Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Sering Main HP saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Janin

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2026 11:05 WIB

Ibu hamil dan ponsel
Sering Main HP saat Hamil? Studi Ungkap Dampaknya pada Janin/Foto: Getty Images/Taras Grebinets
Daftar Isi
Jakarta -

Telepon seluler atau handphone (HP) sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Alat kecil satu ini digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga sekadar melepas penat dengan scrolling media sosial. Namun, di tengah kebiasaan tersebut, sebagian ibu hamil mungkin bertanya-tanya, apakah sering main HP saat hamil bisa berdampak pada janin?

Salah satu alasan dari kekhawatiran tersebut berkaitan dengan radiasi yang dipancarkan HP. Namun, sebuah tinjauan sistematis terbaru mencoba mengungkap hubungan antara penggunaan ponsel selama kehamilan dengan kesehatan ibu dan janin.

"Evolusi pesat teknologi ponsel serta meningkatnya frekuensi dan durasi penggunaan ponsel telah menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampak buruk dari paparan ponsel selama kehamilan. Hal ini menegaskan perlunya pemahaman yang lebih baik mengenai risiko potensial bagi janin yang sedang berkembang," ujar penulis studi, Norman Kleiman, PhD, seorang profesor madya bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan di Columbia Mailman School sekaligus pakar dalam dampak kesehatan radiologis, melansir laman Publichealth.Columbia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dampak main HP saat hamil

Selama beberapa dekade terakhir, penggunaan teknologi seluler telah meningkat secara drastis di seluruh dunia. Antara tahun 2000 dan 2009, jumlah pengguna ponsel meningkat dari sekitar 500 juta menjadi 3,3 miliar.

Menjelang tahun 2021, jumlah pengguna ponsel diperkirakan telah meningkat hampir dua kali lipat lagi, mencapai 6,4 miliar. Rata-rata pengguna ponsel pintar menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat jam sehari menggunakan perangkat mereka.

Sebuah tinjauan sistematis yang melibatkan peneliti dari Columbia University Mailman School of Public Health, Columbia Vagelos College of Physicians and Surgeons, Cornell University, dan Johns Hopkins University mengkaji hubungan antara penggunaan ponsel selama kehamilan dan berbagai hasil kehamilan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology pada 2026 ini meninjau literatur ilmiah yang ditemukan melalui basis data PubMed dan Web of Science, dengan publikasi yang ditelusuri hingga Februari 2026.

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian penelitian tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan HP dalam jangka pendek maupun panjang dengan sejumlah hasil utama kehamilan. Namun, sebagian besar penelitian yang ditinjau mengaitkan penggunaan ponsel secara intensif atau berkepanjangan dengan beberapa hasil kehamilan yang merugikan, terutama kelainan kardiovaskular dan usia kehamilan yang lebih pendek.

Meski demikian, temuan tersebut belum membuktikan bahwa radiasi HP secara langsung menyebabkan gangguan pada janin. Penelitian yang tersedia masih memiliki keterbatasan dan menunjukkan hasil yang tidak konsisten.

Penjelasan mengenai temuan ini juga disampaikan melalui publikasi Columbia University Mailman School of Public Health pada 24 September 2026.

Apakah radiasi HP berbahaya untuk janin?

HP memancarkan radiasi non-ionisasi berupa medan elektromagnetik frekuensi radio atau radiofrequency electromagnetic fields (RF-EMF).

Berbeda dengan radiasi pengion seperti sinar-X dan sinar gamma, radiasi non-ionisasi memiliki energi yang lebih rendah sehingga tidak cukup untuk memutus ikatan kimia atau merusak DNA secara langsung hingga menyebabkan mutasi.

Namun, para peneliti tetap mengkaji kemungkinan efek biologis dari paparan RF-EMF dalam jangka panjang. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan kemungkinan adanya pengaruh terhadap proses biologis tertentu, termasuk sinyal sel dan fungsi membran.

Paparan RF-EMF juga dapat menimbulkan peningkatan suhu lokal pada jaringan melalui efek termal. Namun, kemungkinan mekanisme biologis tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa penggunaan HP sehari-hari menyebabkan gangguan pada janin.

Menurut Ka Kahe, MD, ScD, profesor Epidemiologi di Columbia University Mailman School of Public Health sekaligus salah satu penulis penelitian, kesimpulan pasti belum dapat ditarik karena hasil penelitian yang tersedia masih belum konsisten dan memiliki keterbatasan metodologis.

Para peneliti menilai masih memerlukan studi lanjutan dengan rancangan yang lebih kuat dan metode pengukuran paparan yang terstandarisasi. Karena itu, ibu hamil tidak perlu langsung panik hanya karena menggunakan HP. Temuan penelitian ini lebih tepat memberikan alasan untuk terus meneliti potensi risiko, bukan sebagai bukti bahwa HP pasti membahayakan janin.

Bukan hanya radiasi, kebiasaan kurang gerak juga perlu diperhatikan

Salah satu hal yang disoroti peneliti adalah kemungkinan penggunaan HP yang intensif ikut mencerminkan gaya hidup sedentari atau kebiasaan kurang bergerak.

Dalam salah satu penelitian yang ditinjau, melibatkan 423 orang dewasa, termasuk 256 perempuan, penggunaan ponsel yang lebih intensif berkaitan secara signifikan dengan peningkatan perilaku sedentari.

Padahal, perilaku kurang gerak selama kehamilan dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan. Termasuk gangguan hipertensi pada kehamilan, pertumbuhan janin yang terhambat, dan usia kehamilan yang lebih pendek. Namun, peneliti mengingatkan bahwa dampak kurang gerak tidak dapat begitu saja disamakan dengan dampak radiasi HP.

Kleiman, yang juga salah satu penulis penelitian, menjelaskan bahwa penggunaan ponsel bisa menjadi penanda gaya hidup sedentari, bukan semata-mata gambaran paparan radiasi.

Ini berarti, ketika membahas kebiasaan main HP saat hamil, penting untuk memperhatikan bukan hanya perangkat yang digunakan, tetapi juga bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi aktivitas sehari-hari. Misalnya, ibu hamil yang terlalu lama duduk sambil scrolling hingga lupa bergerak perlu mempertimbangkan untuk mengambil jeda secara berkala, selama kondisi kehamilannya memungkinkan.

Tips mengurangi paparan HP selama kehamilan

Walaupun bukti ilmiah belum cukup untuk memastikan hubungan sebab-akibat, peneliti menyebut beberapa langkah sederhana yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi paparan RF-EMF dari ponsel.

Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Menggunakan fitur speakerphone

Bunda dapat menggunakan fitur pengeras suara atau speaker saat melakukan panggilan suara. Cara ini dapat membantu menjauhkan HP dari kepala. Ibu juga dapat menggunakan headset berkabel.

2. Menghindari menempelkan HP terlalu dekat dengan perut

Saat Bunda tidak menggunakan HP, simpan di tempat yang tidak menempel pada area perut.

3. Mengaktifkan mode pesawat saat HP tidak diperlukan

Mode ini dapat membantu menghentikan transmisi seluler dan sejumlah koneksi nirkabel, bergantung pada pengaturan perangkat.

4. Batasi kebiasaan scrolling tanpa jeda

Berikan waktu untuk beristirahat dari layar dan bergerak secara berkala sesuai kemampuan serta kondisi kehamilan.

5. Menjaga pola tidur

Hindari kebiasaan menggunakan HP hingga larut malam apabila mengganggu waktu tidur. Istirahat yang cukup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.

Langkah-langkah tersebut merupakan tindakan kehati-hatian, bukan jaminan untuk mencegah komplikasi kehamilan. Ibu hamil juga sebaiknya tetap menjalani pemeriksaan kehamilan rutin dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kekhawatiran tertentu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda