kehamilan
Kenali Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki
HaiBunda
Kamis, 22 Oct 2026 14:00 WIB
Daftar Isi
Tanda kanker serviks dari telapak kaki kerap menjadi pertanyaan bagi perempuan yang ingin mengenali gejala kanker sejak dini. Perubahan pada kaki, seperti pembengkakan, kesemutan, atau rasa nyeri, memang perlu diperhatikan.
Namun, apakah kondisi tersebut benar-benar bisa menjadi tanda kanker serviks? Simak yuk penjelasan berikut, Bunda. Sebelum membahas lebih dalam tentang tanda kanker serviks dari telapak kaki, Bunda perlu tahu apa itu kanker serviks dan penyebabnya.Â
Mengenal kanker serviks
Mengutip laman Cancer.ie, kanker serviks adalah kanker yang menyerang sel-sel yang melapisi leher rahim. Kanker ini biasanya berkembang secara perlahan selama beberapa tahun, dimulai dari perubahan sel prakanker yang disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN). Sel-sel tersebut belum bersifat kanker. Namun, jika tidak ditangani, perubahan sel prakanker tersebut dapat berkembang menjadi kanker serviks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika kanker terjadi, sel-sel di leher rahim akan membentuk tumor. Sel-sel tersebut kemudian dapat menyebar ke area tubuh lainnya. Kanker dapat melibatkan jaringan di luar serviks, termasuk organ-organ di panggul, seperti kandung kemih dan usus, serta kelenjar getah bening di sekitar panggul.
Penyebab kanker serviks
Penyebab pasti dari banyak jenis kanker belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Merokok dan infeksi human papillomavirus (HPV) merupakan dua faktor risiko utama kanker serviks.
HPV adalah kelompok virus yang sangat umum dan dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit ke kulit, terutama saat melakukan aktivitas seksual.
Terdapat hampir 100 jenis HPV, dan hampir setiap orang akan terinfeksi HPV pada suatu waktu dalam hidupnya. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua tahun.
Namun, beberapa jenis HPV dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah kanker, termasuk kanker serviks. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV.
Tanda kanker serviks dari telapak kaki
Mungkin terdengar aneh jika salah satu tanda kanker serviks dari telapak kaki. Namun fakta ini bisa terjadi jika kanker serviks menyebar ke kelenjar getah bening.
Mengutip laman Clevelandclinic, kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem yang terdiri atas saluran dan kelenjar di dalam tubuh. Sistem ini berfungsi menyaring cairan tubuh dan melawan infeksi.
Gejala paling umum ketika kanker menyebar ke kelenjar getah bening adalah kelenjar terasa keras atau mengalami pembengkakan. Kanker serviks dapat menyebar ke kelenjar getah bening di area antara tulang pinggul (panggul).
Sel kanker juga dapat menghambat aliran cairan getah bening sehingga cairan tidak dapat mengalir dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan pada perut atau kaki. Pembengkakan tersebut disebut limfedema (lymphedema).
Namun, kaki bengkak bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker serviks. Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan masalah pembuluh darah, gangguan jantung atau ginjal, efek obat, serta kondisi medis lainnya. Jika pembengkakan berlangsung terus-menerus, disertai nyeri, atau muncul tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Menurut Business Insider, beberapa pasien juga mengeluhkan kesemutan atau rasa kebas di kaki, yang bisa jadi pertanda bahwa kanker telah mempengaruhi saraf.
Gejala-gejala ini mungkin tidak selalu berhubungan langsung dengan kanker serviks tapi jika Bunda mengalami gejala seperti ini bersama dengan gejala lain yang tidak biasa, maka menjadi sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Gejala umum kanker serviks
Mengutip laman University of Illinois Cancer Center, Â umum dari kanker serviks bisa bervariasi tergantung pada tahap perkembangan penyakit tersebut. Â
1. Pendarahan di luar siklus menstruasi
Pendarahan ini bisa terjadi setelah berhubungan seksual, antara periode menstruasi, atau setelah menopause Bunda.
2. Keputihan yang tidak biasa
Keputihan yang tidak normal seperti berbau tidak sedap, berwarna merah muda, coklat, atau terlalu berair dapat menjadi tanda adanya kanker serviks.
3. Nyeri saat berhubungan seksual
Nyeri pada leher rahim yang muncul selama atau setelah berhubungan seksual bisa menjadi indikasi adanya masalah pada leher rahim Bunda.
Sementara ketika kanker serviks telah memasuki stadium lanjut, gejala yang dialami bisa menjadi lebih parah dan bervariasi menurut laman Self.
1. Nyeri punggung atau panggul
Rasa sakit yang terus-menerus di punggung atau panggul bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar ke area sekitarnya, tidak hanya di leher rahim.
2. Kesulitan buang air kecil atau besarÂ
Kondisi ini bisa terjadi jika kanker telah menyebar ke organ-organ di sekitar leher rahim dan mengganggu proses buang air Bunda.
3. Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda adanya kanker, jadi Bunda tetap perlu memantau kestabilan berat badan Bunda.
Jenis-Jenis pengobatan kanker serviks
Mengutip laman cancer.ie, ada beberapa jenis pengobatan kanker serviks sebagai berikut:Â
1. Operasi
Operasi bertujuan untuk mengangkat sel-sel kanker dengan risiko sekecil mungkin agar kanker tidak kembali. Jenis operasi yang dapat dilakukan meliputi biopsi kerucut (cone biopsy), histerektomi, histerektomi radikal, ooforektomi bilateral, limfadenektomi, dan trakelektomi radikal.
2. Radioterapi
Radioterapi merupakan metode pengobatan yang menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini dapat diberikan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Radioterapi dapat digunakan sebagai pengobatan utama (primer) atau sebagai pengobatan tambahan (adjuvan) setelah operasi.
3. Radioterapi dan kemoterapi
Radioterapi dan kemoterapi dapat diberikan secara bersamaan. Kemoterapi dapat membantu meningkatkan efektivitas radioterapi dalam mengobati kanker.
Dalam beberapa kasus, kemoterapi juga dapat diberikan sebagai pengobatan tunggal.
4. Terapi target dan imunoterapi
Terapi target dan imunoterapi dapat membantu tubuh melawan kanker, memperlambat pertumbuhan kanker, atau mengendalikan efek samping dari pengobatan kanker lainnya.Dokter spesialis onkologi medik akan memberi tahu Bunda apakah tersedia terapi yang sesuai dan dapat memberikan manfaat bagi kondisi Bunda.Â
Itulah penjelasan tentang tanda kanker serviks dari telapak kaki sampai pengobatan kanker serviks. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Jadwal Vaksinasi HPV Terbaru untuk Cegah Kanker Serviks, Catat Bun
Kehamilan
Perempuan Lansia Lebih Rentan Terinfeksi HPV Pemicu Kanker Serviks, Ini Faktor Utamanya
Kehamilan
Kisah ChoA Eks Idol K-Pop Didiagnosis Kanker usai Nikah, Kini Berjuang Sembuh dan Ingin Hamil
Kehamilan
Studi Temukan Kasus Kanker Serviks Tidak Terdeteksi pada Wanita yang Dapat Vaksin HPV
Kehamilan
Kisah Gloria Ramirez 'Wanita Beracun' Meninggal Misterius usai Didiagnosis Kanker Serviks
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tak Cuma Kanker Serviks, Vaksin HPV Juga Dapat Mencegah Komplikasi Kehamilan Serius
Vaksin Kanker Serviks: Jenis, Manfaat, Dosis, dan Efek Samping
Kemenkes Bakal Siapkan Self Sampling Skrining DNA HPV Gratis untuk Deteksi Kanker Leher Rahim