Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Ungkap Kehilangan Satu Ginjal Usai Operasi Caesar, Begini Klaim Keluarga

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 29 Oct 2026 14:00 WIB

Ilustrasi Ibu Melahirkan
Kisah Bunda Ungkap Kehilangan Satu Ginjal Usai Operasi Caesar, Begini Klaim Keluarga/Foto: Getty Images/iStockPhoto/wutwhanfoto
Daftar Isi
Jakarta -

Kelahiran seorang anak seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi seorang ibu. Namun, pengalaman berbeda dialami Barira Alhassan, seorang perempuan asal Negara Bagian Gombe, Nigeria, yang mengaku mengalami masalah kesehatan serius setelah menjalani operasi caesar.

Barira dan keluarganya mempertanyakan kondisi ginjalnya setelah ia menjalani persalinan melalui operasi caesar di State Specialist Hospital, Gombe. Keluarga menduga ada sesuatu yang terjadi pada salah satu ginjal Barira selama prosedur tersebut.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian setelah keluarga meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan Barira. Namun, rumah sakit membantah tuduhan pengangkatan ginjal dan menyampaikan hasil pemeriksaan medis yang mengarah pada kemungkinan kelainan bawaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kronologi Bunda mengaku kehilangan satu ginjal usai operasi caesar

Dikutip dari BBC News, Barira menjalani operasi caesar darurat pada 8 April 2026. Beberapa hari setelah operasi, ia mengaku mulai mengalami gangguan kesehatan yang cukup berat.

Barira mengatakan dirinya mengalami muntah, sakit perut hebat, pembengkakan tubuh, serta rasa sakit ketika buang air kecil. Gejala tersebut membuatnya bertanya-tanya apakah keluhan yang dialaminya merupakan bagian normal dari pemulihan setelah operasi caesar.

Sebelum kejadian ini, Barira mengaku telah melahirkan sepuluh anak tanpa menjalani operasi caesar. Karena itu, pengalaman persalinan kali ini terasa berbeda baginya.

Dalam pemeriksaan medis berikutnya, Barira mengatakan seorang dokter memberitahunya bahwa ia hanya memiliki satu ginjal. Kabar tersebut membuatnya terkejut, terlebih karena ia tidak pernah mengetahui adanya kondisi tersebut sebelumnya.

Keluarga Barira kemudian berusaha mencari penjelasan mengenai kondisi ginjalnya. Mereka mengaku memiliki hasil pemeriksaan lama yang dilakukan pada 2015 dan meyakini hasil tersebut menunjukkan bahwa Barira memiliki dua ginjal.

Keluarga minta penjelasan dan penyelidikan

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan tersebut, keluarga Barira mengajukan keluhan kepada pihak rumah sakit. Mereka juga meminta akses terhadap rekam medis Barira untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama operasi caesar.

Namun, menurut keterangan keluarga, mereka diberi tahu bahwa rekam medis yang dicari tidak dapat ditemukan. Situasi tersebut semakin menimbulkan pertanyaan bagi keluarga mengenai penanganan medis yang diterima Barira.

Saudara laki-laki Barira, Zakaria Alhassan, mengatakan keluarga telah mengajukan sejumlah keluhan dan meminta penyelidikan atas kasus tersebut.

Keluarga juga menyampaikan pengaduan kepada Kementerian Kesehatan Negara Bagian Gombe. Mereka berharap pemeriksaan yang menyeluruh dapat menjelaskan kondisi ginjal Barira serta memastikan apakah terdapat kesalahan dalam penanganan medis.

Barira sendiri meminta agar kasusnya diselidiki secara menyeluruh. Ia ingin mendapatkan penjelasan mengenai alasan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya hanya memiliki satu ginjal.

Rumah sakit bantah mengangkat ginjal saat operasi caesar

Menanggapi tuduhan tersebut, manajemen State Specialist Hospital, Gombe, membantah bahwa tim medis mengangkat ginjal Barira selama operasi caesar. 

Menurut pernyataan rumah sakit yang dikutip BBC News Pidgin, catatan operasi menunjukkan bahwa Barira menjalani operasi caesar darurat dan tidak ada prosedur yang melibatkan ginjalnya. Rumah sakit juga menyebut telah mengupayakan pemeriksaan lanjutan setelah keluarga menyampaikan kekhawatiran mereka.

Hasil pemeriksaan CT intravenous urogram (CT-IVU) di rumah sakit pendidikan federal dilaporkan mengarah pada kemungkinan tidak terbentuknya salah satu ginjal sejak lahir atau kondisi yang dikenal sebagai congenital absence of a kidney.

Temuan tersebut, menurut pihak rumah sakit, lebih mendukung kemungkinan adanya kondisi bawaan daripada pengangkatan ginjal saat operasi. Rumah sakit menyatakan telah menanggung biaya pemeriksaan tersebut untuk membantu memperjelas persoalan.

Manajemen rumah sakit juga menyebut telah bertemu dengan Barira dan keluarganya untuk membahas hasil pemeriksaan serta catatan medis yang tersedia. Atas permintaan keluarga, pemeriksaan ulang di fasilitas kesehatan independen turut disepakati.

Dengan demikian, dugaan bahwa ginjal Barira diangkat saat operasi caesar belum dapat dianggap sebagai fakta yang terbukti. Keluarga masih menginginkan penyelidikan, sedangkan pihak rumah sakit menyatakan tidak melakukan prosedur pengangkatan ginjal.

Apakah seseorang bisa terlahir dengan satu ginjal?

Secara medis, seseorang memang dapat terlahir hanya dengan satu ginjal. Kondisi ini dapat terjadi akibat gangguan perkembangan ginjal selama masa janin dan dikenal sebagai unilateral renal agenesis apabila salah satu ginjal sama sekali tidak terbentuk.

Sebagian orang dengan kondisi tersebut tidak menyadari bahwa mereka hanya memiliki satu ginjal, terutama jika ginjal yang ada dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Meski demikian, diagnosis tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan dugaan atau satu informasi yang belum ditinjau secara menyeluruh. Pemeriksaan pencitraan dan evaluasi medis diperlukan untuk mengetahui kondisi ginjal serta fungsi organ tersebut.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal Case Reports in Women's Health pada 2022 juga membahas komplikasi saluran kemih dan gangguan fungsi ginjal setelah operasi caesar pada seorang perempuan yang hanya memiliki satu ginjal. Kasus tersebut menunjukkan bahwa komplikasi pada saluran kemih setelah persalinan melalui operasi caesar memang dapat terjadi, meskipun jarang.

Namun, laporan tersebut merupakan kasus medis yang berbeda dan tidak membuktikan bahwa hal serupa terjadi pada Barira. Hingga persoalan ini mendapatkan kejelasan melalui pemeriksaan lanjutan, penting untuk membedakan keterangan keluarga, pernyataan rumah sakit, dan kesimpulan medis yang telah terverifikasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda