berarti Bunda mengalami endometriosis. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Dengan mengenali gejala sejak dini, Bunda dapat memperoleh bantuan untuk mengelola nyeri, menjaga kualitas hidup, dan mendiskusikan pilihan yang tepat apabila sedang merencanakan kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda