Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Puluhan Rumah Sakit Tutup Layanan Persalinan, Ibu Hamil di Wilayah Ini Terdampak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2026 07:30 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Sedih
Puluhan Rumah Sakit Tutup Layanan Persalinan, Ibu Hamil di Wilayah Ini Terdampak/ Foto: Getty Images/iStock/EvgeniyShkolenko
Jakarta -

Layanan persalinan di rumah sakit merupakan bagian penting dari sistem kesehatan. Layanan ini ditujukan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan medis yang tepat selama dan setelah melahirkan, Bunda.

Baru-baru ini, ketersediaan fasilitas layanan persalinan di negara Amerika Serikat (AS) tengah mengalami kendala. Ruang bersalin di AS menghadapi gelombang penutupan seiring dengan dimulainya pemotongan dana Medicaid atau program asuransi kesehatan bersubsidi yang ditawarkan bersama oleh pemerintah federal dan negara bagian.

Dilansir dari The Guardian, menurut analisis dari organisasi nirlaba Protect Our Care, 52 bangsal bersalin telah ditutup sejak undang-undang federal HR 1 diumumkan pada Juli 2025, dan delapan bangsal lainnya telah mengumumkan penutupan mereka dalam waktu dekat. Undang-undang federal ini mencakup pemotongan pajak dan peningkatan pendanaan untuk pertahanan, penegakan hukum imigrasi, dan produksi energi, termasuk memangkas pendanaan Medicaid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Peraturan ini akan sepenuhnya berlaku pada tahun depan, Bunda. Para ahli memperkirakan akan terjadi lebih banyak penutupan unit persalinan menjelang dan setelah perubahan pada program Medicaid.

"Kami sangat prihatin bahwa perubahan-perubahan ini telah dan akan terus memperburuk krisis perawatan persalinan yang sudah serius," kata direktur senior penasihat legislatif dan strategis dari organisasi nirlaba March of Dimes, Erin Jones.

"Pengurangan pendanaan dan pembatasan tentang bagaimana negara bagian membiayai Medicaid akan memberikan tekanan tambahan pada anggaran negara bagian dan rumah sakit, meningkatkan risiko bahwa masyarakat kehilangan layanan persalinan penting, dan penyedia layanan khusus di dekat rumah."

Jones mengatakan bahwa konsekuensi peraturan baru ini akan memengaruhi layanan persalinan, terutama di komunitas pedesaan. Dampaknya, kondisi tersebut bisa sangat mengancam bagi ibu hamil.

"Hilangnya layanan-layanan ini berarti berkurangnya tempat untuk melahirkan dengan aman dan berkurangnya pilihan bagi kehamilan yang membutuhkan perawatan khusus," ujar Jones.

Perlu diketahui, sekitar 40 persen persalinan di AS dibiayai oleh Medicaid, sementara negara tersebut memiliki salah satu tingkat kematian ibu tertinggi di antara negara-negara berpenghasilan tinggi. Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), angka kematian ibu di AS adalah 17,9 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Profesor ekonomi perawatan kesehatan di Harvard TH Chan School of Public Health, Benjamin Sommers, mengatakan bahwa perubahan pada Medicaid 'pasti' akan memengaruhi perempuan yang sedang hamil dan organisasi spesialis kehamilan.

"Tidak benar bahwa undang-undang ini melindungi ibu hamil atau orang tua berpenghasilan rendah. Justru undang-undang ini menambah beban keuangan bagi penyedia layanan kesehatan dan program asuransi yang mereka andalkan," kata Sommers.

Dampak penutupan ruang bersalin di AS

Melansir dari laman Insight WCH Service Bureau, persalinan dan kelahiran memiliki struktur biaya yang tidak biasa. Rumah sakit harus siap siaga sepanjang waktu bahkan ketika hanya sedikit bayi yang lahir pada hari tertentu.

Semua itu tak hanya membutuhkan staf, tapi juga cakupan klinis, peralatan, dan kemampuan untuk menanggapi keadaan darurat. Biaya tersebut tidak akan berkurang seiring dengan jumlah kelahiran, Bunda.

Nah, ketika volume persalinan menurun, suatu unit mungkin tidak dapat menutupi biaya tetapnya. Kekurangan staf membuat layanan 24 jam menjadi lebih mahal, dan penggantian biaya yang rendah membuat kesenjangan antara biaya perawatan dan pembayaran yang diterima rumah sakit. Para administrator juga harus memilih antara mensubsidi layanan persalinan dan mendanai perawatan darurat, layanan rawat inap, atau departemen lainnya.

Penutupan unit persalinan tidak mengakhiri kebutuhan persalinan. Hal itu hanya memindahkannya.

Apa yang terjadi selanjutnya bergantung pada kapasitas rumah sakit tetangga, jarak yang harus ditempuh pasien, dan seberapa baik koordinasi penyedia layanan lokal setelahnya. Rumah sakit penerima mungkin akan menerima lebih banyak persalinan tanpa tambahan ruang persalinan, tempat tidur pasca persalinan, atau staf. Jika kapasitasnya sudah hampir penuh, maka penambahan volume tersebut akan membebani semuanya.

Pasien yang tiba di rumah sakit dalam keadaan akan melahirkan tanpa unit kebidanan memerlukan penilaian dan stabilisasi, dengan pengaturan transfer yang memungkinkan. Di sisi lain, unit gawat darurat bukanlah pengganti layanan persalinan.

Bagi rumah sakit, menutup unit yang tidak menguntungkan dapat membatasi kerugian operasional sekaligus menjaga agar layanan lain tetap berjalan. Namun, penghematan tersebut belum termasuk biaya lainnya, Bunda.

Demikian kondisi layanan bersalin di Amerika Serikat yang ditutup karena dibuatnya kebijakan baru oleh pemerintah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda